Selasa, 18 Agustus 2026 Hadapi Potensi Bencana, BPBDPK Riau Rapatkan Barisan Damkar se-Provinsi | Gibra Hazell Alvaro, Atlet Muda Riau Ukir Prestasi di Panggung Padel Internasional | Gratis! Kemenkum Riau Gandeng BNI Daftarkan Hak Cipta Pelaku Kreatif dan UMKM | Perkuat Akses Keadilan, Kemenkum Riau dan Kejati Riau Bangun Sinergi Layanan Hukum bagi Masyarakat | Perkuat Akses Hukum, Kemenkum Riau Genjot Pendampingan JDIH ke Pemda, DPRD dan Kampus | Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat
 
 
☰ Peristiwa
Bupati Minta Camat Atur Kondisi Lingkungan yang Layak
Penderita Stunting di Meranti Capai 1.971 Orang
Kamis, 13 Agustus 2020 - 22:03:07 WIB
Bupati Mernati Rencana Aksi Penanggulangan Stunting [Foto: Humas Meranti]

SULUHRIAU, Meranti- Bupati Kepulauan Meranti membuka kegiatan Rencana Aksi Daerah Penanggulangan Stunting di Kepulauan Meranti di Ballroom Hotel Grand Meranti, Selatpanjang, Kamis (13/8/2020).

Pada kesempatan itu Bupati menilai penyebab Stunting bukan hanya disebabkan oleh kemiskinan tapi juga kondisi lingkungan yang tak layak, untuk itu ia meminta Camat untuk mengatur daerahnya untuk menjamin masyarakat hidup lebih layak dan terbebas dari Stunting.

Kepala Dinas Kesehatan Meranti, dr. Misr Hasanto, Stunting adalah kondisi gagal tumbuh kembang Balita akibat kekurangan gizi, Stunting bisa disebabkan oleh kurannya asupan gizi kepada balita dan pola asuh yang salah dari orang tua.

"Jika dibiarkan tanpa diintervensi melalui program yang tepat akan menimbulkan masalah terhadap Balita mudah sakit, tuberkolosa, diare dan infeksi lainnya. Dan lebih parahnya penderita Stunting tidak dapat sekolah lebih tinggi karena perkembangan otak terganggu," jelas Misri.

Saat ini kondisi Prevalensi Stunting Meranti berada diangka 13 Persen, penderita Stunting tersebar di 16 Desa dan Kelurahan yang telah dijadikan Locus Prioritas penuntasan Stunting. Daerah tertinggi berasa di Kelurahan Selatpanjang Timur 32.11 Persen dan terendah di Desa Alai.

Menurut Kadiskes Misri untuk menuntaskanya perlu dilakukan program pemberdayaan masyarakat dengan melibatkan semua OPD terkait sehingga sesuai RPJMN Nasional pada Tahun 2024 mendatang Indonesia bebas dari Stunting.

Salah satu yang dilakukan Pemkab. Meranti untuk mengatasi masalah Stunting ini adalah dengan membuat rencana aksi daerah melalui rencana aksi ini diharapkan dapat menurunkan jumlah Balita Stunting di Meranti, meningkatkan status ekonomi keluarga, meningkatkan pola asuh, dan ketahanan pangan keluarga balita stunting.

Dalam sambutannya Bupati mengatakan penuntasan masalah Stunting di Kepulauan Meranti  merupaka pekerjaan yang sangat mulia demi keberlangsunan generasi penerus Meranti.

"Karena ini akan menentukan nasip generasi penerus Meranti pada 10 hingga 20 tahun yang akan datang agar mereka dapat tumbuh seperti yang diharakan dan eksis menjalani kehidupannya. Jika tidak maka banyak generasi muda kita yang tidak bisa bersaing karena kondisi fisik dan otak mereka tidak seperti yang diharapkan," jelas Bupati.

Jumlah penderita Stunting di Meranti sebanyak 1971 Balita atau 13 persen dari total Balita yang ada di 9 Kecamatan dan 102 Desa. Jika mengacu pada standar WHO angka Stunting yang menghawatirkan berada diangka 30 persen keatas, meski begitu Pemkab. Meranti dikatakan Bupati sangat berkomitmen untuk menuntaskan masalah Stunting didaerah agar tidak terjadi peningkatan yang Signifikan.

 Lebih jauh dijelaskan Bupati, berkat kerja keras semua OPD yang didukung oleh masyarakat sejak beberapa tahun terakhir angka kemiskinan terus menurun, namun yang menjadi pertanyaan adalah kenapa angka Stunting masih terus bertambah.

Menurut Bupati kondisi itu membuktikan jika melihat kondisi fisik geogafis kewilayahan Stunting bukan saja dipengaruhi oleh faktor kemiskinan tapi oleh tingkat kepadatan penduduk dimana banyak rumah-rumah petak yang padat penduduk di Selatpanjang berada dalam kondisi kumuh, selain itu juga air bersih dan sanitasi.

Senada dengan yang selalu disampaikan oleh Wakil Bupati Meranti H. Said Hasyim, untuk menuntaskan masalah Stunting di Meranti tidak hanya dibebankan kepada Dinas Kesehatan tapi juga harus melibatkan Dinas PU, Lingkungan Hidup, Dinas Perkebunan dan lainnya yang sangat berperan terhadap peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Dan yang tak kalah penting adalah peran aktif dari Camat dan Kepala Desa untuk mengatur daerahnya masing masing.

"Saya minta Camat dan Kades dapat mengatur lingkungan dan wilayahnya masing-masing untuk menjamin masyarakat bisa hidup lebih sehat dengan begitu potensi terjadinya Stunting dapat dicegah," ucap Bupati.

Upaya lainnya yang harus dilakukan untuk menuntaskan Stunting menurut Bupati dengan cara mengaktifkan kembali Posyandu yang gencar memberikan sosialisasi kepada para ibu terkait pentingnya pemberian makanan bergizi pada balita dan yang utama pemberian ASI eksklusif.

"Saya minta seluruh Posyandu kembali diaktifkan, terus lakukan sosialisasi pentingnya pemberian ASI kepada balita yang saat ini semakin berkurang," paparnya Bupati lagi.

Dan kepada pimpinan OPD diminta untuk memberikan ruang dan waktu kepada para pegawainya yang merupakan ibu menyusui untuk memberikan ASI kepada anaknya. Atau dapat menyediakan ruang khusus kepada ibu menyusui.

"Saya minta rencana ini perlu ditindaklanjuti segera dengan aksi nyata," pinta Bupati mengakhiri.


Turut hadir mendampingi Bupati, Asisten III Sekdakab. Meranti H. Rosdaner, Kepala Dinas Kesehatan dr. Misri Hasanto, Kepala Dinas Perikanan Meranti Heldi SE, Kepala Badan Lingkungan Hidup Meranti Drs. Irmansyah M.Si, Kepala Dinas Kependudukan Meranti Drs. Hariyandi, Sekretaris DPMPD Meranti H. Edi M Nur, Ketua IBI Meranti, Para Camat, Kepala UPT Puskesmas, Perwakilan PKK dan organisasi menyangkut masalah ibu dan anak dan lainnya. [hpm]





 
Berita Lainnya :
  • Hadapi Potensi Bencana, BPBDPK Riau Rapatkan Barisan Damkar se-Provinsi
  • Gibra Hazell Alvaro, Atlet Muda Riau Ukir Prestasi di Panggung Padel Internasional
  • Gratis! Kemenkum Riau Gandeng BNI Daftarkan Hak Cipta Pelaku Kreatif dan UMKM
  • Perkuat Akses Keadilan, Kemenkum Riau dan Kejati Riau Bangun Sinergi Layanan Hukum bagi Masyarakat
  • Perkuat Akses Hukum, Kemenkum Riau Genjot Pendampingan JDIH ke Pemda, DPRD dan Kampus
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Hadapi Potensi Bencana, BPBDPK Riau Rapatkan Barisan Damkar se-Provinsi
    02 Gibra Hazell Alvaro, Atlet Muda Riau Ukir Prestasi di Panggung Padel Internasional
    03 Gratis! Kemenkum Riau Gandeng BNI Daftarkan Hak Cipta Pelaku Kreatif dan UMKM
    04 Perkuat Akses Keadilan, Kemenkum Riau dan Kejati Riau Bangun Sinergi Layanan Hukum bagi Masyarakat
    05 Perkuat Akses Hukum, Kemenkum Riau Genjot Pendampingan JDIH ke Pemda, DPRD dan Kampus
    06 Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat
    07 Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat
    08 Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana
    09 Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas
    10 Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
    11 Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
    12 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    13 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    14 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    15 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    16 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    17 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    18 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    19 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    20 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    21 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    22 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat