Senin, 17 Agustus 2026 Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti | Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap | Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
 
 
☰ Sosial Budaya
Ketika Abu Nawas Menyembuhkan Cinta yang Buta
Rabu, 06 November 2019 - 08:48:46 WIB

SULUHRIAU- Khalifah Harun Al Rasyid tampak sedih. Pasalnya sang putra mahkota jatuh sakit. Sudah beberapa tabib didatangkan namun tak kunjung ada hasilnya. Menurut diagnosis para tabib itu penyakit yang diderita oleh putra mahkota sangat sulit dilacak. Akhirnya Khalifah membuat sayembara.

Dengan hadiah besar tentu membuat masyarakat berbondong-bondong mengikutinya. Namun hasilnya juga sama. Nihil. Tak satupun yang bisa memberikan putra mahkota kesembuhan. Kenyataan ini membuat Khlaifah Harun al Rasyid merasa terpukul. Hingga pada suatu hari seorang sahabat Abu Nawas memberanikan diri berkata,” Saya kira bisa mengobati penyakit putra baginda.”

Tentu tawaran ini membuat Khalifah kaget. Apa bisa Abu Nawas membuat putranya sehat seperti sedia kala. Namun kemudian raja berfikir. “Ada baiknya usul mustahil ini dicoba terlebih dahulu,” pikirnya.

Maka dipanggillah Abu Nawas. Tak lama kemudian Abu Nawas datang. Ia datang dengan tangan kosong tidak membawa peralatan yang dibutuhkan. Hal ini membuat Khalifah kembali merenung. “Apa benar Abu Nawas bisa mengobati penyakit putraku ini,” katanya dalam hati.

Sesaat kemudian dengan penuh keyakinan Abu Nawas tampak mulai bekerja. Ia kemudian masuk ke kamar putra mahkota. Dipandanginya wajah calon khalifah itu. Kemudian Abu Nawas berkata “Saya butuh seorang yang lanjut usia yang masa mudanya sering mengembara ke pelosok negeri.” Raja yang menunggu kemudian memerintahkan para pegawainya mencari seseorang yang dimaksud itu. Tak lama kemudian orang tua itu datang.

“Sebutkan satu persatu nama-nama desa di daerah selatan,” ucap Abu Nawas kepada orang tua tersebut. Tatkala orang  tua menyebut satu-persatu daerah, kuping Abu Nawas ditempelkan di dada putra mahkota.  Kemudian setelah selesai menyebutkan nama daerah, Abu Nawas memohon izin mengunjungi salah satu desa di sebelah utara. Tentu yang dilakukan Abu Nawas membuat Khalifah  heran.

“Abu Nawas, apa yang engkau lakukan,” tanya Khalifah.

” Maafkan hamba, saya belum bisa menjelaskan alasannya kali ini. Hamba akan pergi selama dua hari,” ungkap Abu Nawas.

Sekembali dari desa yang dituju, Abu Nawas langsung menuju istana memnemui putra mahkota sambil menempelkan telinganya di dada pangeran. Setelah itu ia menemui Khalifah dan berkata, “Apakah Paduka masih menginginkan sang putra mahkota tetap hidup?”.

“Apa maksudmu hingga engkau menanyakan hal seperti itu?”, jawab Khalifah

Kemudian Abu anwas menjelaskan kondisi putra mahkota. “ Putra paduka sedang cinta pada seorang gadis desa di sebelah utara negeri ini,” ungkap Abu Nawas menjelaskan.

“Bagaimana kau tahu bahwa putraku jatuh cinta pada seorang gadis?”

“Sederhana saja Tuanku. Ketika nama-nama desa di seluruh negeri disebutkan, degup jantungnya biasa saja. Tetapi ketika menyebutkan satu desa tiba-tiba degup jantungnya bertambah keras. Desa itu yang saya kunjungi kemarin. Nampaknya putra tidak berani mengutarakannya kepada Baginda, maka nikahkanlah mereka,” ujar Abu Nawas.

“Bagaimana kalau aku menolak usulmu itu?” ujar Khalifah.

“Cinta itu buta, Tuanku. Bila kita tidak selekasnya mengobati kebutaannya, maka ia akan mati,” jawab Abu Nawas. Khalifahpun akhirnya setuju. Dan benar saja putra mahkota berangsur-angsur pulih dari sakitnya. [Islami.co]

Editor: Jandri





 
Berita Lainnya :
  • Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
  • Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
    02 Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
    03 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    04 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    05 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    06 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    07 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    08 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    09 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    10 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    11 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    12 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    13 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    14 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    15 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    16 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    17 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    18 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    19 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    20 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    21 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    22 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat