Jumat, 02 Oktober 2026 Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel | Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda | Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi | Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif | Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru | Usai Upacara Hari Kesaktian Pancasula, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Pidato Kebangsaan Via Virtual
 
 
☰ Sosial Budaya
Seperti Apa Kehidupan Dunia Setelah Wabah COVID-19 Berakhir?
Senin, 11 Mei 2020 - 12:21:49 WIB
Foto: getty Images

SULUHRIAU- Pandemi global virus corona telah menyebabkan perubahan besar dalam kehidupan manusia. Para pakar mengatakan akan diperlukan waktu yang lama untuk kembali ke kehidupan normal seperti di awal tahun ini.

Seperti apa perjuangan yang harus kita lalui dan apa yang tidak akan berubah?

Dua belas wartawan BBC memaparkan pandangan mereka.

1. Kita semakin bergantung pada teknologi


Wartawan Teknologi BBC, Zoe Kleinman melihat masyarakat akan semakin bergantung pada teknologi setelah pandemi virus corona berkurang. Mulai dari Zoom sampai ke WhatsApp group, platfrom digital menjadi satu-satunya cara bekerja bagi kebanyakan orang, selain untuk berolah raga, mendapatkan pendidikan dan menikmati hiburan.

Batasan antara rumah dan pekerjaan akan semakin kabur.

Dia mengatakan bahwa kita perlu semakin berhati-hati saat memilih medium dan pesan apa yang akan disampaikan. Video conference menjadi hal yang umum.

2. Apa kita akan berhenti membeli pakaian?

Menurut wartawan bisnis Emma Simpson akan terjadi lonjakan penjualan setelah karantina wilayah untuk membendung Covid-19 berakhir karena toko-toko akan menurunkan harga.

Tetapi ini kemungkinan hanya akan berlangsung sementara waktu jika banyak orang mengalami pemutusan hubungan kerja atau PHK.

Keberlangsungan dunia fashion akan sangat bergantung pada orang-orang yang memang memiliki sisa uang untuk dibelanjakan.

3. Apakah jam sibuk akan hilang?


Editor Bisnis BBC, Simon Jack mengatakan berbagai langkah darurat yang terpaksa dilakukan sejumlah perusahaan akan membentuk cara berpikir masa depan.

“Apakah kita tetap memerlukan kantor besar di pusat kota, di mana para staf bergantung pada sarana perhubungan yang sesak?"

Kerja di rumah diperkirakan dapat menghilangkan jam-jam sibuk.

Pegawai akan meminta lebih banyak fleksibilitas, fasilitas dan keamanan kerja.

Perusahaan akan mulai menyimpan dana kontan agar dapat menghadapi krisis di masa depan.

Dana Moneter Internasional (IMF), Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Uni Eropa akan didesak untuk meningkatkan kegiatannya.

4. Tiket pesawat akan lebih mahal

Wartawan transportasi Tom Burridge mengatakan bahwa sebagian maskapai penerbangan kemungkinan tidak akan dapat bertahan karena pandemi global virus corona.

Pandemi juga akan membuat bisnis dan orang-orang memiliki lebih sedikit uang untuk membeli tiket pesawat.

Pasar penerbangan yang lebih kecil berarti akan menyebabkan terjadinya peningkatan harga tiket. Kursi di bagian tengah pesawat direncanakan akan dikosongkan demi keselamatan.

Jumlah orang yang menggunakan kereta dan kereta bawah diperkirakan akan lebih rendah.

Akan semakin banyak warga yang bersepeda dan mengendarai motor listrik.

5. Belajar online


Branwen Jeffrys, editor pendidikan BBC mengatakan lebih dari 90% anak-anak tidak belajar di ruang kelas setelah wabah virus corona berakhir dan pengajaran di internet akan semakin meningkat.

Sebagian remaja miskin Inggris akan dipinjamkan laptop oleh kementerian pendidikan. Tetapi jalan keluar jangka panjang untuk mengatasi ini perlu segera ditemukan.

China daratan dan negara-negara lain akan mengurangi jumlah warganya yang berkuliah di Inggris.

Warga Inggris sendiri akan menunda atau membatalkan pendidikan universitas.

6. Bahan bakar ramah lingkungan?

Editor lingkungan David Shukman mengatakan, karantina wilayah virus corona menyebabkan kita merasakan dunia yang lebih ramah lingkungan.

Jadi apa yang akan terjadi kemudian?

Pertama, dunia akan mengurangi "kegilaan" terhadap bahan bakar fosil, setelah krisis perbankan. Meskipun pemerintah memandang ini adalah cara untuk membangkitkan ekonomi.

Kemungkinan kedua adalah perbaikan ekonomi yang lebih berkelanjutan, di mana kebijakan yang ada lebih mendorong masa depan.

Kita akan mengurangi penggunaan karbon, meningkatkan energi terbarukan, efisiensi transportasi umum dan energi rumah tangga.

7. Perubahan besar-besaran olahraga


Natalie Pirks wartawan olahraga mengatakan bahwa akan terjadi perubahan besar-besaran pada olahraga setelah wabah virus corona berakhir.

Penjarakan sosial akan menjadi masalah besar yang dihadapi badan pengelola olahraga. Bagaimana penjarakan sosial diterapkan di olahraga yang sangat intens dengan kontak fisik seperti rugbi misalnya?

Musim pertandingan Liga Primer Inggris sekarang saja sudah terkatung-katung.

Resesi ekonomi sudah pasti akan mempengaruhi bisnis ini selama bertahun-tahun, misalnya terkait dengan biaya transfer, gaji, hak siar dan bonus uang.

Jutaan penggemar tidak akan lagi menonton pertandingan dengan cara yang sama.

8. Bioskop dan teater akan bertahan?


Editor seni Will Gompertz mengatakan, sebagian orang berpikir dunia seni Inggris akan semakin berkembang, selama orang tetap ingin berbagi pengalaman dan menyukai acara yang menghibur.

Bioskop, teater, tempat konser, museum dan galeri akan dipenuhi kreativitas pekerja seni.

Tetapi kelompok yang pesimis khawatir tempat-tempat yang sebelumnya memberikan bakat-bakat baru akan hancur karena pengetatan anggaran.

Gompertz memperkirakan perubahan dari masa karantina wilayah ke tempat seni yang ramai tidak akan segera terjadi.

Penjarakan sosial kemungkinan besar akan membatasi kegiatan seni. Produser tetap harus mempersiapkan dan merampungkan produksinya, tetapi akan terdapat pembatasan jumlah awak film dan TV yang membuat produksi baru.

Dia memperkirakan sektor seni dan hiburan bukan hanya akan membuat kita terhibur dan terpuaskan secara intelektual, kegiatan ini malahan juga akan menjadi pelopor kebangkitan masyarakat.

9. Apakah kita akan tetap saling membantu?


Wartawan masalah keluarga Mark Easton mengatakan bahwa karantina wilayah dipandang sebagian pihak melahirkan perasaan kekeluargaan antartetangga. Hal itu dipandang tetap akan berlangsung setelah lockdown dicabut.

Tetapi di pihak lain, pembatasan karantina wilayah juga dapat membuat kita memendam ketidakpuasan, yang ketika direalisasinya akan memicu berbagai kemarahan, rasa saling menyalahkan dan balas dendam.

Yang jelas masalah ekonomi akan membebani hubungan sosial.

10. Kesejahteraan sosial tetap harus diperhatikan

Wartawan masalah sosial Alison Holt mengatakan bahwa krisis kesejahteraan sosial di Inggris semakin memburuk seperti yang telah diperingatkan oleh banyak orang.

Penduduk yang menua, kekurangan dana yang sudah berlangsung bertahun-tahun, gaji yang rendah, kekurangan staf dan kegagalan reformasi sistem.

Kita dapat memilih untuk mengakui, menghargai dan mendanai sistem terpadu, atau kita akan kembali melupakan pentingnya kesejahteraan sosial.

11. Perdagangan dunia akan selamat


Wartawan perdagangan global Dharshini David mengatakan wabah virus corona telah mengungkapkan ketergantungan dunia pada AS, China dan Jerman.

Sebelum terjadinya krisis Covid-19, perang dagang Amerika Serikat (AS)-China telah mengancam kemajuan globalisasi.

Akan terjadi pemikiran ulang terkait dengan produk-produk “strategis” yang menentukan keberlangsungan hidup sebuah bangsa.

Tetapi kunci dari perbaikan keadaan sebenarnya adalah penciptaan lapangan kerja dan penurunan biaya hidup.

12. Wabah tidak mengakhiri ketegangan dunia

Wartawan pertahanan Jonathan Marcus mengatakan Meski ketegangan geopolitik tetap ada, pandemi global virus corona menciptakan prioritas baru. Wabah kembali menunjukkan masalah dunia harus diselesaikan secara global.

Tetapi pandemi juga menunjukkan berbagai pemerintah memang lebih mementingkan kepentingan nasional.

Organisasi multinasional memperlihatkan kinerja yang buruk.

Uni Eropa memang telah meminta maaf kepada Italia karena kurangnya dukungan yang diberikan. Sementara Trump menyerang WHO karena dipandang terlalu dekat dengan China.

Sumber: BBC News Indonesia, Okezone.com
Editor: Jandri





 
Berita Lainnya :
  • Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel
  • Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda
  • Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi
  • Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif
  • Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel
    02 Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda
    03 Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi
    04 Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif
    05 Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru
    06 Usai Upacara Hari Kesaktian Pancasula, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Pidato Kebangsaan Via Virtual
    07 Prabowo Lantik Suyudi Jadi Kapolri, Listyo Sigit Bergeser ke KSP, Ini Daftar Lengkap Posisi Pejabat
    08 Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian
    09 Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
    10 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    11 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    12 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    13 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    14 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    15 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    16 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    17 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    18 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    19 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    20 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    21 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    22 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat