Selasa, 18 Agustus 2026 Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat | Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat | Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana | Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas | Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti | Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
 
 
☰ Peristiwa
Produk Ikan Kaleng Bantuan Pemkab Meranti Ditemukan Belatung Ditarik dari Peredaran
Jumat, 29 Mei 2020 - 12:54:10 WIB

SULUHRIAU,  Meranti- Ikan kaleng bantuan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti dan tidak adanya izin edar dari produk tersebut, kini sudah ditarik dan diganti. Hal ini bagian dari tanggapan pemerintah dan pihak terkait dari keresahan masyarakat atas masalah ini.

Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3APPKB) Kepulauan Meranti sebagai leading sektor dan koordinator pembagian Sembako bersama Koperasi Cahaya Indo Nusa selaku distributor langsung bergerak cepat untuk menarik dan menggantikannya dengan produk ikan kalengan merek lain, Jumat (29/5/2020).

Kepala Dinsos P3APPKB Kepulauan Meranti, Agusyanto Bakar didampingi PPTK, Ferry  mengklarifikasi adanya temuan tersebut kepada awak media.

Ferry selaku PPTK awalnya mengaku terkejut jika adanya temuan ulat didalam kemasan ikan kalengan bermerek Poh Sung dan pihaknya langsung melakukan penarikan terhadap produk tersebut dan dia pun langsung meminta kepada distributor untuk menggantinya.

"Dari 6000 paket tidak ada masalah, namun adanya tambahan 400 inilah ditemukan sedikit masalah, dimana ada  merek ikan kalengan yang berbeda dari sebelumnya dan itupun bisa kami pastikan hanya 75 kaleng saja. Saya juga kaget, tapi setelah berkoodinasi dengan pihak desa dan ada itikad baik dari distributor kita makanya barang ini segera kita tarik dan sudah diganti," kata Ferry, Kamis (28/5/2020) sore.

Dikatakan Ferry, walaupun sebelumnya ada penambahan paket, pihaknya tidak mendapatkan konfirmasi awal dari distributor terhadap adanya pengganti merek produk ikan kalengan, sehingga dia mengaku baik-baik saja.

"Saya tidak tahu ada barang yang diganti mereknya, saya juga tidak bisa mengecek karena barangnya sudah tertumpuk banyak dan sebelumnya juga tidak ada masalah, dan saya juga belum tahu jika merek ini sudah ada rekom BBPOM ditarik peredarannya dari pasaran," ungkap Ferry.

Terhadap pengadaan barang ini, Ferry juga mengaku pihaknya sudah berkoordinasi sebelumnya dengan pihak terkait dalam hal ini Disdagperinkop.

"Kita sudah berkoordinasi dengan Disdagperinkop terkait masalah harga, namun tidak sampai kepada quality control," ujarnya.

Kepala Dinsos P3APPKB Kepulauan Meranti, Agusyanto Bakar menambahkan pihaknya akan mengevalusi terhadap temuan ini agar tahapan kedepannya lebih baik lagi.

"Kalau untuk bantuan covid-19 ini sifatnya fleksibel, jadi kalau misalnya ada kesalahan maka kita akan evaluasi sambil berjalan agar kedepannya lebih baik lagi. Untuk tahap kedua nanti kita akan rembuk ulang apakah makanan yang cepat busuk ini kita ganti dengan makanan yang siap saji dan menyehatkan," kata Agusyanto.

Sementara itu, kepala Koperasi Cahaya Indo Nusa selaku distributor, Joko Sucahyo mengatakan bahwa pihaknya tidak mengetahui bahwa ikan kalengan tersebut tidak diperbolehkan beredar dan dia juga telah menarik kembali ikan  kalengan tersebut.

"Memang ada setelah kami cek dari 400 ada sekitar 75 kaleng. Jadi begini, dari produk tambahan yang diminta saat itu karena kekurangan jadi kami ambil dari distributor dan tak tau kalau ada yang diluar izin peredaran, tapi ini sudah kita tarik dari peredaran dan diganti dengan produk baru yang izinnya sudah ada dan sudah dibawa ke Desa Lukun barang gantian ini," jelasnya.

Atas keteledoran itu, Joko menyampaikan permohonan maaf dan berjanji kedepan akan lebih hati-hati lagi agar kejadian yang sama tidak terulang lagi.

"Kami mohon maaf kepada masyarakat terutama penerima, kami kurang kroscek. Ini juga jadi pelajaran bagi kami untuk lebih hati-hati lagi kedepannya agar hal seperti ini tidak terulang lagi," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Masyarakat Desa Lukun, Kecamatan Tebingtinggi Timur, Kepulauan Meranti dihebohkan dengan penemuan Ulat Belatung didalam ikan kalengan.

Ikan kalengan tersebut merupakan salah satu dari enam item didalam paket Sembako bantuan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti.

Adapun ikan kalengan Makarel Saus Tomat tersebut diketahui bermerek Poh Sung merupakan produk luar negeri yang dikemas oleh PT Sumber Karya Sejati, Kota Batam, Kepulauan Riau dengan nomor izin edar ML 543929001006,(tmy)




 
Berita Lainnya :
  • Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat
  • Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat
  • Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana
  • Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas
  • Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat
    02 Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat
    03 Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana
    04 Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas
    05 Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
    06 Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
    07 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    08 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    09 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    10 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    11 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    12 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    13 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    14 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    15 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    16 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    17 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    18 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    19 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    20 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    21 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    22 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat