Selasa, 18 Agustus 2026 Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat | Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat | Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana | Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas | Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti | Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
 
 
☰ Metropolis
Emak-emak 'Gruduk' Kantor KPU Pekanbaru Karena tak Dapat Nyoblos
Kamis, 18 April 2019 - 20:29:09 WIB

SULUHRIAU, Pekanbaru- Ratusan warga yang didominasi emak-emak menggeruduk kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pekanbaru di Jalan Arifin Achmad,  Riau, Rabu (17/4/2019) petang.

Mereka protes lantaran tidak bisa mencoblos dan berharap kejadian serupa tak terjadi lagi pada pemilihan umum berikutnya.

Salah seorang peserta Demo, warga Sidomulyo, saat mendatangi KPU mengatakan, aksi itu dilakukan karena tidak bisa mencoblos meski sudah antri di TPS sejak pukul 08.00 WIB.

Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) mengaku sudah kehabisan surat suara.

"Tidak makan saya untuk bisa mencoblos, sampai siang juga gak bisa, disuruh ke KPU tapi gak ada hasil," kata perempuan berusia 63 tahun ini di kantor KPU.

Menurutnya, anggaran surat suara itu menelan biaya triliunan rupiah . Diapun mempertanyakan kenapa surat suara bisa kurang pada hari pencoblosan.

"Kami tidak cari uang, yang kami butuhkan itu bisa menyalurkan hak suara untuk lima tahun mendatang," ucap Magdalena.

Warga lainnya, Arya Pratama juga mendatangi KPU karena surat keterangan dari RT di perumahannya tidak dianggap KPPS. Petugas menyebut surat suara cadangan tidak cukup dan diutamakan bagi masyarakat yang punya undangan mencoblos.

"Saya tidak masuk DPT, padahal saya sudah hampir tujuh tahun tinggal di Kelurahan Simpang Tiga, surat keterangan tidak berlaku," katanya Magdalena.

Arya mengaku datang ke TPS 24 pukul 10.00 WIB sesuai jadwal bagi warga yang tidak masuk DPT. Hingga siang, petugas memintanya datang ke TPS sebelah dengan harapan masih ada surat suara di sana.

"Saya datang ke TPS lain, jawabannya sama, pas datang ke KPU, hanya polisi yang ada di sini," ucap Arya.

Di samping itu, Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Krueng Meuseugop, Kecamatan Simpang Mamplam, Kabupaten Bireuen, Aceh, punya cara tersendiri agar pemilih tertarik dengan mendirikan TPS unik berkonsep alam.

Misalnya di TPS 01 dan 02 Desa Krueng Meusugop ini yang dibuat dengan bahan dari daun kelapa, jerami, buah ara, dan berbagai dedaunan lain. Bentuknya serasi dengan lingkungan desa tersebut yang berada di dekat pegunungan dan dialiri sungai.

"Ide ini dapat dari salah satu anggota PPS, Tengku Abdul Aziz. Menurut beliau, menggunakan bahan dari hasil alam biar tampil beda dengan yang lain. Indah dipandang karena desa ini berdekatan dengan pergunungan," Ketua PPK Simpang Mamplam, Rona Riani kepada Liputan6.com, Rabu siang (17/4/2019).

Di desa ini hanya terdapat dua TPS yang berjarak sekitar delapan meter antara satu sama lain. Jumlah pemilih di desa ini seluruhnya 345 orang.

"Keliatan sejuk waktu dilihat, karena dibuat dari dedaunan semua, dan letak TPS-nya pun sangat strategis, dekat sungai," imbuh Rona.

Pemungutan suara di desa tersebut masih berlangsung menjelang tengah hari dan berlangsung aman tanpa hambatan atau kendala. (slt)



 
Berita Lainnya :
  • Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat
  • Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat
  • Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana
  • Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas
  • Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat
    02 Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat
    03 Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana
    04 Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas
    05 Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
    06 Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
    07 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    08 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    09 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    10 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    11 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    12 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    13 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    14 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    15 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    16 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    17 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    18 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    19 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    20 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    21 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    22 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat