Senin, 17 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Sosial Budaya
Heboh Doktrin Kiamat Sudah Dekat
Kamis, 14 Maret 2019 - 07:57:32 WIB

SULUHRIAU- Doktrin kiamat sudah dekat menguak seiring beredarkan berita tentang 52 warga Ponorogo yang minggat.

Mereka diduga meninggalkan kampung halamannya untuk berlindung di sebuah pondok pesantren di Malang karena percaya akan segera terjadi kiamat.

52 warga Ponorogo yang dimaksud yakni mereka yang tinggal di Dusun Krajan, Desa Watubonang, Kecamatan Badegan. Mereka pergi ke Malang setelah menjual aset-aset yang mereka miliki di dusun tersebut. Baik rumah, tanah hingga hewan ternak.

Kepindahan puluhan warga dusun tersebut mencuri perhatian setelah salah satu warga net, Rizki Ahmad Ridho membahasnya di laman Facebook Info Cegatan Wilayah Ponorogo (ICWP) pada Senin (11/3/2019) sekitar pukul 10.14 WIB.

"#kepoinfo seng omahe watu bonang enek ora jarene lemah' pdo.di dol.gek pindah neg malang kae kronologine pie.. Seng 2 krngu" jarene kenek doktrin seng kiamat disek dwe daerah kno gek jarene neh kui gae jaket MUSA AS..kui aliran opo lurrr.samarku mbat brawek neg daerah" lio..Ngnu wae..mergo rdok nyamari babakan ngne kie wedi ko mbat di gae edan lak io.jembuk (#kepoinfo yang rumahnya di Watu Bonang ada apa tidak. Katanya tanah semua dijual terus pindah ke Malang itu gimana kronologinya. Dengar-dengar katanya kena doktrin yang kiamat pertama daerah situ dan katanya ada yang pakai jaket MUSA AS. Itu aliran apa, khawatirku merembet ke daerah lain. Gitu aja. Soalnya agak membahayakan bab seperti ini takutnya malah membuat orang gila)," berikut tulisan yang diunggah Rizki dalam Grup ICWP.

Kemudian, peristiwa tersebut dibenarkan oleh kepala dusun hingga camat setempat. Menurut Kepala Dusun Krajan, Sogi, ada 16 KK atau 52 warganya yang sudah minggat. Meski begitu, ia menegaskan jika puluhan warga tersebut masih berstatus sebagai warga Ponorogo karena mereka pergi secara diam-diam tanpa mengurus surat pindah.

"KTP, KK masih (berstatus) warga Desa Watubonang, tidak ada yang resmi pamit ke perangkat desa," kata Sogi saat ditemui di lokasi, Rabu (13/3).

Camat Badegan, Ringga Irawan kemudian menambahkan jika puluhan warga hijrah ke Malang setelah mendapat bisikan atau doktrin tentang kiamat sudah dekat dari santri atau jemaah sebuah ponpes di Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang. Selain tentang kiamat, puluhan warga tersebut juga juga dijejali fatwa soal perang dan ancaman kemarau panjang.

"Pada awalnya mereka dipengaruhi atau diajak oleh Katimun (48), warga RT 05 RW 01 Dukuh Rrajan, Desa Watubonang yang merupakan jemaah santri di sana," kata Ringga.

Dalam rilis yang dikeluarkan Kecamatan Badegan, Ringga menjelaskan jika 52 warga tersebut diduga menjadi jemaah Thoriqoh Musa. Terkait isu kiamat sudah dekat, jemaah diminta pergi dan menjual semua aset di Desa Watubonang.

Sementara soal Ramadhan tahun ini yang akan diwarnai huru-hara, jemaah diminta membeli pedang seharga Rp 1 juta. Kemudian tentang kemarau panjang selama 3 tahun mulai 2019-2021, jemaah diminta menyetor gabah 500 kg per orang karena kemarau mengakibatkan paceklik.

Fatwa Thoriqoh Musa yang diduga disebarkan Katimun mengarah pada satu pondok pesantren di Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang. Yakni Ponpes Miftahul Falahin Mubtadin yang diasuh oleh Muhammad Romli atau Gus Romli.

Terkait keberadaan Thoriqoh Musa dan fatwa atau doktrin kiamat sudah dekat, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Muspika dan Nahdlatul Ulama (NU) setempat menggelar pertemuan dengan Gus Romli.

"Dari hasil pertemuan, terungkap bahwa informasi yang beredar itu tidak benar. Pengasuh ponpes Gus Romli membantahnya, dan bisa mengecek langsung akan kebenaran informasi itu," kata Kapolres Batu, AKBP Budi Hermanto yang memfasilitasi pertemuan tersebut.

Sementara Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ponorogo mengaku bakal mendalami soal kepindahan puluhan warga ke Malang. Terlebih, kepindahan 52 warga Dusun Krajan, Desa Watubonang, Kecamatan Badegan tersebut diduga akibat doktrin kiamat yang katanya akan terjadi pertama kali di desa tersebut.

"Ajarannya apa saya juga belum tahu, belum sampai ke sana, nanti bisa kita cek dan lihat," kata Ketua MUI Ponorogo Anshor M Rusdi seperti dilansir dari detik.com.

Sumber: detik.com | Editor: Jandri





 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat