Rabu, 19 Agustus 2026 Gerebek Rumah di Bukit Payung, Polisi Kampar Amankan 4 Pengedar Sabu | Ketua RT/RW Diberi HP, Nanti Warga Urus Surat Sistim Digitalisasi, tak Perlu Bolak-balik ke Kantor Lurah | Hadapi Potensi Bencana, BPBDPK Riau Rapatkan Barisan Damkar se-Provinsi | Gibra Hazell Alvaro, Atlet Muda Riau Ukir Prestasi di Panggung Padel Internasional | Gratis! Kemenkum Riau Gandeng BNI Daftarkan Hak Cipta Pelaku Kreatif dan UMKM | Perkuat Akses Keadilan, Kemenkum Riau dan Kejati Riau Bangun Sinergi Layanan Hukum bagi Masyarakat
 
 
☰ Peristiwa
Pimpn Rapat, Wabup Ingatkan Masalah Sampah Sangat Krusial dan Perlu Diatasi
Senin, 09 September 2019 - 13:10:09 WIB

SULUHRIAU, Meranti- Wakil Bupati Kepulauan Meranti H. Said Hasyim memimpin rapat penanggulangan sampah di Kota Selatpanjang, kegiatan dalam rangka mencibtakan Kota Selatpanjang menjadi Kota yang bersih, indah dan sehat itu dipustakan di kantor Camat Tebing Tinggi, Senin (9/9/2019).

Hadir bersama Wakil Bupati, Asisten I Sekdakab. Meranti Syamsuddin SH MH, Asisten II Sekdakab. Meranti H. Revirianto, Kadis Lingkungan Hidup Meranti Drs. Said Asmaruddin, Kasatpol PP Meranti Helfandi SE M.Si, Kabag Humas dan Protokol Meranti Hery Saputra SH, Kabag Ekonomi Sekda Meranti Abu Hanifah, Camat Tebing Tinggi Abdul Hamid, Sekretaris Bappeda Meranti Randof, Kabid Kebersihan Dinas LH Meranti Husni Mubarak, Jajaran Pejabat Kecamatan dan Kades Se-Kecamatan Tebing Tinggi.

Menurut Wabup untuk mengatasi masalah sampah dilakukan langkah konkrit tanpa itu meranti bersih, indah dan sehat hanya menjadi wacana.

Dijelaskan Wakil Bupati masalah sampah merupakan masalah krusial yang harus segera dituntaskan di Meranti. Solusi awal yang harus dilakukan menurutnya adalah dengan melibatkan aparatur Pemerintah Kabupaten, Kecamatan hingga Desa/Kelurahan untuk melakukan sosialisasi menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan.

Namun sikap sadar sampah masyarakat itu juga harus didukung sarana dan parasara seperti tempat penampunhan sampah, mesin pengurai sampai juga armada Truk Sampah maupun Gerobak Sampah.

"yang menjadi masalah saat ini dimana sampah akan ditampung jika belum ada fasilitas tempat penampungan sampah maka Perda sampah belum dapat diberlakukan disitulah peran Pemerintah untuk menyediakan fasilitas," jelas Wabup.

Kini Pemerintah Kep. Meranti tengah mengukur kekuatan sarana dan prasarana pengangkut sampah serta tempat penampungan sampah dengan begitu dapat diketahui secara pasti fasilitas dan sarana apa yang harus diadakan untuk mengatasi permasalahan sampah termasuk juga bahan bakar untuk operasional.

Dari keterangan pihak Dinas Lingkungan Hidup Meranti melakui Kabid Kebersihan Husni Mubarak, saat ini pihak Dinas LH telah meninjau lokasi lahan yang akan dijadikan tempat penampunhan sampah baru yang berada di Desa Sesap seluas 9.5 Ha.

Selain itu untuk kendaraan pengangkut sampah sudah tidak memadai lagi khususnya mobil Dump Truck, untuk motor Kaisar diakui pihak Dinas LH Meranti berjumlah 13 unit, Bak Kontainer penampung 4 Unit.

Selanjutnya H. Said Hasyim yang pernah berhasil menangani permasalah sampah di Pasar Jodoh Batam itu meminta pekerja kebersihan di Kota Selatpanjang yang berjumlah 215 orang dapat bekerja maksimal karena kebersihan Kota sangat bergantung pada kinerja para pasukan orange tersebut.

Dalam rapat tersebut berbagai saran mengatasi masalah sampah di Merati disampaikan peserta salah satunya oleh Asisten II Sekdakab. Meranti H. Revirianto, menurutnya bicara masalah sampah ada 2 faktpr pertama masyarakat dan sarana prasarana. Dicontohkanya penanggulangan sampah di Kota Solo dimana para pedagang harus menyediakan plastik sampah sendiri dilokasi dagangannya. Pemda Solo akan mengenakan sanksi bagi pedagang yang tidak bisa menjaga kebersihan tempat dagangannya. Dan strategi ini menurut Revi dapat dicontoh.

Saran lainnya juga disampaikan oleh Kasatpol PP Helfandi, menurutnya petugas kebersihan harus dimaksimalkan dengan mulai bekerja sejak subuh hari sebelum aktiftas kantor dimulai.

Untuk menangani masalah sampah dari hasil rapat dibutuhkan anggaran yang tidak sedikit setidaknya 2 miliar.

Problem mendasar dijelaskan Kadis LH Meranti Said Asmaruddin adalah, Masalah TPS yang ada saat ini kebanyakan TPS liar, dan TPA di Gogok sudah menumpuk dan tidak representatif lagi, begitu juga kendaraan pengangkut sampah serta kesadaran masyarakat yang kurang.

Dikatakan Wabup, berdasarkan hasil penelitian dar mahasiswa Belanda, sampah di Merati terbagi menjadi beberapa golongan 1. Plastik, 2. Kimia, 3. Organik, 4. Non Organik, 5. Kaca, 6. Logam dan lainnya.

Yang paling berbahaya adalah yang sulit terutai seperti Softex, Kaca, Plastik, Kayu dan Besi. Namun menurutnya semua menurutnya memiliki nilai ekonomi dan bisa dimanfaatkan. Sampah organik dapat diolah menjadi pupuk dan kerajinan tangan. Sedangkan sampah plastik dapat dijual untuk menghasilkan uang.

"Jika sampah bisa dikoordinir dengan baik jika sebelumnya sebagai bencana dapat menjadi berkah," ucap Wabup.

Terakhir Wabup memerintahkan kepada Dinas dan Bagian terkait untuk merumuskan strategi jitu untuk mengatasi masalah sampah demi mewujudkan Meranti yang bersih, indah dan sehat. (Hpm, jan).



 
Berita Lainnya :
  • Gerebek Rumah di Bukit Payung, Polisi Kampar Amankan 4 Pengedar Sabu
  • Ketua RT/RW Diberi HP, Nanti Warga Urus Surat Sistim Digitalisasi, tak Perlu Bolak-balik ke Kantor Lurah
  • Hadapi Potensi Bencana, BPBDPK Riau Rapatkan Barisan Damkar se-Provinsi
  • Gibra Hazell Alvaro, Atlet Muda Riau Ukir Prestasi di Panggung Padel Internasional
  • Gratis! Kemenkum Riau Gandeng BNI Daftarkan Hak Cipta Pelaku Kreatif dan UMKM
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Gerebek Rumah di Bukit Payung, Polisi Kampar Amankan 4 Pengedar Sabu
    02 Ketua RT/RW Diberi HP, Nanti Warga Urus Surat Sistim Digitalisasi, tak Perlu Bolak-balik ke Kantor Lurah
    03 Hadapi Potensi Bencana, BPBDPK Riau Rapatkan Barisan Damkar se-Provinsi
    04 Gibra Hazell Alvaro, Atlet Muda Riau Ukir Prestasi di Panggung Padel Internasional
    05 Gratis! Kemenkum Riau Gandeng BNI Daftarkan Hak Cipta Pelaku Kreatif dan UMKM
    06 Perkuat Akses Keadilan, Kemenkum Riau dan Kejati Riau Bangun Sinergi Layanan Hukum bagi Masyarakat
    07 Perkuat Akses Hukum, Kemenkum Riau Genjot Pendampingan JDIH ke Pemda, DPRD dan Kampus
    08 Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat
    09 Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat
    10 Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana
    11 Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas
    12 Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
    13 Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
    14 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    15 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    16 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    17 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    18 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    19 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    20 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    21 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    22 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat