Selasa, 18 Agustus 2026 Gerebek Rumah di Bukit Payung, Polisi Kampar Amankan 4 Pengedar Sabu | Ketua RT/RW Diberi HP, Nanti Warga Urus Surat Sistim Digitalisasi, tak Perlu Bolak-balik ke Kantor Lurah | Hadapi Potensi Bencana, BPBDPK Riau Rapatkan Barisan Damkar se-Provinsi | Gibra Hazell Alvaro, Atlet Muda Riau Ukir Prestasi di Panggung Padel Internasional | Gratis! Kemenkum Riau Gandeng BNI Daftarkan Hak Cipta Pelaku Kreatif dan UMKM | Perkuat Akses Keadilan, Kemenkum Riau dan Kejati Riau Bangun Sinergi Layanan Hukum bagi Masyarakat
 
 
☰ Peristiwa
Musim Kemarau, Warga di Kecamatan Bantan Kesulitan Air Bersih
Rabu, 13 Maret 2019 - 13:06:59 WIB
Ilustrasi

SULUHRIAU, Bengkalis- Musim kemarau yang melanda selama dua bulan ini, selain menyebabkan kebakaran hutan dan lahan, warga sejumlah desa di Kecamatan Bantan kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari.

Desa-desa yang kini mengalami kesulitan air akibat kemarau berkepanjangan, diantaranya, Desa Teluk Papal, Mentayan, Bantan Tengah, Ulupulau, Bantan Air, Bantan Sari, Bantan Timur, Muntai, Muntai Timur, Pambang Baru, Pambang Pesisir, Teluk Pambang, Sukajadi, Kembung Luar, Kembung Baru dan Teluk Lancar.

Seperti halnya di Desa Teluk Papal dan Mentayan, akibat kemarau hampir dua bulan ini, menyebabkan kolam dan sumur yang menjadi sumber pasokan air warga untuk mandi dan mencuci, juga kering.

Bahkan parit-parit aliran air di depan rumah warga kering kerontang, bahkan tanahnya merekah.Tidak hanya itu, kemarau yang berkepanjangan juga berdampak pada tumbuhan perkebunan yang penopang perekonomian warga.

Seperti karet, kelapa dan pinang, berkurang hasilnya.Bahkan rumput yang menjadi sumber utama makanan pokok hewan ternak juga memulai mengering.

Akibatnya warga mencari bahan alternatif, seperti daun karet muda, daun ubi dan lain. Kalau pun ada rumput yang bisa diramban,terpaksa harus mencari ke lokasi yang jauh dari perkampung.“Sekarang ini, kami kesulitan mendapatkan air. Untuk mandi, mencuci dan kebutuhan lainnya, memang benar-benar sulit,” ungkap Kurniawan, Rabu (13/3/2019).

Untuk kebutuhan memasak, sebagian warga mengandalkan air simpanan dalam tanki (penampungan dalam ukuran besar) milik warga. Namun saat ini, pasokannya sudah menipis, karena sejak dua bulan ini digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Itupun kata Kurniawan, untuk kebutuhan minum, membeli air isi ulang.“Bagi warga yang tidak punya tanki. Ada yang minta air kepada yang punya tanki. Tapi kalau yang tidak punya, terpaksa harus mengandalkan membeli di air isi ulang, untuk memasak dan minum,” ungkap Iwan.

Kepala Desa Teluk Papal, Lakuning Ratno, mengatakan, kemarau yang sudah berlangsung selama dua bulan terakhir ini, menyebabkan warga kesulitan air. Karena bahan baku air milik warga sudah tidak ada.

Sumur-sumur mulai mengering, kalau pun masih ada airnya, rasanya asin layaknya air laut.Memang, kata Lakuning Ratno, sebagian warga yang memiliki sumur bor, bisa berbagi air dengan warga lain. Namun kondisi air sumur bor, tidak layak dikonsumsi, karena warna kecoklatan dan higenisnya belum teruji. (las,jan)



 
Berita Lainnya :
  • Gerebek Rumah di Bukit Payung, Polisi Kampar Amankan 4 Pengedar Sabu
  • Ketua RT/RW Diberi HP, Nanti Warga Urus Surat Sistim Digitalisasi, tak Perlu Bolak-balik ke Kantor Lurah
  • Hadapi Potensi Bencana, BPBDPK Riau Rapatkan Barisan Damkar se-Provinsi
  • Gibra Hazell Alvaro, Atlet Muda Riau Ukir Prestasi di Panggung Padel Internasional
  • Gratis! Kemenkum Riau Gandeng BNI Daftarkan Hak Cipta Pelaku Kreatif dan UMKM
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Gerebek Rumah di Bukit Payung, Polisi Kampar Amankan 4 Pengedar Sabu
    02 Ketua RT/RW Diberi HP, Nanti Warga Urus Surat Sistim Digitalisasi, tak Perlu Bolak-balik ke Kantor Lurah
    03 Hadapi Potensi Bencana, BPBDPK Riau Rapatkan Barisan Damkar se-Provinsi
    04 Gibra Hazell Alvaro, Atlet Muda Riau Ukir Prestasi di Panggung Padel Internasional
    05 Gratis! Kemenkum Riau Gandeng BNI Daftarkan Hak Cipta Pelaku Kreatif dan UMKM
    06 Perkuat Akses Keadilan, Kemenkum Riau dan Kejati Riau Bangun Sinergi Layanan Hukum bagi Masyarakat
    07 Perkuat Akses Hukum, Kemenkum Riau Genjot Pendampingan JDIH ke Pemda, DPRD dan Kampus
    08 Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat
    09 Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat
    10 Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana
    11 Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas
    12 Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
    13 Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
    14 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    15 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    16 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    17 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    18 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    19 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    20 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    21 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    22 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat