Senin, 17 Agustus 2026 Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti | Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap | Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
 
 
☰ Sosial Budaya
Satu Keluarga di Belanda Sembunyi 9 Tahun Menunggu Kiamat
Kamis, 17 Oktober 2019 - 09:40:52 WIB

SULUHRIAU- Kepolisian Belanda menemukan lima orang kakak beradik dan seorang lelaki, yang diyakini sebagai ayah mereka, bersembunyi di sebuah ruang rahasia di kawasan pertanian terpencil di dekat Runerworld, Belanda.

Kasus ini langsung menyedot perhatian luas karena mereka sudah berada di ruang rahasia itu selama sembilan tahun. 

Saat ditemukan, ayah dari anak-anak itu dalam kondisi sakit. Mereka persisnya ditemukan di sebuah desa di provinsi utara Drenth, pada Selasa 15 Oktober 2019. Penggerebekan dilakukan usai aparat kepolisian menerima petunjuk.

Kelima kakak - beradik sedarah itu diperkirakan berusia 18 sampai 25 tahun. Mereka saat ini sedang dalam perawatan medis.

Menurut polisi yang menemukan, mereka tidak tinggal di ruang bawah tanah melainkan sebuah ruang kecil di dalam rumah yang bisa dikunci. Tidak ada penjelasan yang jelas apakah mereka benar-benar tinggal di sana atas keinginan sendiri, namun polisi menduga mereka telah menyembunyikan diri dalam ruangan itu selama sembilan tahun.

“Mereka mengatakan mereka adalah keluarga. Ayah dan lima anaknya”, kata polisi.

Televisi lokal mewartakan keluarga itu kemungkinan penganut aliran kepercayaan apokaliptik “akhir zaman” yang menunggu hari kiamat. Kepolisian tidak menkonfirmasi kebenaran berita itu.

Wali Kota Drenth, Roger de Groot, sebelumnya juga mengatakan seorang laki-laki, 58 tahun, yang bukan ayah biologis kelima anak-anak tersebut telah ditangkap. Tidak dijelaskan apa peran laki-laki tersebut.

Ibu dari kelima kakak - beradik ini diketahui telah meninggal sebelum mereka pindah ke sebuah kawasan pertanian di Belanda. Lima anak dan satu ayah mereka, tidak ada satupun yang terdaftar sebagai penduduk kota Drenth.

Kasus ini terbongkar ketika anak yang sudah berusia 25 tahun, melarikan diri dan mencari bantuan di sebuah kafe terdekat. Pemilik kafe, Chris Westerbeek, dalam wawancara dengan media mengatakan salah satu anggota keluarga dengan rambut panjang dan terlihat berantakan datang dan dengan bingung mengatakan dia tidak pernah keluar selama sembilan tahun.

“Anda bisa melihat dia sama sekalian tidak tahu di mana dia atau apa yang dia lakukan. Dia bilang dia melarikan diri dan sangat membutuhkan bantuan,” kata Westerbeek.

Mereka tinggal dalam kamar darurat dalam lahan pertanian dan bertahan hidup dengan mengkonsumsi sayuran dan hewan yang diperoleh dari taman terpencil dekat tempat mereka tinggal.

"Saya mengerti ada banyak pertanyaan. Kami pun begitu. Saat ini polisi sedang menyelidiki setiap kemungkinan yang bisa terjadi,” kata De Groot yang menyelidiki motif keluarga itu menunggu hari kiamat. [tpc,jan]





 
Berita Lainnya :
  • Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
  • Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
    02 Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
    03 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    04 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    05 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    06 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    07 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    08 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    09 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    10 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    11 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    12 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    13 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    14 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    15 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    16 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    17 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    18 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    19 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    20 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    21 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    22 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat