Selama Pandemi Covid-19, Plt Gubernur Kepri Minta PLN tak Lakukan Pemutusan Listrik
Kamis, 11 Juni 2020 - 20:31:49 WIB
SULUHRIAU, Kepri - Plt.Gubernur Kepulauan Riau H. Isdianto meminta kepada GM UP3 PLN Tanjungpinang Suharno untuk tidak melakukan pemutusan aliran listrik pelanggan selama pandemi Covid-19 ini.
Hal itu disampaikan Isdianto Kamis, (11/6/2020). Dikatakan, kalaupun pelanggan menuggak, pemutusan tidak boleh dilakukan, karena ini keadaan ekonomi masyarakat saat pandemi Covid-19 susah.
Selain itu, Isdianto juga meminta keringanan lainnya seperti kebijakan membayar dengan cara menyicil bagi yang tagihannya terlalu besar.
Yang terpenting kata, Isdianto, agar pihak PLN lebih transparan dalam menghitung tagihan para pelanggannya. Sehingga tidak sampai menimbulkan keresahan di tengah masyarakat yang ditakutkan memancing masyarakat bertindak kurang percaya dan anarkis nantinya.
“Saya amati beberapa hari ini beritanya tentang PLN terus. Dan semuanya aduan masyarakat tentang tagihan yang membengkak. Coba jelaskan kepada masyarakat, apakah itu bisa dipertanggungjawabkan atau tidak,†kata Isdianto mengutip yang disampaikannya langsung saat menerima audiensi pihak PLN, Rabu (10/6/2020) di ruang kerjannya, Dompak, Tanjungpinang.
Pihak PLN saat itu mengatakan, kenaikan tagihan merupakan perintah dari pusat. Namun, Isdianto menegaskan jika alasa itu kurang bisa diterima karena belum pernah ada sosialisasi ke masyarakat.
Oleh sebab itu Isdianto meminta agar pihak PLN juga segera melakukan sosialisasi seluas-luasnya kepada masyarakat.
Selanjutnya, menegaskan agar kenaikan tagihan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan oleh PLN terhadap pelanggannya, termasuk menyangkut rumah kosong yang tetap ditagih pembayaran agar uangnya dikembalikan kepada masyarakat.
“Saya minta, jika ada rumah kosong dan tetap tertagih agar uangnya dikembalikan lagi. Kemudian harapan saya dimasa covid ini, walaupun masyarakat telat membayar, tidak ada pemutusan oleh PLN. Kalaupun ada yang tagihannya terlalu besar supaya bisa dicicil. Intinya marilah kita jaga kondusifitas daerah kita ini, berikan pelayanan yang baik dan jangan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat,†ujar Isdianto.
Menyikapi permintaan Plt. Gubernur ini, Manajer UP3 PLN Tanjungpinang Suharno yang didampingi beberapa stafnya mengangguk menyetujuinya.
Suharno juga mengaku sedang bersiap untuk melakukan sosialisasi seluas-luasnya terkait kenaikan tagihan rekening listrik bagi pelanggannya. Dan sudah membuka posko pengaduan untuk hal ini.
“Langkah kami selanjutnya akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat pak. Dan kita juga sudah membuka posko pengaduan saat ini,†kata Suharno.
Tampak hadir mendampingi Plt. Gubernur dalam kesempatan ini Asisten I Raja Ariza, Asisten II Syamsul Bahrum dan jajaran kepala OPD terkait.
Raja Ariza dalam kesempatan itu juga meminta kepada pihak PLN agar kantor pemerintahan yang ada di Tanjungpinang tidak sampai mengalami pemadaman, karena sangat berpengaruh dengan kinerja pegawai.
Menyangkut kebutuhan beban daya sebesar 75 MW di Tanjungpinang dan Bintan, sementara pihak PLN hanya memiliki cadangan daya sebesar 25 MW. Hal ini menurut Raja Ariza agar mendapatkan perhatian secara khusus.
“PLN harus memiliki beckup yang cukup. Usahakan kalau bisa listrik di kantor Pemerintahan jangan sampai mati,†pungkasnya. (Adv, HPK/Jks)
Komentar Anda :