Bagai Mana Ceritanya 3 Fraksi tak Masuk dalam AKD DPRD Riau, Ini Penjelasan Ketua DPRD
Jumat, 11 Oktober 2019 - 15:22:23 WIB
SULUHRIAU, Pekanbaru- Polemik pembentukan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) DPRD Riau yang tidak mengakomodir tiga fraksi di DPRD, sepertinya bakal berbuntut panjang.
Pasalnya, dari pengalaman selama ini, nyaris belum pernah terjadi di DPRD Riau, dimana anggota fraksinya yang merupakan perpanjangan tangan partai dari hasil pemilu di DPRD tidak masuk dalam AKD yang dibentuk DPRD sebagai sarana penunjang tugas legislatif.
Maka tiga fraksi yang tidak dilibatkan anggotanya dalam AKD itu yakni FPKS, FPAN dan FGerindra bereaksi. Masing menyatakan kecewa dan tidak mengakui AKD yang sudah ditetapkan melalui paripurna Kamis (10/10/2019) malam.
“Pembentukan AKD ini cacat prosedural, lari dari kesepakatan awal, kita tidak dapat membenarkan hal itu†kata Ketua FPKS, Makarius Anwar, Jumat (11/10/2019).
Kekecewaan senada juga diasampaikan pihak FGerindra melalui Ketua Fraksi Husni Thamrin dan FPAN melalui Ketua Fraksi Zulfi Mursal.
Atas terjadinya tidak terakomodirnya tiga fraksi itu, Ketua DPRD Riau Indra Gunawan Eet menjelaskan. Menurut Eet, bahwa sebelum paripurna di mulai malam tadi itu, pimpinan DPRD sudah berupaya melakukan lobi-lobi. Bahkan sejak beberapa hari sebelumnya, juga sudah dilakukan lobi.
"Hingga sore hari menjelang paripurna saat malam itu, sudah hampir ada titik temu. Kawan-kawan dari tiga fraksi itu meminta bersabar kepada rekan-rekan lima fraksi yang lain. Dan sebagai pimpinan DPRD hanya bisa dari awal berupaya menskors sidang itu agar bisa kembali dilakukan lobi politik, waktu itu masih jalan. Namun, lima fraksi tidak sabar," jelas Eet politisi Golkar ini.
Dikatakan, dalam forum paripurna, untuk melakukan skors rapat paripurna itu juga ada landasannya, dan tidak bisa di skors-skors begitu saja.
Eet menyadari, tiga fraksi itu (FPKS, FPAN dan FGerindra-red) pasti ada kekecewaan karena tidak dilibatkan dalam AKD tersebut.
"Ya, jelas tiga fraksi itu ada rasa kecewa tidak dilibatkan dalam unsur pimpinan di AKD tersebut. Dalam dinamika politik itu biasa. Perlu diingat, inikan tidak permamen, di dalam tatib juga nanti ada perubahan," kata Eet.
Eet bahkan juga mengaku merasa sedikit kecewa, sebagai pimpinan dalam memimpin paripurna, karena ia juga 'diserang'. "Tapi ya, itulah politik, " katanya.
Ia tidak menampik akan terjadi dinamika politik dan terkait stabilitas politik atas ketidakterakomodirnya tiga fraksi tersebut.
"Kalau soal itu (mengganggu-red) tentu bisa saja. Namun, kita ingin perjalanan politik di DPRD melalui sistim kolektif kolegial bisa berjalan baik. Tapi kita lihat nanti ke depan bagaimana perkembangannya. Karena hal ini bagian dari dinamika politik ," pungkasnya. (prt, jan)
Komentar Anda :