Pengurus Melayu Raya Natuna Ditabalkan, Bupati: Mari Dukung Pembangunan Daerah
Sabtu, 16 Maret 2019 - 12:01:32 WIB
|
Penabalan Pengurus Melayu Natuna oleh Bupati Natuna Hamid Rizal
|
SULUHRIAU, Natuna- Pengurus Perhimpunan Melayu Raya Kabupaten Natuna ditabalkan sebagai salah satu perhimpunan masyarakat di Provinsi Kepulauan Riau.
Penabalan Pengurus Perhimpunan Melayu Raya Kabupaten Natuna tersebut berlangsung di gedung Sri Serindit Jl. Yos Sudarso Ranai, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Jum'at (15/03/2019) malam.
Penabalan Pengurus Perhimpunan Melayu Raya Kabupaten Natuna tersebut berlangsung melalui prosesi penyerahan pataka Melayu Raya Natuna dari Pembina Utama Melayu Raya, Brigjen (Pol) Drs. H. Yan Fitri Halimansyah, M.H kepada Korwil Melayu Raya Natuna, Wan Siswandi disaksikan seluruh Korwil Melayu Raya di Kepulauan Riau.

Acara penabalan ini juga dihadiri oleh Bupati Natuna, ketua dan wakil ketua dan anggota DPRD Natuna, para FKPD, para Asisten dan OPD Kabupaten Natuna, instansi Vertikal, organisasi kemasyarakatan, Tokoh agama, Tokoh adat, tokoh masyarakat, Pemuka adat, beserta undangan lainnya. Bupati Natuna Drs. H. A. Hamid Rizal. M. Si Dalam sambutannya menerangkan bahwa berdasarkan nomenklatur yang ada, lembaga ini akan bergerak dibidang sosial kemasyarakatan dimana aksi nyata yang akan ditempuh adalah silaturrahmi yang tidak mengenal batasan ras suku dan latar belakang budaya
Selanjutnya Hamid Rizal berharap perhimpunan melayu raya ini dapat menjadi salah satu instrumen strategis bagi mendukung pembangunan daerah. Bupati mengingatkan bahwa kelembagaan ini harus bergerak secara netral dan terbebas dari segala muatan program dan kepentingan politik, agar pelaksanaan program kerjanya selalu dapat masuk kesemua masyarakat dan bidang pembangunan daerah.

Sementara itu Brigjen (Pol) Drs. H. Yan Fitri Halimansyah, M.H selaku Pembina utama Melayu Raya menyampaikan Melayu Raya merupakan perhimpunan yang mengakomodasi semua kelompok suku, agama, ras dan golongan. Bergabung bersama memberikan kontribusi bagi masyarakat dan pemerintah.
"Tidak ada membeda-bedakan suku, agama, ras dan golongan. Semuanya bergabung di bawah payung adat Melayu," kata dia.
Lebih lanjut, perhimpunan ini didirikan agar menghargai nilai-nilai kearifan lokal, bagi semua anak bangsa di Kepri. Dalam rangka untuk mencipkan suatu perubahan sosial baik dalam tatanan kehidupan masyarakat, menjaga empat pilar harga mati, NKRI, UUD 1945, Pancasila dan Kebhinnekaan.

Semua hidup rukun dengan perekat bahasa Melayu, tidak melihat suku, agama, ras dan golongan, dan tidak terlibat dalam politik manapun." Perhimpunan ini diharapkan menjadi garda terdepan dalam menciptakan rasa aman, damai di wilayah perbatasan Indonesia," ujarnya.
Yan Fitri mengatakan saat ini banyak pemanfaatan teknologi yang tidak pada tempatnya. Seperti penggunaan media sosial yang dijadikan sebagai sarana menghujat, fitnah dan menyampaikan ujaran kebencian.
Kemudian acara dilanjutkan dengan penyerahan cendra mata dari Pembina Utama Melayu Raya kepada Bupati Natuna, sekaligus foto sesi bersama. (Nur)
Komentar Anda :