Senin, 17 Agustus 2026 Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti | Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap | Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
 
 
☰ Ekbis
Dilema Pemilik Motor Bekas Banjir: Mau Servis Mahal, Dijual Anjlok
Jumat, 10 Januari 2020 - 10:35:33 WIB

SULUHRIAU- Banjir yang menggenangi Jakarta dan sekitarnya pada malam pergantian tahun, membuat banyak sepeda motor tenggelam hingga mengakibatkan mesin rusak.

Hal itu membuat sebagian pemilik bingung, antara membawanya ke bengkel, atau langsung menjualnya saja.

Bukan menjadi rahasia umum lagi, jika kerusakan kendaraan yang diakibatkan rendaman banjir memerlukan banyak biaya untuk memperbaikinya. Sebab, bukan hanya satu atau dua komponen saja yang perlu diganti, namun separuh bahkan hampir menyeluruh. Setidaknya hal itu yang diungkapkan salah seorang pedagang motor bekas.

“Iya, pastinya mahal. Karena kalau motor abis terendam banjir, kita perlu menguras bensin, radiator, oli, dan lainnya. Misal itu matik, biasanya juga ada perbaikan di komponen CVT, belum lagi kalau ada kerusakaan di bagian kelistrikan, kan lumayan juga,” ujar pemilik diler motkas Tirta Motor di bilangan Bekasi Barat, Dul Ahmadi kepada 100KPJ, Kamis (9/1/2020).

Ia menambahkan, dengan biaya yang cukup besar, bisa jadi sebagian pihak enggan membawanya ke bengkel. Apalagi, saat musim banjir kemarin, permintaan akan perbaikan kendaraan sedang tinggi-tingginya, jadi kemungkinan harga yang dipatok penyedia jasa reparasi itu pun akan naik.

Lantas, apakah lebih baik langsung menjualnya saja ke diler dan pedagang motor bekas? Nyatanya, tidak juga. Dul menyebut, para pedagang tentu tak ingin mengambil risiko dengan menerima tawaran motor eks banjir dari sang pelanggan.

Sebab, jika kerusakannya terlalu parah, beban yang ditanggung pun akan besar. Pihaknya juga pasti akan kesulitan andai ingin menjualnya kembali.

“Saya (sebagai pedagang) kan harus bisa pastikan, konsumen yang nantinya beli, enggak menyesal. Tapi saya bilang, setelah diperbaiki, motor bekas banjir itu pasti bisa kembali normal, jadi jangan takut,” kata dia.

"Tapi kan biaya (perbaikannya) emang enggak sedikit, apalagi yang (mesinnya) benar-benar enggak hidup. Jadi prinsipnya, kalau saya ngelempar harga dan orang yang pengen jual enggak mau, ya enggak masalah," kata dia menambahkan.

Kenyataan tersebut pun memunculkan dilema di benak para pemilik kendaraan bekas kebanjiran. Jika ingin diperbaiki ke bengkel, biayanya tak sedikit. Lantas jika ingin menjualnya ke diler motkas, pasti akan sedikit sulit, belum lagi harga yang ditawar pun pasti jauh lebih rendah.

Dul mengingatkan, sebelum mengambil keputusan dari dua pilihan tersebut, ada baiknya jika melakukan beberapa pertimbangan.

Misalnya, jika usia motor masih muda—artinya belum lama dibeli dan kerusakannya hanya sepele, sebaiknya bawa saja ke bengkel. Namun, jika motor itu sudah cukup tua, dan biaya reparasi terlalu tinggi, menjualnya ke pedagang tak ada salahnya. (vvc, jan)




 
Berita Lainnya :
  • Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
  • Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
    02 Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
    03 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    04 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    05 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    06 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    07 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    08 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    09 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    10 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    11 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    12 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    13 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    14 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    15 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    16 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    17 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    18 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    19 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    20 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    21 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    22 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat