Kamis, 01 Oktober 2026 Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel | Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda | Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi | Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif | Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru | Usai Upacara Hari Kesaktian Pancasula, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Pidato Kebangsaan Via Virtual
 
 
☰ Sosial Budaya
Opini
Disorientasi Dalam Budaya Balimau Kasai Sambut Bulan Ramadhan
Senin, 06 Mei 2019 - 10:26:25 WIB
Muhammad Ilyas

BALIMAU kasai seakan tidak asing lagi di telinga masyarakat Riau, setiap tahun dalam rangka menyambut bulan suci ramadhan masyarakat Kampar pada umumnya dan terkhusus masyarakat Desa Lubuk XIII Koto kampar merayakan adat dan budaya yang turun temurun dari nenek moyang mereka yaitu balimau kasai.

Balimau kasai termasuk dalam kategori adat yang diadatkan (boleh dikerjakan dan boleh ditinggalkan). Kalau kita tarik kedalam kaidah hukum Islam maka hukumnya Mubah.

Perayaan balimau kasai biasanya dimulai setelah shalat asyar sambil baghaa'ak (berarak/beriringan) dari hulu kampung Sampai ke hilir kampung (tempat pelaksanaan mandi balimau kasai). Baris pertama adalah kaum ibu-ibu sambil membawa rantang atau tentengan yang berisi limau kasai yang terdiri dari; jeruk nipis dan Kasai (terbuat dari beras di campur coku) sehingga memunculkan aroma yang semerbak dan sangat wangi serta membawa kain belacu sepanjang 1x1 meter (kain  panjang berwarna hitam/putih) yang nantinya akan dijadikan sebagai kain basahan. Baris kedua adalah anggota tukang dikiu (dzikir) sebagai musik pengiring dalam perayaan balimau kasai. Barisan terakhir kaum Adam atau kaum bapak-bapak dan remaja.

Semua masyarakat berbondong-bondong mengikuti  prosesi perayaan balimau kasai, kecuali 3 golongan yaitu; orang sakit, orang yang baru melahirkan, dan lansia (orang tua yang sudah uzur). Setelah shalat asyar bagha'ak pun dimulai menuju sebuah pulau di hilir kampung yang bernama Pulau Tidiyah. Kaum ibu-ibu mandi di botiong topian doghe (air deras yang menghanyutkan) sedangkan kaum bapak-bapak mandi di botiong tidiyah. Antara botiong topian doghe dan botiong tidiyah berjarak lebih kurang 100 meter. Sesampainya di botiong lokasi mandi pun diatur. Antara ayah, anak dan samondo (ipar) tidak boleh berdekatan dan harus pandai menyesuaikan tempat agar tidak terjadi kerancuan dalam adat.

‌Sekitar tahun 2000-an terjadi pergeseran budaya pada prosesi budaya balimau kasai yang mana istilah balimau kasai sudah tidak ada lagi, sekarang cuma memeriahkan hari nya saja. Sudah jauh berbeda dengan adat dan budaya serta prosesi  balimau Kasai pada awalnya. Dahulu lokasi pemandian nya sudah diatur dan ditetapkannya oleh pemangku adat,  alim-ulama dan tokoh masyarakat serta ada regulasi-regulasi yang harus dipatuhi oleh Ninik mamak dan anak kemenakan dalam prosesi balimau Kasai, sekarang balimau Kasai boleh dan bisa dilakukan dimana saja bahkan di tempat-tempat umum seperti tempat wisata yang dijadikan sebagai tempat pemandian bersama-sama dan terjadi percampuran antara laki-laki dan perempuan. upacara adat balimau Kasai sudah tidak ada lagi sekarang sudah berganti menjadi jalan-jalan bersama keluarga, teman atau pacar.

Keadaan ini seakan diamini oleh pemangku adat, alim ulama dan cerdik pandai serta tokoh masyarakat di setiap desa yang dijadikan lokasi mandi balimau kasai seperti, Dermaga tepian mahligai desa Pulau gadang, Danau Rusa Desa Batu Bersurat dan Kuari yang terletak di Kelurahan batu Bersurat kecamatan XIII Koto kampar.

Berbeda lagi ketika kita tilik prosesi balimau kasai di Bangkinang, Batu Belah dan Air tiris. Biasanya masyarakat merayakan dengan membuat pelombaan sampan hias dan kemudian Bailiu Basamo (menghanyutkan diri dari hulu ke hilir secara bersama-sama). Dalam hal ini juga terjadi percampuran atau perbauaran antara remaja dan remaji. Hal ini sudah menjadi tradisi setiap tahunnya, kegiatan ini juga seakan 'diamini' oleh nenek mamak, alim ulama, tokoh masyarakat dan aparatur pemerintahan.

Mari kita kembalikan tradisi dan budaya balimau kasai ke prosesi awal, bukan seperti sekarang yang lebih banyak mendatangkan mudhorat dari pada manfaat. Semoga!

Penulis: Muhammad Ilyas S.sos M.A
* Dosen LB Pada Prodi Bimbingan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Suska Riau




 
Berita Lainnya :
  • Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel
  • Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda
  • Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi
  • Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif
  • Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel
    02 Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda
    03 Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi
    04 Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif
    05 Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru
    06 Usai Upacara Hari Kesaktian Pancasula, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Pidato Kebangsaan Via Virtual
    07 Prabowo Lantik Suyudi Jadi Kapolri, Listyo Sigit Bergeser ke KSP, Ini Daftar Lengkap Perubahan Posisi Pejabat
    08 Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian
    09 Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
    10 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    11 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    12 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    13 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    14 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    15 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    16 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    17 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    18 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    19 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    20 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    21 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    22 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat