Banyak Warga yang Memanfaatkan,
Oksigen dan Obat-obatan di Posko dan Rumah Singgah Kedap Asap DPRD Riau Terbatas
Senin, 23 September 2019 - 16:54:30 WIB
SULUHRIAU, Pekanbaru- Posko kesehatan dan rumah singgah kedap asap, kerjasama DPRD Riau bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Riau dimanfaatkan banyak warga di tengah kabut asap melanda daerah ini.
Namun, sejauh ini sarana yang tersedia seperti oksigen termasuk obat-obatan di posko tersebut masih terbatas.
Pantauan di posko yang berada di samping lapangan tenis komplek DPRD Riau Jalan Sudirman itu, Senin, (23/9/2019) siang cukup banyak warga termasuk anak-anak 'menginap' di posko tersebut. terlhat ada belasan tempat tidur tersedia, dan ruangan sejuk dengan AC yang tersedia. Ruanganya pun cukup luas. Bahkan di sebelahnya ruangan utama posko, warga ataupun anak-anak juga bisa memanfaatkan untuk berbaring-baring dan istirahat.
Mereka datang dari berbagai wilayah kecamatan di Pekanbaru, baik itu di Tangkerang, Kulim, Tampan dan kecamatan lainnya. Karena hampir semua wilayah Pekanbaru disasar kabut asap karhutla sejak dua pekan lalu.
Menurut salah seorang warga warga Kulim Asnur yang datang ke posko itu Minggu (22/9/2019) malam, bersama istri dan anaknya, mengaku sempat menginap satu malam (pulang Senin siang tadi-red) dari posko itu, mengaku layanan petugas sangat bagus, namun untuk sarana seperti oksigen dan obat-obat diakuinya belum memadai.
Bahkan, oksigen tidak ada. "Saya datang ke posko itu karena pusing-pusing begitu juga anak saya, dan saya butuh oksigen," katanya saat meninggalkan posko itu, Senin.
Salah seorang warga yang siangnya datang, dan memeriksakan kesehatan di Posko itu, juga mengeluhkan tidak adanya oksigen dan minimnya obat-obatan. "Saya tadi berobat hanya dua macam obat dikasih doternya, yakni paracetamol dan CTM," kata warga enggan disebutkan namanya.
Ia mengatakan, posko penanggulangan asap itu di luar ekspektasinya. "Saya tadi mau minta vitamin, ternyata tak ada, kata dokter bertugas disitu obat sedang jalan," kata warga itu saat meninggal posko.
Informasi yang dihimpun dari beberapa sumber di posko itu, menyebutkan oksigen tersedia hanya tiga hari pertama saat posko ini dibuka. "Kemarin-kemarin memang ada, tiga hari pertama posko ini dibukalah, pada pekan lalu," kata seorang sumber.
Sementara itu, salah seorang petugas yang mengaku ditugaskan IDI di posko itu dikonfirmasi sehubungan plus dan minus posko ini, enggan memberikan komentar.
"Saya hanya ditugaskan secara bergantian dengan kawan, kalau konfirmasi langsung saja ke bapak dr Abdullah Qayyum, dia yang lebih pas menjawabnya," ujar petugas tersebut singkat.
Sebelumnya, Ketua DPRD Riau sementara, Sukarmis mengatakan, rumah singgah yang terletak di samping lapangan tenis kawasan DPRD Riau ini merupakan bagian dari upaya yang dilakukan DPRD untuk meminimalisir bahaya kabut asap. "Ini wujud perhatian DPRD terhadap kesehatan masyarakat di tengah kabut asap," katanya waktu posko ini akan dibuka. [prt]
Komentar Anda :