Senin, 17 Agustus 2026 Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti | Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap | Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
 
 
☰ Sosial Budaya
Hikmah, Kisah
Abu Nawas Memenjarakan Angin
Kamis, 17 Oktober 2019 - 19:40:14 WIB

SULUHRIAU- Meski sudah sering kalah cerdik dengan Abu Nawas, Khalifah Harun Al Rasyid tidak kapok memberikan tugas maupun pertanyaan yang unik dan aneh.  Alkisah suatu hari abu nwas dipanggil ke istana.

Seaampai di hadapan Khalifah, Abu Nawas tampak tegang sedikit. “Ada tugas atau pertanyaan apalagi yang akan ditujukan kepadaku,” pikir Abu Nawas.

Setelah diam sejenak, Khalifah memulai pembicaraan. “Aku beberapa hari ini sering sakit perut. Kata tabib istana aku terkena serangan angin.”

Mendengar hal itu, Abu nawas mulai agak curiga. Siasat apalagi yang ingin Khalifah lakukan untuk menjebaknya.” Wahai Khalifah apa yang harus kulakukan dengan penyakit itu,” ujarnya.

” Hmm. Begini Abu Nawas aku menginginkan engkau menangkap angin dan memenjarakannya,” ujar Khalifah.

Ucapan tadi membuat Abu Nawas kaget. Kemudian ia mulai mengatur nafasnya. Abu Nawas kemduian diam. Tak ada sepatah kata yang keluar dari mulutnya. Di benaknya yang dipikir adalah bukan menangkap angin tapi bagaimana membuktikan bahwa yang ditangkap adalah angin.

“ Berikan saya waktu untuk menangkapnya,” kata Abu Nawas.

“ Baiklah! Aku akan memberimu waktu 3 hari,” jawab Khalifah.

Abu Nawas kemudian pamit pulang. Hari pertama ia belum bisa menemukan cara menangkap angin. Hari keduapun juga sama. Hingga akhirnya pada hari ketiga ia menghadap raja.iapun berjalan gontai menghadap ke istana. Namun dalam perjalanan, Abu Nawas terlihat meloncat. Ia mendapatkan ide bagaimana menangkap angin, Abu nwas teringat lampu wasiat Aladdin

“Bukankah jin itu tidak terlihat?” pikirnya. Iapun kembali ke rumah. Segala sesuatu disiapkannya untuk menangkap angin.

” Bagaimana Abu Nawas, apakah engkau sudah menangkap dan memenjarakan angin,” kata Khalifah dengan nada tidak sabar.

” Oo! Tentu sudah wahai Khalifah,” jawabnya sambil mengeluarkan botol yang sudah disumbat.Kemudian botol itu diserahkan kepada Khalifah.

Sambil menimang-nimang botol itu, Khalifah bertanya, “Mana anginnya, Abu Nawas?”

“Anginnya ada di dalam, Tuanku,” jawabnya.

” Bagaimana engkau ini, Aku tidak melihat apapun,” ucap Khalifah.

“Ampun Tuanku, angin memang tidak kelihatan tetapi apabila paduka ingin tahu angin, coba buka tutup botol itu,” jelas Abu Nawas.

Khalifah kemudian membuka botol tersebut. Bau menyengat menyebar. Baginda mencium bau kentut menusuk hidung.

“Bau apa ini?!” tanya Baginda dengan dongkol.

“Ampun Tuanku,bau itu adalah bau buang angin hamba. Kemudian hamba masukkan ke dalam botol dan kemudian hamba menutup mulut botol itu untuk memenjarakan agar angin agar tidak keluar,” kata Abu Nawas.

Mendengar jawaban itu khalifah tersenyum. Lagi lagi ia mengakui kecerdikan Abu Nawas. [Imc,jan]


 





 
Berita Lainnya :
  • Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
  • Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
    02 Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
    03 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    04 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    05 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    06 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    07 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    08 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    09 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    10 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    11 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    12 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    13 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    14 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    15 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    16 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    17 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    18 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    19 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    20 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    21 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    22 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat