Senin, 17 Agustus 2026 Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti | Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap | Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
 
 
☰ Sosial Budaya
Opini
Disorientasi Dalam Budaya Balimau Kasai Sambut Bulan Ramadhan
Senin, 06 Mei 2019 - 10:26:25 WIB
Muhammad Ilyas

BALIMAU kasai seakan tidak asing lagi di telinga masyarakat Riau, setiap tahun dalam rangka menyambut bulan suci ramadhan masyarakat Kampar pada umumnya dan terkhusus masyarakat Desa Lubuk XIII Koto kampar merayakan adat dan budaya yang turun temurun dari nenek moyang mereka yaitu balimau kasai.

Balimau kasai termasuk dalam kategori adat yang diadatkan (boleh dikerjakan dan boleh ditinggalkan). Kalau kita tarik kedalam kaidah hukum Islam maka hukumnya Mubah.

Perayaan balimau kasai biasanya dimulai setelah shalat asyar sambil baghaa'ak (berarak/beriringan) dari hulu kampung Sampai ke hilir kampung (tempat pelaksanaan mandi balimau kasai). Baris pertama adalah kaum ibu-ibu sambil membawa rantang atau tentengan yang berisi limau kasai yang terdiri dari; jeruk nipis dan Kasai (terbuat dari beras di campur coku) sehingga memunculkan aroma yang semerbak dan sangat wangi serta membawa kain belacu sepanjang 1x1 meter (kain  panjang berwarna hitam/putih) yang nantinya akan dijadikan sebagai kain basahan. Baris kedua adalah anggota tukang dikiu (dzikir) sebagai musik pengiring dalam perayaan balimau kasai. Barisan terakhir kaum Adam atau kaum bapak-bapak dan remaja.

Semua masyarakat berbondong-bondong mengikuti  prosesi perayaan balimau kasai, kecuali 3 golongan yaitu; orang sakit, orang yang baru melahirkan, dan lansia (orang tua yang sudah uzur). Setelah shalat asyar bagha'ak pun dimulai menuju sebuah pulau di hilir kampung yang bernama Pulau Tidiyah. Kaum ibu-ibu mandi di botiong topian doghe (air deras yang menghanyutkan) sedangkan kaum bapak-bapak mandi di botiong tidiyah. Antara botiong topian doghe dan botiong tidiyah berjarak lebih kurang 100 meter. Sesampainya di botiong lokasi mandi pun diatur. Antara ayah, anak dan samondo (ipar) tidak boleh berdekatan dan harus pandai menyesuaikan tempat agar tidak terjadi kerancuan dalam adat.

‌Sekitar tahun 2000-an terjadi pergeseran budaya pada prosesi budaya balimau kasai yang mana istilah balimau kasai sudah tidak ada lagi, sekarang cuma memeriahkan hari nya saja. Sudah jauh berbeda dengan adat dan budaya serta prosesi  balimau Kasai pada awalnya. Dahulu lokasi pemandian nya sudah diatur dan ditetapkannya oleh pemangku adat,  alim-ulama dan tokoh masyarakat serta ada regulasi-regulasi yang harus dipatuhi oleh Ninik mamak dan anak kemenakan dalam prosesi balimau Kasai, sekarang balimau Kasai boleh dan bisa dilakukan dimana saja bahkan di tempat-tempat umum seperti tempat wisata yang dijadikan sebagai tempat pemandian bersama-sama dan terjadi percampuran antara laki-laki dan perempuan. upacara adat balimau Kasai sudah tidak ada lagi sekarang sudah berganti menjadi jalan-jalan bersama keluarga, teman atau pacar.

Keadaan ini seakan diamini oleh pemangku adat, alim ulama dan cerdik pandai serta tokoh masyarakat di setiap desa yang dijadikan lokasi mandi balimau kasai seperti, Dermaga tepian mahligai desa Pulau gadang, Danau Rusa Desa Batu Bersurat dan Kuari yang terletak di Kelurahan batu Bersurat kecamatan XIII Koto kampar.

Berbeda lagi ketika kita tilik prosesi balimau kasai di Bangkinang, Batu Belah dan Air tiris. Biasanya masyarakat merayakan dengan membuat pelombaan sampan hias dan kemudian Bailiu Basamo (menghanyutkan diri dari hulu ke hilir secara bersama-sama). Dalam hal ini juga terjadi percampuran atau perbauaran antara remaja dan remaji. Hal ini sudah menjadi tradisi setiap tahunnya, kegiatan ini juga seakan 'diamini' oleh nenek mamak, alim ulama, tokoh masyarakat dan aparatur pemerintahan.

Mari kita kembalikan tradisi dan budaya balimau kasai ke prosesi awal, bukan seperti sekarang yang lebih banyak mendatangkan mudhorat dari pada manfaat. Semoga!

Penulis: Muhammad Ilyas S.sos M.A
* Dosen LB Pada Prodi Bimbingan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Suska Riau




 
Berita Lainnya :
  • Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
  • Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
    02 Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
    03 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    04 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    05 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    06 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    07 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    08 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    09 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    10 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    11 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    12 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    13 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    14 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    15 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    16 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    17 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    18 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    19 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    20 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    21 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    22 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat