Senin, 17 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Pendidikan
Akibat Libur Asap, Materi Pelajaran Terancam tak Tercapai?, Abdul Jamal: Kita Sudah Siapkan Skema
Senin, 16 September 2019 - 12:30:21 WIB

SULUHRIAU, Pekanbaru- Dinas Pendidikan (disdik) Pekanbaru tengah mencari solusi bagaimana siswa yang libur akibat asap tidak terlalu banyak ketinggalan materi pelajaran.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Pekanbaru, H Abdu Jamal, MPd, Senin (16/9/2019).

Dikatakan, sejumlah skema solusi dilakukan pihak Disdik untuk mensiasati mengejar ketertinggalan materi pelajaran.

Solusi itu antara lain; pihak kepala sekolah dan guru menyepakati strategi pembelajaran yang tepat untuk mrngenjar ketertinggalan tersebut dengan menyesuaikan kondisi sekolah masing-masing. 

Kepsek dan guru mengananalisis KI/KD indikator yang belum diajarkan selama libur berslangsung.

Kemudian kata Abdul Jamal, sekolah mneyediakan pendalaman pembelajaran yang esessial dalam bentuk modul. Bagi sekolah yang memiliki eleanrning amenggunakan google clas room, web sekolah, WA kelas atau apapun yang mebunjang proses belajar secara mobile dan penugasannya, dalam bentuk lembar kerja (LK), yang diberikan penilaian per mata pelajaran.

Bentuk tugas yang diberikan boleh dalam bentuk proyek dan pruduk, sehingga nilai yang diperoleh peserta didik dijadikan protopolio, sebagai dasar penilain untuk tengah semester.

Pendidik dan tenaga pendidikan tetap hadir seperti biasa sesai dengan kerja berlaku.

Selanjutnya kata Jamal, kalender pendidikan dilakukan revisi dan disesuaikan dengan kondisi saat ini. "Skema ini kita sampaikan ke pihak sekolah," katanya.

Kurangi Jam Belajar

Saat ditanya, berapa libur baru dikatakan akan merugikan siswa dalam mencapai materi pelajaran? Abdul Jamal mengatakan, kalau seminggu saja libur di luar kalender pendidikan, itu sudah dikatakan mengganggu," katanya.

Sebab itu, jika asap ini sudah berkurang sedikit dari awal libur lalu, maka Disdik katanya mengambil kebijakan, antara lain untuk siswa kelas IV, V dan VI SD dan SMP akan tetap sekolah. Namun, mungkin jam masuk sedikikit diundur dari biasanya dan pulang dipercepat. Namun, untuk PUAD, TK dan SD kelas III ke bawah,  dipertimbangkan untuk libur.

"Mudah-mudahan kabut asap ini berakhir, hujan turun, sehingga udara membaik, siswa belajar kembali," ujar Abdul Jamal yang sangat rugi dunia pendidikan jika libur-libur terus.

Seperti diketahui, sekolah di Pekanbaru sejak awal pekan lalu sudah diliburkan, karena kondisi kabut Asap yang berdasarkan pantau ISPU pada jumat sore pekan lalu  berada di angka 118 dan kualitas udara masih tidak sehat.

Dari laporan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan melalui Kepala Labor, kondisi cuaca hari ini jam 15.00 WIB untuk PM10 naik dari 111 menjadi 118. Kondisi udara  sangat tidak sehat karena kabur asap. [chr]




 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat