Pejabat DL Saat Orientasi, Pimpinan DPRD Meradang dan Minta Semua Pejabat di Setwan Diganti
Sabtu, 12 Oktober 2019 - 11:28:43 WIB
SULUHRIAU, Pekanbaru- Pihak pimpinan DPRD Pekanbaru kecewa terhadap kinerja pejabat ASN di Setwan. Pasalnya, di tengah anggota dewan sibuk orientasi, para pejabat rata-rata eselon III di DPRD itu pergi dinas luar (DL) kota.
Kontan saja, menyikapi kondisi ini Wakil Ketua DPRD Pekanbaru Tengku Azwendi Fajri meradang dan meminta seluruh pejabat eselon di Setwan diganti.
Menurutnya, selama orientesi anggota DPRD yang berlangsung 4 hari di Pekanbaru, tak terlihat batang hidung pejabat di level eselon III (Kabag) utamanya ke tempat orientasi DPRD di salah satu hotel Pekanbaru.
"Itu Kabag Umum (Dedi Damhudi-red) baru nongol hari terakhir orientasi, kemarin kemana aja dia pak Sekko,"ujar Tengku Azwendi sambil keluar ruangan orientasi dan diikuti sejumlah anggota dewan, Jumat (11/11/2019) sore.
Aswendi kesal, karena selama kegiatan orientasi dinilainya pelayanan pihak setwan sangat kurang. Semestinya kata politisi demokrat ini, pejabat eselon III disitulah yang semestinya bertanggung jawab atas kelancaran kegiatan tersebut.
Kegiatan orientasi Anggota DPRD ini hanya diurusi PPTK kegiatan Harry Pratama dibantu beberapa ASN dan THL saja. Padahal, anggota DPRD perlu koordinasi dengan para Kabag agar orientasi berjalan on the track. "Jadi pejabat di DPRD-nya mana. Tidak nampak batang hidungnya. Ini sangat memalukan," ujar Azwendi.
Idealnya para Kabag itu hadir sejak awal kegiatan Rabu 8 Oktober 2019 hingga penutupan 11 Oktober 2019.
Tiga Kabag di setwan yang dimaksud Aswendi yakni, Kabag Risalah Persidangan Rizal Karim, Kabag Protokol Yunan dan Kabag Keuangan Sunarto. Mereka ini DL ke Jakarta dan ada yang ke Batam juga.
Kabag Risalah dan Persidangan serta Kabag Protokol dan Kabag Kuangan baru ke Pekanbaru Sabtu, (12/10/2019), sedangkan Kabag Umum sudah pulang. Namun datang ke orientasi hanya hari terakhir. Bahkan, Plt Sekwan Zulfahmi Adrian juga DL semasa orientasi DPRD.
Kekecewaan pimpinan dewan dari Demokrat tersebut tak bisa disembunyikan, saat penutupan acara orientasi yang dihadiri Sekko Pekanbaru HM Noer MBS, Aswendi dan sejumlah anggota demokrat memilih keluar ruangan acara penutupan acara itu.
"Sikap kita keluar dari ruangan supaya Sekko selaku pimpinan tertinggi di ASN Pemko tahu apa kerja anggotanya di DPRD ini. Karena kalau dibiarkan seperti ini, kita khawatir nantinya sinergitas antara DPRD dan Pemko tak harmonis," tegas T Azwendi.
Terkait hal ini, T Azwendi meminta agar Sekko Pekanbaru untuk mengevaluasi seluruh pejabat eselon di DPRD Pekanbaru. Dari masalah dan track recordnya. Ia menyarankan agar pejabat dimasuk ditarik dari DPRD. Sebab katanya, lima tahun ke depan anggota DPRD butuh pejabat yang profesional dan bisa bekerjasama dengan baik untuk menjalin hubungan harmonis antara eksekutif dan legislatif.
Sementara itu, menyikapi hal ini, Sekko Pekanbaru HM Noer MBS mengaku terkejut. Ia berjanji akan meminta penjelasan kepada Plt Sekwan Zulfahmi Adrian. Jika memang benar, maka pejabat itu wajib ditegur.
"Memang, harusnya kabag ini keluar kota mendampingi anggota DPRD. Sekarang seluruh anggota DPRD berada di Pekanbaru, terus apa yang dilakukan para Kabag keluar kota. Ini pasti kita tanyakan kepada Sekwan," janji Sekko.
Khusus untuk Plt Sekwan Zulfahmi Adrian, kata M Noer, sudah memiliki izin dari Pemko u keluar kota. "Pak Sekwan memang sudah ada izin keluar kota, dan saya tahu itu. Tidak masalah untuk pak Sekwan," terang M Noer.
Seperti diketahui, kegiatan orientasi 45 anggota DPRD Pekanbaru itu berlangsung selama 4 hari dan ditutup Jumat. (Prt)
Komentar Anda :