Selasa, 18 Agustus 2026 Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat | Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat | Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana | Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas | Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti | Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
 
 
☰ Metropolis
Alasan Geisha Panama Jadi Kopi Termahal di Dunia
Minggu, 16 Februari 2020 - 21:11:53 WIB

SULUHRIAU- Bagi sebagian orang, secangkir kopi adalah ritual wajib tiap pagi. Namun jika bicara kopi Geisha Panama, tampaknya Anda harus berpikir dua kali sebelum menjadikannya ritual wajib. Sebab kebiasaan ini lumayan menguras kantong.

Pasalnya kopi yang pertama kali ditanam di Gesha, Ethiopia ini dibanderol dengan harga Rp14,4 juta per 450 gram. Bisa dibayangkan, jika memakai rasio 12 gram, secangkir nilainya bisa lebih dari Rp350.000. Tak heran pada 2019 kopi Geisha Panama diklaim berpredikat sebagai kopi termahal di dunia.

Salah satu kedai kopi di Tangerang sempat menjajal menjual Geisha Panama. Secangkirnya dihargai Rp100.000. Tapi kini, kedai kopi tersebut sudah tutup.

Geisha merupakan varietas kopi. Sebagaimana typica, bourbon atau juga caturra. Dan kopi Geisha ini sebenarnya juga tak hanya tumbuh di Panama. Menurut Willford Lamastus, dari Elida Estate--penghasil Geisha--varietas kopi ini juga bisa ditemukan di Costa Rica, Colombia, Brasil juga Hawaii.

Akan tetapi, mengapa Geisha Panama harganya selangit?

Biji kopi Geisha Panama selalu memperoleh nilai tinggi dari Speciality Coffee Association (SCA). Organisasi inilah yang menetapkan standar dan penilaian terhadap kopi-kopi dari berbagai belahan dunia.

Melansir dari Home Grounds, SCA menggunakan skala penilaian hingga 100 poin. Geisha Panama selalu memperoleh poin di atas 90. Hal ini pun diakui oleh Bo Thiara, pemilik kedai kopi kenamaan di San Francisco.

"Seperti wine, skala hingga 100, kopi ini mendapat peringkat terbaik," ujar dia seperti dikutip dari Home Grounds.

Kemudian, soal lokasi penanaman kopi. Secara letak geografis, Panama seolah jadi hak istimewa buat petani kopi. Daratannya sempit sehingga memungkinkan kedekatan dua laut yakni Pasifik dan Karibia ditambah benturan angin dari arah berlawanan.

Selain itu, komposisi tanahnya pun berupa tanah vulkanis dengan iklim Chiquiri. Jenis iklim di mana kondisi arus dingin yang turun dari utara dan arus panas dari selatan. Pelbagai faktor tersebut menyokong tumbuh kembang perkebunan kopi.

Meski dianugerahi lahan pertanian yang menakjubkan, bukan berarti perawatan kopi bakal mudah. Geisha bukan kopi 'gampangan'. Varietas kopi ini termasuk yang sulit tumbuh dan perlu pemeliharaan yang rumit. Ketinggian lahan tanam harus lebih dari 1.600 meter di atas permukaan laut, perlu fotosintesis yang efisien dan, waktu yang tepat untuk panen.

Biji berkualitas tinggi dari tanah penuh berkah tersebut mampu menghasilkan kopi dengan citarasa unik. Citarasanya bisa menyerupai bunga (flowery) atau buah (fruity) bergantung lokasi penanaman.

Sekalipun butuh pemeliharaan yang tinggi, Geisha belum tentu pula menghasilkan banyak biji ketika dipanen. Proses yang pelik ini membuat stok kopi Geisha terbatas, sedangkan permintaan dari pelbagai negara selalu datang.

Sumber: CNNIndonesia.com
Editor: Jandri







 
Berita Lainnya :
  • Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat
  • Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat
  • Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana
  • Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas
  • Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat
    02 Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat
    03 Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana
    04 Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas
    05 Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
    06 Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
    07 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    08 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    09 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    10 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    11 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    12 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    13 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    14 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    15 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    16 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    17 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    18 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    19 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    20 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    21 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    22 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat