Banyak Warga Bepergian ke Luar Natuna, Bupati Bantah Warganya Eksodus karena Tolak Karantina WNI
Selasa, 04 Februari 2020 - 13:37:52 WIB
SULUHRIAU- Ribuan warga Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau (Kepri), diperkirakan eksodus meninggalkan Kota Ranai, Natuna. Mereka pergi dengan menggunakan KM Bukit Raya di Pelabuhan Selat Lampa.
Rata-rata ingin meninggalkan Natuna, setelah daerah itu ditetapkan sebagai lokasi observasi ratusan WNI dari Wuhan, Cina, seperti dilansir Batamnews.co.id, Selasa (4/2/2020).
Warga Natuna ketakutan penyakit tersebut menyebar di kampung mereka. Bahkan saking paniknya, pemerintah daerah setempat mendadak meliburkan seluruh sekolah di Natuna. Belakangan dianulir setelah ditegur Menteri Dalam Negeri.
Namun sayang, para warga dan anak sekolah sudah keburu meninggalkan Natuna. Gelombang massa pun menggelar demonstrasi penolakan WNI dari Wuhan di Bandara Raden Sadjad Natuna. Hanggar Lanud TNI AU itu didemo berhari-hari.
Hingga kemarin gelombang massa masih terus berdatangan.
"Dalam logika warga awam, jika dinyatakan sehat, kenapa harus diobservasi. Itu hal yang menjadi polemik hingga saat ini," tukas Ardi, salah satu warga di Ranai.
Pemerinta pusat mengaku memberikan jaminan kepada masyarakat Natuna. Sekolah pun batal diliburkan. Namun sayang, surat edaran libur 15 hari sekolah itu ternyata membuat warga di Ranai Kabupaten Natuna, memutuskan mengungsi ke pulau-pulau tempat saudara mereka.
Kebanyakan mereka masih paranoid dengan isu corona yang bisa ditularkan oleh para WNI evakuasi dari Wuhan.
“Kami kan orangtua waswas. Kalau pun tidak diliburkan kami yang larang anak kami sekolah," kata Hendrik, warga Ranai.
Warga ternyata juga sudah kadung siap-siap pergi dari Ranai untuk sementara waktu. "Ada-ada saja pemerintah, udah buat libur, terus dicabut lagi. Mereka udah banyak naik kapal ke pulau lain, eh udah disuruh balik lagi," sebut Udin warga lainnya. Tokoh pemuda Kabupaten Natuna di Ranai, Riky Rinovski membenarkan adanya pergerakan massa yang cukup besar meninggalkan Natuna.
"Mereka naik kapal Bukit Raya dari Tanjungpinang menuju ke Kalimantan yang singgah di Natuna. Dengan adanya wacana Natuna jadi tempat observasi dan ditambah dengan hari libur yang dikeluarkan pemerintah daerah, memantapkan mereka untuk meninggalkan Natuna untuk sementara waktu," ujar Riky.
Bukan Eksodus
Namun, Bupati Natuna Hamid Rizal mengatakan, warga Natuna bepergian ke luar Natuna bukan karena eksodus menolak karantina WNI dari China, tapi untuk merayakan panen cengkeh di Midei, Batam.
Ia mengatakan, Isu ini beredar setelah muncul penolakan sejumlah warga atas keputusan Pemerintah menjadikan Natuna lokasi karantina WNI yang dievakuasi dari Wuhan, China.
Hamid menyebut masyarakat Natuna sudah tenang setelah mendapat sosialisasi dari pemerintah daerah. Akhirnya bisa dipahami bahwa karantina WNI yang baru pulang dari endemis virus korona itu tak akan membahayakan warga Natuna.
Hal ini disampaikan Hamid usai menggelar pertemuan dengan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.
"Eksodus enggak ada," ucap Hamid saat ditemui di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Selasa (4/2/2020).
"Sejumlah warganya memang bepergian ke luar Natuna. Namun hal itu disebut bukan karena eksodus, tapi untuk merayakan panen cengkeh di Midei, Batam," katanya.
"Ada juga yang misalnya di Midei, ada musim cengkeh ya dia ke sana. Ada yang mau pulang, pas ada kapal, mau ke Serasang, Psugi, dia pulang. Jadi tidak ada istilah eksodus, kalau eksodus kosonglah Natuna itu," ucapnya.
Pihaknya juga telah menyiapkan fasilitas kesehatan bagi warga Natuna untuk mencegah virus korona.
"Kita kan sudah setiap puskesmas yang ada di Kabupaten Natuna itu, kita jadikan posko melayani laporan-laporan masyarakat, keluhan-keluhan masyarakat, agar kalau ada yang merasa kurang apa (kurang sehat), itu langsung kita tangani," imbuhnya.
Sumber: Batamnews.co.id ,Okezone.com
Editor: Jandri
Komentar Anda :