Senin, 17 Agustus 2026 Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti | Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap | Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
 
 
☰ Sosial Budaya
Hidup Penuh Keajaiban Seperti Syekh Abdul Qadir Jaelani
Rabu, 12 Februari 2020 - 11:22:12 WIB
Foto Ilustrasi [int]

SULUHRIAU- Dalam hidup kita keajaiban sering terjadi. Tapi yang lebih sering terjadi adalah kejadian yang sewajarnya. Anda sering mengalami keajaiban itu dalam hidup?

Ada kisah unik dari Syeikh Abdul Qadir Jaelani, ulama yang hidup pada abad ke-11 M. Suatu hari beliau dihadang segerombolan perampok. Dia mengatakan dirinya membawa uang sebesar 8 dinar yang dijahitkan ibu di dalam bajunya. Kejujurannya itu rupanya mengilhami pertobatan gerombolan perampok, dan uangnya aman tersimpan meskipun dengan jujur mengatakan dia membawa uang. Itu hanyalah satu kejadian di antara seribu kejadian wajar.

Apakah itu keajaiban? Ada banyak buku yang menceritakan tentang keajaiban, baik yang ditulis pada masa lampau maupun sekarang. Di dalam masyarakat modern ada beberapa kumpulan dokumentasi kejadian aneh yang difilmkan seperti Chicken Soup for the Soul, Believe it or Not dan sebagainya. Buku-buku itu mengajak kita untuk hidup dengan menggunakan cara pandang positif sehingga keajaiban sering muncul dari sudut yang tidak diduga-duga.

Orang kerap mengharapkan keajaiban muncul agar bisa hidup nyaman. Namun sesungguhnya kenyamanan hidup tak akan terasa jika tidak dicapai dengan susah payah. Karena kepuasan terasa ketika kita menyelesaikan satu kewajiban. “Seperti kenikmatan setelah menyelesaikan pekerjaan,” ungkap Ramadhan KH, penyair Tanah Air.

Jadi buat apa mengharapkan keajaiban. Terlalu sering datang keajaiban justru akan mengurangi kenikmatan hidup. Keajaiban itu laksana bonus, akan menyenangkan ketika datang tak terduga, baik pada saat dibutuhkan ataupun tidak.

Saya pernah mengalami hal tersebut dan dalam waktu lama cukup menghabiskan hari-hari saya dengan khayalan akan keajaiban. Dan saya mengatakan pada diri saya bahwa keajaiban adalah penghargaan bagi kerja keras kita dalam kehidupan yang wajar. Jika mengharapkannya maka jalanilah hidup yang wajar, tentunya dengan cara pandang positif.

Hidup sewajarnya justru lebih indah seperti kita melihat kewajaran matahari yang bersinar menghangatkan udara pagi yang dingin. Itulah kewajaran. Kiat ini adalah semangat bukan bersifat teknis. 

Sumber: Islami.co
Editor: Jandri






 
Berita Lainnya :
  • Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
  • Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
    02 Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
    03 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    04 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    05 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    06 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    07 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    08 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    09 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    10 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    11 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    12 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    13 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    14 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    15 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    16 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    17 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    18 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    19 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    20 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    21 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    22 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat