Kamis, 01 Oktober 2026 Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel | Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda | Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi | Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif | Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru | Usai Upacara Hari Kesaktian Pancasula, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Pidato Kebangsaan Via Virtual
 
 
☰ Sosial Budaya
Tiga Wasiat Nabi Khidir untuk Orang Indonesia
Jumat, 29 November 2019 - 19:14:21 WIB

SULUHRIAU- Dalam beberapa kesempatan dan beberapa riwayat, Nabi Khidir pernah memberikan nasihat dan wasiat kepada orang-orang yang pernah ditemuinya.

Dari beberapa nasihat dan wasiat tersebut, terdapat satu wasiat yang masih relevan dengan kondisi masyarakat Indonesia saat ini.

Wasiat tersebut tertulis dalam kitab az-Zuhd karya Imam Ahmad yang diriwayatkan dari Hammad bin Usamah (perawi yang terpercaya dan teliti).
Hammad memperoleh kisah dari Mas’ar bin Kaddam al-Hilaly (perawi terpercaya dan teliti. Hadits-haditsnya terdapat dalam Kutubus Sittah), dari Ma’n bin Abdurrahman bin Abdullah bin Mas’ud (perawi terpercaya dan pernah menjadi Hakim di Kufah), dari ‘Aun bin Abdullah bin Atabah bin Mas’ud (perawi terpercaya dan ahli ibadah. Hadits-haditsnya diriwayatkan oleh Imam Muslim).

‘Aun mengisahkan bahwa seorang pemuda yang disebutkan oleh Mas’ar sebagai Nabi Khidir pernah berwasiat tiga hal kepada seorang lelaki yang sedang bersedih hati dalam sebuah kebun di Mesir. Tiga hal tersebut adalah pertama, dunia adalah keleluasaan sesaat yang diberikan kepada para ahli taat dan para ahli maksiat dan ‘sialnya’ dua-duanya sama-sama mencari makan dari-nya.

Kedua, Allah akan menyelamatkan siapapun yang memiliki sikap belas kasihan terhadap sesama umat Islam, dan Ketiga, jadilah orang yang tetap berdoa kepada Allah, meskipun belum dikabulkan. Tetap memohon kepada-Nya, meskipun belum diberi. Tetap bertawakkal kepada-Nya, meskipun belum dicukupi. Tetap yakin kepada-Nya, meskipun belum ditolong.

Tiga wasiat Nabi Khidir di atas, jika diamati lebih jauh, ternyata masih relevan dengan kondisi masyarakat Indonesia di penghujung tahun 2019 ini.

Dimulai dari wasiat pertama yang disebutkan bahwa para ahli taat (ibadah) dan para ahli maksiat (pendosa) sebenarnya sama-sama makan dari dunia, meskipun dunia adalah kebahagiaan sesaat. Relevansi wasiat ini dengan kondisi Indonesia terletak pada fenomena korupsi di Indonesia yang seakan-akan tidak memiliki ujung.

Beberapa kasus korupsi yang paling anyar adalah kasus suap proyek di Kementerian PUPR dan fenomena ‘desa gaib’. Jika dikaitkan dengan wasiat pertama Nabi Khidir, sejatinya kasus korupsi adalah hal yang ‘wajar-wajar’ saja. Sebab dunia (uang dan sejenisnya) adalah ‘makanan’ yang disediakan untuk dua golongan (hitam dan putih), bukan disediakan hanya untuk satu golongan saja. Golongan putih akan menggunakan dunia dengan bijaksana, sedangkan golongan hitam akan ‘memakai’ dunia dengan membabi buta.

Wasiat kedua menyebutkan bahwa Allah akan menyelamatkan orang yang memiliki belas kasihan terhadap sesama umat Islam. Kesesuaian wasiat ini dengan kondisi Indonesia saat ini terletak pada tragedi terorisme yang terjadi baru-baru ini. Melakukan bom bunuh diri sama sekali bukan tindakan yang dapat membuat Sang Pencipta cinta, tetapi justru membuat-Nya murka. Sebab manusia-manusia yang akan diselamatkan oleh-Nya adalah manusia yang penyayang terhadap sesamanya, sedangkan bom bunuh diri tidak dapat diketegorikan kasih sayang. Melakukan bom bunuh diri dengan dalih ‘mati syahid’ adalah sebuah ‘lelucon’ yang tidak bisa dimaafkan.

Wasiat terakhir Nabi Khidir adalah menjadi manusia yang tetap berdoa walau doa yang dipanjatkan belum kunjung terkabul, tetap memohon kepada Allah walaupun belum diberi, tetap bertawakkal kepada-Nya walau belum tercukupi, dan tetap yakin kepada-Nya walau belum mendapatkan pertolongan.

Relevansi wasiat ini dengan kondisi masyarakat Indonesia saat ini terletak pada ‘curahan hati’ para manusia yang sering mengeluh tentang kondisi ekonominya. Dalam beberapa majelis ilmu, sering dijumpai pertanyaan tentang “mengapa orang yang ahli ibadah mengalami kesusahan ekonomi, sedangkan orang yang ibadahnya santai-santai saja justru uang mengalir tiada henti?”. Wasiat tersebut mengisyaratkan bahwa hamba-hama yang dicintai oleh Sang Pencipta biasanya lebih sering diuji sebagai wujud rasa cinta. Wallahu A’lam.

Sumber: Islami.co | Editor: Jandri








 
Berita Lainnya :
  • Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel
  • Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda
  • Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi
  • Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif
  • Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel
    02 Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda
    03 Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi
    04 Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif
    05 Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru
    06 Usai Upacara Hari Kesaktian Pancasula, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Pidato Kebangsaan Via Virtual
    07 Prabowo Lantik Suyudi Jadi Kapolri, Listyo Sigit Bergeser ke KSP, Ini Daftar Lengkap Posisi Pejabat
    08 Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian
    09 Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
    10 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    11 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    12 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    13 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    14 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    15 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    16 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    17 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    18 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    19 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    20 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    21 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    22 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat