SULUHRIAU, Natuna- Upaya mengantisipasi peredaran dan bahaya narkoba dan minuman keras (miras), Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) dan Polres Natuna menggelar sosialisasi pada pelajar.
Sinergi sosialisasi pemberantasan peredaran narkoba dan miras ini ditujukan kepada siswa SLTA se Kecamatan Bunguran Timur Kabupaten Natuna. Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Sri Serindit, Jl. Yos Sudarso, Batu Hitam, Kecamatan Bunguran Timur, Kamis (25/7/2,19).
Melalui kegiatan penyuluhan pencegahan peredaran, penggunaan minuman keras dan Narkoba dengan tema "Kita Wujudkan Masyarakat Natuna yang cerdas dan mandiri dalam rangka keimanan dan budaya tempatan" ini dihadiri Kasat Narkoba Polres Natuna AKP Ramlan Chalid, Kaban Kesbangpol Natuna diwakili Syamsul, Agung dan dan staf serta Camat Bunguran Timur Wan Suhardi.
Peserta terdiri dari siswa SLTA se-Kecamatan Bunguran Timur dan para guru dari masing-masing sekolah.
Camat Bunguran Timur, Wan Suhardi, dalam sambutannya sekaligus membuka acara ini mengatakan, kegiatan penyuluhan kepada siswa baru merupakan bentuk kepedulian pemerintah kepada generasi muda dalam pencegahan peredaran dan penggunaan narkoba, serta minuman keras di Indonesia, khususnya Kabupaten Natuna.
“Seiring perkembangan zaman banyak terjadi pergaulan bebas, saya berharap kepada siswa-siswi generasi muda Kabupaten Natuna agar tidak melibatkan diri pada hal-hal yang dapat merugikan diri sendiri, seperti menggunakan narkoba, minuman keras, tawuran antar sekolah dan perbuatan tercela lainnya,†harap Wan Suhardi.
Kemudian, Wan Suhardi, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memerangi barang haram tersebut, khususnya bagi anak-anak sekolah.“Narkoba sangat berbahaya, dan dapat menghancurkan masa depan anak sebagai generasi penerus bangsa,†ucap Wan Suhardi.
Dalam kesempatan yang sama, Kasat Narkoba, AKP Ramlan Chalid, mengatakan, usia remaja tergolong usia rentan terhadap penyalahgunaan narkoba dan minuman keras, karena masa seperti ini sedang tumbuh kembang dalam proses pencarian jati diri.
Usia remaja sangat labil dan mudah sekali dipengaruhi oleh pengaruh yang tidak baik yang datangnya dari masyarakat atau lingkungan sekitar.“Menggunakan narkoba dapat merusak jaringan saraf dan organ tubuh lainnya, seperti gagal ginjal dan penyakit jantung. Pemakai narkoba cenderung sensitif dan tidak terurus, bahkan dapat mengakibatkan ketergantungan,†ujar Kasat Ramlan.
“Mirisnya lagi, bukan hanya fisik dan mental kita yang dirusak, tapi pundi-pundi ekonomi juga hancur, bahkan dapat berurusan dengan hukum,†jelasnya.
Dikatakannya, ada beberapa jenis narkoba di Indonesia yang sering dipergunakan dan disalahgunakan seperti, sabu, ganja, ektasi, dan obat-obatan terlarang lainnya. “Untuk itu para pelajar ini perlu diberikan pemahaman dan pengetahuan tentang bahaya narkoba, serta pencegahannya lebih dini,†terang AKP Ramlan.
Dikatakan, melalui penyuluhan pencegahan peredaran, penyalahgunaan minuman keras dan narkoba, kita wujudkan masyarakat Natuna yang cerdas dan mandiri. Jauhi narkoba, utamakan pendidikan dan rajin belajar. (helim)