Buka Rakor KNGI 2019, Bupati Berharap Pemkab Natuna Masuk Destinasi Pariwisata Prioritas
Rabu, 18 Desember 2019 - 20:29:51 WIB
SULUHRIAU, Natuna - Bupati Kabupaten Natuna Abdul Hamid Rizal, membuka rapat koordinasi (rakor) Komite Nasional Geopark Indonesia (KNGI) tahun 2019 di Natuna Hotel, Ranai Darat, Kecamatan Bunguran Timur, Rabu (18/12/2019).
Rakor ini terkait antara lain penyusunan program Geopark tahun 2020-2024. Rakor juga dihadiri oleh Wamen Pertahanan, Sekda Natuna Wan Siswandi, DPRD Natuna, FKPD, OPD dan undangan lainnya.
Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari Rabu-Kamis (18-19/12/ 2019), yang diikuti oleh 94 peserta dari Kementerian, Daerah dan Akademisi.
Dalam sambutannya, Bupati Hamid Rizal mengatakan, Pemerintah daerah melalui tim yang terdiri dari berbagai OPD dan unsur terkait, saat ini sedang mengupayakan agar status Geopark Nasional dapat ditingkatkan yaitu menjadi salah satu Geopark Global Network Unisco yang akan digelar pada tahun 2020 mendatang.
Dikatakannya, hal tersebut merupakan salahsatu upaya pemerintah ditingkat daerah untuk mengusulkan berbagai program kerja kepda pemerintah pusat sebagaimana telah melayangkan surat kepada Menteri Perencanan Pembangunan Nasional/kepala Bapenas terkait permohonan masuk dalam Destinasi pariwisata prioritas.
"Kami menyadari kesiapan ditingkat daerah, terutama realisasi tanggungjawab sebagai destinasi pariwisata prioritas tersebut, kami terus membenah diri melalui perbaikan sarana prasarana, fasilitas dan infrastruktur pendukung" ucapnya.
Selanjutnya Hamid Rizal ungkapkan bahwa berbangga hati dengan dipilihnya Kabupaten Natuna sebagai tuan rumah kegiatan rapat koordinasi kali ini, seluruh pemangku kepentingan yang berwenang dalam menyusun strategi pembangunan nasional dapat hadir di bumi laut sakti rantau bertuah ini.
Hamid Rizal juga menyampaikan dengan keberadaan para pemangku kepentingan yang hadir tentu dapat membuktikan bahwa segala promosi, informasi yang disebarkan melalui media komunikasi informasi selama ini terkait kondisi daerah Kabupaten Natuna benar adanya.
"Benar adanya potensi sektor pariwisata yang menjanjikan, benar adanya memiliki kekayaan alam yang melimpah, termasuk fotensi kelautan dan perikanan, potensi geologi, warisan budaya, kekayaan hayati yang masih sangat lestari" terang Hamid.
Hamid iuga menyampaikan bahwa pemerintah daerah dan masyarakat sangat berkeinginan menjadikan Natuna sebagai destinasi pariwisata yang patut mendapatkan peluang untuk dikembangkan, dan tidak kalah pentingnya adalah Kabupaten Natuna sangat membutuhkan perhatian dan intervensi program kerja dari semua pihak bagi mendukung terwujudnya Natuna yang lebih maju dan mandiri, sebagai salah satu pintu gerbang wilayah NKRI yang menjadi miniatur pembangunan negara Indonesia yang berdaulat dan bermartabat.
Sementara itu, laporan pelaksana kegitan rapat koordinasi evaluasi akhir tahun dan penyusunan program KNGI yang di sampaikan oleh, Raden Rara Rita Erwandi, mengatakan bahwa pengembangan taman bumi saat ini telah memiliki landasan regulasi yang kuat, yaitu dengan telah ditetapkannya peraturan presiden nomor 9 tahun 2019.
Hal ini juga di harapkan dapat melibatkan semua pihak antar pemerintah pusat dan pemerintah daerah, sesuai dengan kewenangan serta pemangku kepentingan dalam rangka menyusun perogram pembagunan Geopark.
Dikatakannya pelaksanaan rapat koordinasi evaluasi akhir tahun dan penyusunan perogram Komite Nasional Geopark Indonesia (KNGI) tahun 2020 ini merupakan lanjutan dari berbagai pertemuan dan rapat kerja yang sebelumnya di kawasan Geopark Belitung.(helim)
Komentar Anda :