Kamis, 01 Oktober 2026 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
 
 
☰ Kesehatan
Opini
'Cowboy' Virus Corona (Covid-19)
Minggu, 05 April 2020 - 09:06:56 WIB

MEREBAKNYA berita virus Wuhan China awalnya dianggap asing oleh masyarakat, namun begitu WHO sebagai organisasi kesahatan dunia meliris virus corono dengan sebutan Covid 19 sebagai pandemi global, maka Covid 19 menjadi seksi, sehingga menjadi tranding topic  pemberitaan diberbagai media massa dan media sosial tidak hanya itu, covid 19 menjadi topik diskusi informal dikalagan masyarakat baik di tempat mewah maupun dipojok warung tempat nonggrong kaum kelas awam.
Keberadaan covid 19 atau lebih akrab disapa dengan Virus Corona, laksana legenda cowboy di Amerika atau Spayol.

Cowboy digambarkan sebagai sosok laki-laki yang memiliki skill multi telenta sebagai pengembala diperternakan yang dapat diandalkan. Sosok cowboy dinilai tidak saja sangat berjasa dalam melindungi kepetingan pemilik ternak, tetapi cowboy juga digambarkan sosok laki-laki penjahat, kejam dan sikma jahat lainnya. kedatangan cowboy membawa kebahagiaan dan ketakukan bagi masyarakat sehingga makna cowboy sangat tertaut dengan untuk apa serta  kepentigan siapa. 

Berbagai rumor dan meme mengenai covid 19 bertebaran dalam masyarakat, mulai dari meme-rumor tik-tok sampai rumor ekonomi dan politik.  Rumor dan meme tersebut merupakan bentuk ekspresi masyarakat dalam mensikapi covid 19. Disamping itu rumor dan meme itu lahir sebagai penjewantahan masyarakat terhadap kesimpang siuran informasi yang mereka terima.
Sebagai orang awam, masyarakat mewujudkan sikap dan perilaku mereka dalam menyambut kedatangan virus corona (covid 19) dihubungan antara informasi yang mereka terima dengan apa yang mereka hadapi dalam dunia realitanya, bagi mereka covid 19 bukan sesuatu yang di takuti dikala covid 19 di hadapkan dengan persoalan hidup mereka. Disaat covid 19 itu datang maka di sambut dengan guyonan (candaan).

Candaan social kelas menengah kebawah ini bukanlah candaan yang dilakukan secara ikhlas, tetapi candaan sebagai bentuk pengalihan perhatian diri mereka di kala mereka dihadapkan kepada pilihan antara ketakutan dan kelangsungan hidup. Mereka dihadapkan kepada situasi yang sulit, namun mereka tidak mendapatkan sebuah pegangan yang kuat. Sosial kelas menengah ke bawah ini ibaratkan sedang hanyut dalam derasan air mbah, sehingga mereka memegang apa saja yang dapat dipegang walaupun yang dipegang itu rumput yang rapuh.

Meskipun pegangan rapuh itu tetapi bagi mereka hal itu mengandug harapan sesaat.

Sementara itu kedatangan covid 19 dikalangan intelektual, disampung sebagai data yang mengandung informasi. Covid 19 ibarat sederatan data-data yang dapat diolah selanjutnya akan kemas secara ilmiah, logika, masuk akal dan sebagainya, sehingga hasil olahannya dapat menjadi bahan yang layak dijual untuk memenuhi kepuasaan para pemerhati covid 19.

Disisi lain, kehadiran Covid 19 ini bagai oknum-oknum politisi, kehadiran sosok tentara Allah Swt yang tak kasat mata ini dipandang sebagai onggokan kembang api yang disangat menarik perhatian masyarakat apabila mampu di kemas dengan apik (cantik dan menarik) .

Implementasi diwujudkan dengan berbagai skanario politik, ketengan, konsepotor, pro rakyat atau dalam kontek pencitraan lainnya, tanpa memperdulikan apa kata orang lain.

Bagi mereka yang menganggap covid 19 sebagai amunisi pencitraan, maka komoditi covid 19 ini harus dipelihara dengan seksama, agar tidak menjadi komoditi yang blunder. Sebagai komoditi politik, covid 19 selalu di kemas mejadi komoditas popular, artinya keberadaan covid 19 harus selalu menjadi trandig topic melalui pesan-pesan keberpihakan meskipun pesan itu harus selalu berganti nama.

Berbagai wacana digulirkan bahkan agak miris ada pesan wacana mengandung inkonsistenan., malahan dinilai apa yang diwacanakan para pihak-pihak tertentu tidak nyampung dengan apa wacana yang ada dalam masyarakatnya, sehingga wacana itu enak di dengar sulit dicerna serta di realisasikan oleh sosial menengah ke bawah, dalam bahasa kampung disebut, 'iyokan di uwang lalun yang di awak' maksudnya, (seakan-akan setujui saja apa yang inginkan orang lain tetapi lakukan apa yang sudah diptuskan walupun tidak sejalan dengan orang lain).

Akan tetapi di sisi lain bagi mereka yang ikhlas melayani masyarakat, maka lebih awal menyusun perencaan bagaimana menghadapi kehadiran Covid 19 ini, namun anehnya sikap demikian dianggap sebagai pencuri star, pelakor politik, bahkan di anggap bertindak telah melampaui batas kewenangan.

Dari berbagai rumor dan meme Covid 19 yang berkeliaran di tengah masyarakat mengandung serba ketidakpastian kecuali hanya kecemasanlah yang mejadi kepastian itu sendiri, hal ini menimbulkan pertanyaan,  Cowboy apa dan siapa Covid 19 ini?

Jawabannya Covid 19 adalah Cowboy pelakor, karena keberadaan cowboy itu tidak terlepas dari sumbangsih tuan pemilik ternak. Kata lain cowboy itu ada kerena adanya pemilik ternak yang lebih kuat dari cowboy itu sendiri. Wallohua'lam.

Oleh: DR. Elfiandri. M.Si
Penulis Adalah Dosen Komunikasi UIN Suska Riau





 
Berita Lainnya :
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    02 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    03 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    04 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    05 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    06 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    07 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    08 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    09 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    10 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    11 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    12 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    13 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    14 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    15 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    16 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    17 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    18 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    19 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    20 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    21 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    22 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat