Rabu, 19 Agustus 2026 Gerebek Rumah di Bukit Payung, Polisi Kampar Amankan 4 Pengedar Sabu | Ketua RT/RW Diberi HP, Nanti Warga Urus Surat Sistim Digitalisasi, tak Perlu Bolak-balik ke Kantor Lurah | Hadapi Potensi Bencana, BPBDPK Riau Rapatkan Barisan Damkar se-Provinsi | Gibra Hazell Alvaro, Atlet Muda Riau Ukir Prestasi di Panggung Padel Internasional | Gratis! Kemenkum Riau Gandeng BNI Daftarkan Hak Cipta Pelaku Kreatif dan UMKM | Perkuat Akses Keadilan, Kemenkum Riau dan Kejati Riau Bangun Sinergi Layanan Hukum bagi Masyarakat
 
 
☰ Peristiwa
Penyebab Marak Ular Kobra hingga Intelijen Pun Dilibatkan
Selasa, 17 Desember 2019 - 20:25:52 WIB

SULUHRIAU- Warga di sejumlah wilayah diteror ular kobra. Ular tidak hanya meneror warga di pemukiman, tapi juga di sekolah hingga pasar.

Beberapa wilayah yang dihebohkan karena kasus ular kobra, yakni Depok, Jakarta, Klaten, Bekasi hingga ke Aceh Besar. Bahkan, di musim penghujan, Dinas Pemadaman dan Penyelamatan Kota Depok kebanjiran pengaduan terkait ular.

Selama sebulan terakhir, ada lebih dari 20 aduan soal kasus atau temuan ular. Jumlah itu meningkat dibanding bulan biasanya, yang cuma sekitar lima laporan. 

Musim hujan waktu menetas telur ular


Peneliti reptil dari Pusat Penelitian Biologi LIPI Amir Hamidy menuturkan bahwa ada dua jenis ular kobra di Indonesia, yakni Kobra Sumatera atau Naja sumatrana yang terdapat di Sumatera dan Kalimantan serta kobra Jawa atau Naja sputarix yang terdistribusi di Jawa, Bali, Lombok, Komodo, Rinca, Sumbawa, dan Flores.

Dia menjelaskan bahwa ular kobra Jawa menghuni tipe habitat, seperti perbatasan hutan yang terbuka, savana, persawahan, dan pekarangan. Ular tersebut memiliki panjang rata-rata 1,3 meter hingga 1,8 meter.

Induk betina ular kobra Jawa sekali bertelur bisa menghasilkan 10-20 butir telur. Telur-telur tersebut akan menetas dalam rentang waktu tiga sampai empat bulan. Telur kobra diletakkan di lubang-lubang tanah atau di bawah serasah daun kering yang lembap. Awal musim penghujan merupakan waktu menetasnya telur ular dan fenomena ini wajar dan merupakan siklus alami.

Punya bisa berbahaya

Komandan Regu Dinas Damkar dan Penyelamatan Depok Merdy Setiawan
Ular Kobra Teror Warga Depok, Bekasi hingga Aceh Besar
Ular ini bisa menegakkan dan memipihkan lehernya, melengkung menyerupai sendok, apabila merasa terganggu atau merasa terancam oleh musuhnya. Ular ini juga punya kemampuan menyemprotkan bisa (venom). Bayi ular sekali pun punya venom yang berbahaya.

Intelijen dilibatkan


Untuk menangkap dan mengatasi teror ular kobra, warga dibantu TNI, Polri dan komunitas reptil. Namun tak cukup mereka, banyaknya kasus temuan ular ini membuat Wali Kota Depok Mohammad Idris melakukan kajian dan melibatkan komunitas intelijen daerah untuk mengungkap apakah kasus ular ini fenomena alam atau ada faktor lain.

"Saya pikir kalau faktornya adalah habitat mereka terganggu dengan bangunan yang ada, saya rasa harus kita kaji dulu," kata dia. 

Itu lantaran berdasarkan pengalamannya di Arab Saudi, sempat terjadi kasus banyaknya ular dan saat ditelusuri ternyata bukan karena faktor alam. Yang terjadi, ternyata ada oknum yang sengaja menaruhnya untuk memprovokasi keadaan.

"Saya tidak menduga, kami sedang mangkaji faktornya apa, bersama dengan pihak Damkar, polisi, Kominda (komunitas intelijen daerah)," ujarnya.

Sumber: Viva.co.id
Editor: Jandri




 
Berita Lainnya :
  • Gerebek Rumah di Bukit Payung, Polisi Kampar Amankan 4 Pengedar Sabu
  • Ketua RT/RW Diberi HP, Nanti Warga Urus Surat Sistim Digitalisasi, tak Perlu Bolak-balik ke Kantor Lurah
  • Hadapi Potensi Bencana, BPBDPK Riau Rapatkan Barisan Damkar se-Provinsi
  • Gibra Hazell Alvaro, Atlet Muda Riau Ukir Prestasi di Panggung Padel Internasional
  • Gratis! Kemenkum Riau Gandeng BNI Daftarkan Hak Cipta Pelaku Kreatif dan UMKM
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Gerebek Rumah di Bukit Payung, Polisi Kampar Amankan 4 Pengedar Sabu
    02 Ketua RT/RW Diberi HP, Nanti Warga Urus Surat Sistim Digitalisasi, tak Perlu Bolak-balik ke Kantor Lurah
    03 Hadapi Potensi Bencana, BPBDPK Riau Rapatkan Barisan Damkar se-Provinsi
    04 Gibra Hazell Alvaro, Atlet Muda Riau Ukir Prestasi di Panggung Padel Internasional
    05 Gratis! Kemenkum Riau Gandeng BNI Daftarkan Hak Cipta Pelaku Kreatif dan UMKM
    06 Perkuat Akses Keadilan, Kemenkum Riau dan Kejati Riau Bangun Sinergi Layanan Hukum bagi Masyarakat
    07 Perkuat Akses Hukum, Kemenkum Riau Genjot Pendampingan JDIH ke Pemda, DPRD dan Kampus
    08 Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat
    09 Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat
    10 Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana
    11 Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas
    12 Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
    13 Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
    14 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    15 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    16 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    17 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    18 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    19 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    20 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    21 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    22 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat