Senin, 17 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Pendidikan
Kisah Jalan Panjang Wahyu Pergi Sekolah dari Kampung Segeram, Natuna
Kamis, 26 September 2019 - 17:56:16 WIB

SULUHRIAU- Minggu sore adalah salah satu hari yang tidak disukai Wahyu. Bukan hanya karena ia harus kembali berangkat ke sekolah, tapi, karena harus kembali berpisah dengan ayah ibunya.

Wahyu Kurniawan adalah satu dari beberapa anak yang tinggal di Dusun Segeram, Natuna. Jarak Dusun Segeram dengan pusat kota Natuna di Ranai adalah 40 kilometer lebih atau sekitar tiga jam berkendara dengan jalur darat. Hampir sepertiga jalan yang ditempuh masih berbatu, beraspal, dan tidak jarang membuat kendaraan off road sekalipun terperosok.

Tempat Wahyu tinggal sebenarnya bisa ditempuh lebih cepat lewat jalur laut. Waktu tempuhnya hanya kurang lebih satu jam dengan kapal cepat. Tapi, tidak setiap hari kapal cepat itu tersedia. Itu pun jika laut bersahabat.

Laut China Selatan memang terkenal dengan dengan gelombangnya yang nyaris setinggi rumah. Sebuah kapal kecil akan demikian mudah diluluhlantakan gelombang. Maka dari itu pilihan jalur darat terasa lebih masuk akal dibanding mesti berdamai dengan lautan. 

Sejak lulus SD dua tahun silam, Wahyu terpaksa meninggalkan kedua orangtuanya nyaris setiap minggu.  Di Segeram, tempat Wahyu tinggal, tidak ada sekolah SMP. Pilihannya hanya dua, pindah tempat tinggal, atau putus sekolah.

Wahyu mengambil pilihan pertama. Tapi, orangtuanya tidak punya cukup biaya jika harus memboyong seluruh keluarganya ke salah satu SMP terdekat. Ayahnya bekerja sebagai nelayan, yang penghasilannya tidak tentu. Saat gelombang sedang tinggi-tingginya membuat sang ayah tak bisa pergi ke laut. Ia kemudian pergi ke hutan mencari kayu untuk tetap bisa menafkahi keluarganya. Maka pilihan menitipkan Wahyu ke tempat salah satu saudaranya ialah yang paling terjangkau.

Setiap Minggu sore tiba, Wahyu mesti mengemas baju dan keperluan sekolahnya ke dalam tas. Dengan motor bebek sang ayah, ia harus menempuh jarak kurang lebih dua jam ke daerah Batubi. Tentu saja seluruh jalannya nyaris tidak beraspal.

"Aku suka kangen, biasa pagi orang tua bangunin tapi harus sendiri di sana nyiapin sekolah sendiri," ungkap Wahyu saat ditemui pada acara Bakti Nusantara, di Segeram, Natuna.

Di Batubi, jarak tempat tinggal Wahyu ke sekolah memang jauh lebih dekat. Ia hanya perlu 5 menit untuk bisa sampai ke sekolah. Tapi hal itu membuatnya jauh dari orangtua. Ia juga harus menyiapkan keperluan sekolahnya sendiri.

"Semua sendiri, baju saya yang siapin setrika sendiri, karena kami kan sudah gede," kata Wahyu.

Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Natuna

Jika Sabtu tiba, ia kembali bisa melepas rindu dengan orangtua. Rutinitas itu terus Wahyu lakukan selama satu tahun lamanya. Wahyu mungkin hanya satu dari beberapa anak Segeram yang terpaksa pindah untuk melanjutkan sekolah.

Beberapa keluarga lainnya memilih memboyong seluruh keluarganya demi sang anak bisa melanjutkan pendidikan ke tingkat SMP. Hal inilah yang membuat Dusun Segeram ditinggalkan warga. Kini hanya tersisa 32 Kepala Keluarga dari yang sebelumnya ada sekitar 100 kepala keluarga.

Sejak dibangun sekolah SMP Negeri 3 Satap Bunguran Barat, yang diinisiasi oleh Bakti Nusantara, pada Desember 2018, Wahyu bersama beberapa teman lainnya kini bisa kembali ke Segeram. Jarak dari rumah ke sekolahnya bahkan tidak lebih dari 5 menit. Sekarang, ia juga tidak perlu lagi jauh dari orangtuanya.

"Seneng bisa dekat sama orangtua, bisa dekat sama orangtua enggak perlu kangen lagi," kata Wahyu yang bercita-cita sebagai dokter ini.

Sumber: Viva.co.id | Editor: Jandri





 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat