Datang ke Natuna, Presiden Temui Nelayan dan Serahkan Sertifikat Tanah ke Masyarakat
Kamis, 09 Januari 2020 - 07:59:30 WIB
SULUHRIAU, Natuna – Presiden RI Jokowidodo (Jokowi) kunjungan kerja ke Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Rabu (8/1/2020).
Dalam kunjungan kerja tersebut, Jokowi menemui para nelayan di SKPT Selat Lampa Kecamatan Bunguran Selatan, Natuna untuk berdialog, sekaligus meninjau jajar kapal.
Selesai berdialog dengan para nelayan Natuna, Jokowi melanjutkan agenda keduanya yaitu menyerahkan sertifikat tanah kepada masyarakat Natuna, bertempat di kantor Bupati Natuna Jl. Batu Sisir Bukit Arai.
Kegiatan penyerahan sertifikat tanah ini, merupakan agenda terakhir dalam kunjungan kerja kali ini sebelum kembali ke Jakarta.
Presiden Jokowi mengatakan bahwa Masih ada sekitar 15 ribu sertifikat tanah yang harus diberikan kepada masyarakat.
Bagi yang mendapatkan sertifikat tersebut merupakan warga yang beruntung, karena telah memegang sertifikat tanah, ini merupakan hak bukti hukum atas tanah yang dimilki.
Dikatakannya bahwa, penyerahan secara langsung olehnya sertifikat tanah kepada masyarakat Natuna, agar semuanya tau bahwa Natuna adalah Tanah Air Indonesia. Natuna adalah bagian dari NKRI.
“Jadi, secara defacto dan dejure, Natuna adalah Indonesia, 81 ribu penduduk yang ada di Kabupaten Natuna adalah warga negara Indonesia,†terang Jokowi.
Simbol pemberian sertifikat tanah kepada masyarakat Natuna, menurut Jokowi menunjukkan bahwa hak atas tanah sudah dipegang oleh masyarakat Natuna secara sah.
Jokowi berpesan, kalau sudah pegang sertifikat tanah, dimasukkan kedalam plastik, agar sertifikat tidak rusak, kemudian difoto copy agar punya dukumen cadangan.
Dalam kesempatan itu juga, Presiden Jokowi mengutarakan terkait dengan hal penegakan hukum dilaut Natuna terutama batas ZEE, akan dilakukan penegakan hukum jika terjadi pelanggaran kedaulatan.
“Kita memilik TNI AL, Bakamla, PSDKP dan Polair yang bisa menegakkan hukum terhadapa pelanggaran laut, yang dilakukan oleh kapal-kapal asing masuk kedalam wilayah ZEE kita, melakukan pencurian ikan,â€tegas Jokowi.
Usai penyerahan sertifikat tanah, Presiden Jokowi bersama rombongan bertolak ke bandara Lanud Raden Sadjad Ranai dan kembali ke Jakarta menggunakan pesawat kepresidenan.
Turut mendampingi Presiden dalam kunjungan kerja ke Natuna tersebut , Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala BPN Surya Tjandra, juga turut serta, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Militer Presiden Mayjen Suharyanto, Komandan Paspampres Mayjen Maruli Simanjuntak, Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin, dan Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman.(helim-*)
Komentar Anda :