USBN Tengah Berlangsung, Guru di Pekanbaru Demo
Senin, 08 April 2019 - 17:13:25 WIB
SULUHRIAU, Pekanbaru- Hari ini Senin, (8/4/2019) sebanyak 17.589 Siswa di 90 SMP menjalani ujian sekolah berstandar nasional (USBN).
Di hari ini pula guru di Pekanbaru menggelar aksi demo.
Sejumlah orangtua siswa mengaku miris melihat kondisi ini. Pasalnya, jika guru demo dan pengawas sekolah demo, bagaimana kelangsungan proses USBN dan bagaimana hasil atau nilai USBN nantinya.
Inilah antara lain sempat dipertanyakan salah seorang orang tua siswa, M Amin (42) orangtua SMPN 21 Pekanbaru.
"Begini pak, apa tidak ada solusi bagi Pemko Pekanbaru dan guru untuk tidak demo saat USBN berlangsung, bagaimana nanti nasib pendidikan kita, terutama mengenai hasil USBN ini," ujar Amin berkeluh kesah ke media ini, Senin.
Ia mengaku tidak bisa menyalahkan pihak manapun, yang ia pertanyakan tanggungjawab guru dan pemerintah dalam hal ini agar jangan sampai merugikan siswa.
Alumni jurusan FKIP Unri ini menambahkan, kalau masalah ini tidak ada solusi yang rugi semua pihak, baik siswa, orangtua, guru dan pemerintah itu sendiri. "Jadi tolong pemegang kebijakan berikan solusi dan guru tolong jugalah pengertian dulu masa ujian ini," katanya.
Informasi diperoleh media ini, saat USBN beralngsung sistim pengawasan dan pelaksanaan agak longgar dari bisanya.
Sementara itu, Koordinator Aksi Guru Sertifikasi, Zulfikar di sela-sela demo di DPRD mengatakan, aksi tersebut merupakan tindak lanjut dari aksi-aksi sebelumnya dan menyikapi adanya agenda dipertemukan dengan Walikota Pekanbaru dengan harapan Perwako No 07 tahun 2019 disetujui untuk segera direvisi.
"Namun ternyata tidak jadi ditemui Wako. Di-PHP lagi, makanya hari ini aksi demo difokuskan di Kantor DPRD Kota Pekanbaru. Karena sudah dua kali dipanggil tak datang-datang, saya dengar dewan sudah ber-statement akan melakukan Interpelasi. Kalau memang itu akan dilakukan, kita doronglah," ungkap Zulfikar.
Sementara itu, Perwakilan Forum Guru Sertifikasi Pekanbaru, Raja Ira Novia Badar Putri di sela-sela aksi di DPRD Pekanbaru menyebut, guru menuntut agar Walikota menindaklanjuti hasil konsultasi dengan pihak tiga Kementerian di Jakarta.
Intinya, bagaimana agar Walikota memberikan solusi soal TPP bagi guru sertifikasi. Guru hanya ingin bertemu dengan Walikota Pekanbaru.
Namun, kata Ira Walikota Pekanbaru hanya bisa mengancam dengan mengeluarkan instruksi dan cenderung menyudutkan guru di media massa. "Kami berharap agar permasalahan TPP ini segera menemukan solusi," katanya.
Dinas Pendidikan Pekanbaru mengajak para siswa agar menjalani ujian dengan baik. Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Muzailis menyebut bahwa persiapan USBN sudah cukup baik.
Ia memastikan para siswa SMP sudah siap menjalani USBN 2019. Para siswa akan menjalani ujian selama enam hari. USBN akan berjalan hingga, Sabtu (13/4/2019) mendatang. [tim]
Komentar Anda :