Tak Ditampik, Lurah Nonjob Ada Kaitan RT/RW Menolak Sembako Covid-19
Rabu, 06 Mei 2020 - 18:20:40 WIB
SULUHRIAU, Pekanbaru- Selasa (5/5/2020) Pemko Pekanbaru melakukan mutasi pada 15 pejabat. Diantaranya, diantaranya ada dua lurah yang nonjob.
Menanggapi soal mutasi ini, Walikota Pekanbaru Firdaus, MT mengatakan, Ia tidak ingin mempertahankan pejabat yang tidak bisa bekerja dengan baik.
"Jangankan lurah, camat juga bakal saya copot jika tidak mampu menjalankan tugas. Persoalan sembako ini harusnya pak lurah dapat berkomunikasi yang baik, menjelaskan apa yang sebenarnya kepada RT dan RW mereka," tegas Walikota Firdaus, Rabu (6/5/2020)
Pejabat yang dinilai tidak bisa berkomunikasi dengan baik terkait pembagian sembako untuk masyarakat yang terdampak Covid-19, sehingga menimbulkan masalah di tengah masyarakat.
Dua Lurah yang nonjob itu merupakan kelurahan yang di tingkat RT/RW sempat menolak paket sembako bansos Pemko Pekanbaru yaitu, Kelurahan Sialang Munggu dan Kelurahan Simpang Baru, Kecamatan Tampan.
Walikota mengatakan, jika ada komunikasi baik antara lurah dan perangkat RT dan RW tidak akan terjadi penolakan sembako. Karena dari 83 kelurahan yang ada di Pekanbaru, hanya tiga kelurahan yang menolak sembako.
BACA JUGA: 15 Pejabat Pemko Dilantik Dimasa Covid-19, Sekda: Jangan Sok Hebat!
"Jika komunikasi baik, tidak mungkin terjadi seperti ini. Nyatanya yang nolak itu cuma tiga dari 83 kelurahan. Ini kan nampak komunikasi yang kurang baik antara lurah ke RT/RW-nya. Jadi, kalau soal dicopot karena itu, jelas ada," katanya.
BACA JUGA: Data tak Sesuai dengan yang Diajukan, Forum RT RW Simpang Baru Tolak Bantuan Covid-19 dari Pemko
Seperti diberitakan, pejabat lurah yang nonjob adalah antara lain, Lurah Simpang Baru dan Lurah Sialang Munggu. (jan)
Komentar Anda :