Jumat, 02 Oktober 2026 Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel | Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda | Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi | Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif | Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru | Usai Upacara Hari Kesaktian Pancasula, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Pidato Kebangsaan Via Virtual
 
 
☰ Sosial Budaya
Sebuah Catatan
Ketika Corona Mengubah Segalanya
Jumat, 10 April 2020 - 13:53:48 WIB
Khairullah

BERBAGAI fenomena terjadi di tengah pandemi virus corona (covid-19) yang telah mendera belahan dunia, termasuk Indonesia sejak hampir dua bula ini.

Wabah Corona ini telah mengubah tatanan sosial dan kebiasaan hidup sehari-hari masyarakat, tentu saja bukan hanya di kota, melainkan sampai ke pelosok desa dimana negeri diserang virus yang mematikan ini.

Dengan kebijakan social distancing  (menjaga jarak) ataupun physical distancing dan bahkan sekarang diterapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) [di daerah episentrum covid-19-read] mengharuskan kita berdiam di rumah (stay at home) serta bekerja di rumah atau work from home (WFH) hingga beberapa waktu ke depan.  Suka atau tidak suka, mau atau tidak mau harus dipatuhi demi memutus penyebaran virus corona lebih luas, sehingga negeri ini pulih dari virus yang awalnya berasal dari Wuhan China ini.

Di tengah wabah ini, berbagai fenomena di tengah masyarakat, ada yang mengharukan, ada yang menyedihkan. Namun ada pula membuat kita kesal dan miris serta memberikan pesan dan kesan penuh hikmah yang bisa dipetik.

Tidak sedikit dampak pandemi corona ini juga pada ekonomi,  banyak masyarakat terpental ke jurang kemiskinan karena dunia usaha banyak tak bergerak dan mati suri.

'Drama' kehidupan sosial di tengah 'badai' corona juga tidak bisa  dielakkan, jika sebelumnya tenang-tenang saja, kini ada kekhwatiran. Kalau ada warga yang meninggal dalam kondisi saat ini, untuk melayatpun, tetangga dan kerabat juga merasa was-was, kendati yang meninggal tidak ada riwayat covid-19. Tapi begitulah.

Perubahan kebiasaan sosial di tengah masyarakat, hingga sendi-sendi interaksi sosial di perumahan atau di pemukiman masyarakat juga sangat terasa, mulai dari kebiasaan masyarakat perumahan ngumpul dan konkow-konkow, hingga rutinitas  peribadatan keagamaan di rumah ibadah--yang sebelum wabah covid-19 ini merebak, juga terjadi perubahan drastis--yang mungkin tidak terbayangkan oleh kita sebelum ini.

Di pemukiman perumahan, lorong-lorong komplek perumahan juga terasa sepi, karena banyak yang berkurung di dalam rumah sebagaimana anjuran pemerintah.

Atas dasar kesadaran bersama, warga juga membersihkan sarana fasilitas sosial seperti rumah ibadah mesjid dan mushalla serta rumah ibadah umat lainnya dengan bergotong-royong membersihkan dan menyemprot disinfektan,  menyediakan sabun ataupun hand sanitizer serta mengguling sejadah rumah ibadah dan tidak lagi dibentang untuk shalat lima waktu dalam upaya mencegah penyebaran covid-19 yang mendera saat ini.

Jika pun ada rumah ibadah di daerah-daerah tertentu dibuka untuk shalat lima waktu, jamaahpun dianjurkan membawa sejadah setiap kali shalat lima waktu. Fenomena ini terlihat nyata di tengah corona.'Lima waktu menyandang sejadah'. Ini bukan cerita Film "Cinta di Atas Sejadah" atau "Cinta Berkalung Sorban". Tetapi inilah salah satu dampak corona bagi negeri ini.

Bahkan,  lebih miris lagi, Ramadhan tahun ini (1441 H/2020) bakal terasa 'hambar' tidak seperti kegembiraan tahun-tahun sebelumnya, dimana lebih banyak interaksi kebersamaan beribadah shalat tarwih (umat muslim) berjamaah di mesjid dan mushalla sebagaimana selama ini. Bahkan berbuka puasa bersama dengan perkumpulan ramai kebiasaan jalinan silaturrahmi juga bakal tidak bisa dilakukan.

Tidak juga bisa berharap banyak dalam menyambut Idul Fitri tahun ini dengan menggemakan takbir, tahlil dan tahmid keliling, bahkan tidak pula bakal ada shalat Idul fitri di mesjid dan di lapangan menggemakan Asma Allah SWT dengan gemuruh di hari nan Fitri itu.

Termasuk tradisi halal bi halal yang sudah mengkrital di masyarakat dengan berkumpul ramai juga  dianjurkan ditiadakan tahun ini. Karena sesuai aturan pemerintah, tidak dibenarkan adanya perkumpulan masa yang ramai. (Sesuai SE Kemenag dan SE Kepala daerah-read)

Namun, bagi umat muslim tentu tidaklah harus menjadikan kondisi ini untuk larut dalam rasa pesimisme,  melainkan moment untuk menguatkan optimisme.
Hari esok diyakini akan lebih baik lagi dari hari kemarin dan hari ini, termasuk rasa optimisme akan menjalani Ramadhan dengan penuh kegembiraan dan kebahagiaan sebagaimana yang didambakan.

Masih ada waktu beberapa hari lagi menjelang ramadhan tiba, tidak ada satu orangpun yang tahu apa yang akan terjadi setelah hari ini. Tidak sulit bagi Allah Swt untuk membalik keadaan ini, termasuk menghilangkan Badai Corona ini.

Kita tetap berharap, pada pengumuman satu hari sebelum Ramadhan oleh pemerintah, semua keadaan ini telah berubah:  "Saat Ramadhan tahun ini mari kita laksanakan ibadah puasa dan qiamul lail serta Idul Fitri seperti biasa". Informasi seperti itulah yang ingin kita dengar dan kita dambakan.

Aamiin Ya Robbal Alamin .Hanya kepada Allah SWT kita berserah diri. Semoga*

Oleh: Khairullah
[Wartawan Suluhriau.com]




 
Berita Lainnya :
  • Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel
  • Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda
  • Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi
  • Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif
  • Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel
    02 Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda
    03 Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi
    04 Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif
    05 Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru
    06 Usai Upacara Hari Kesaktian Pancasula, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Pidato Kebangsaan Via Virtual
    07 Prabowo Lantik Suyudi Jadi Kapolri, Listyo Sigit Bergeser ke KSP, Ini Daftar Lengkap Posisi Pejabat
    08 Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian
    09 Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
    10 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    11 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    12 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    13 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    14 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    15 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    16 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    17 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    18 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    19 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    20 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    21 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    22 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat