Ketika Guru Mulai Kecewa dengan Sikap Pemko Pekanbaru
Sabtu, 09 Maret 2019 - 07:12:46 WIB
SULUHRIAU, Pekanbaru- Polemik soal tuntutan tunjangan guru sertifikasi sepertinya bakal panjang.
Paling tidak indikasi ini terungkap dari kedatangan guru SD dan SMP Pekanbaru yang hendak bertemu dengan Walikota di Kantor Walikota Pekanbaru, Jumat (8/3/2019), mereka bubar dan balik 'kanan' membawa kekecewaan.
Sejatinya, mereka bisa bertemu dengan Walikota, alih-alih sekitar tiga jam menunggu di kantor Walikota, boro-boro bertemu dengan Walikota, guru malah gelisah menunggu, dan bahkan situasi sedikit gaduh di ruang rapat walikota lantai III itu.
Guru sudah menunggu sejak pukul 09.00 WIB hingga pukul 10.30 WIB, namun tidak kunjung ditemui para pejabat di lingkungan Pemko Pekanbaru
Informasi yang terima guru justru Sekko yang akan menerima aspirasi, namun dengan catatan hanya empat perwakilan guru saja. Tentu saja, ini ditolak oleh guru.
"Kami waktu demo beberapa hari lalu sudah dijanjikan untuk bertemu Walikota, kalau bertemu sekda dan hanya perwakilan, tentu saja kawan-kawan ini keberatan," ujar salah seorang guru yang enggan ditulis namanya.
“Kita hanya ingin bertemu dengan walikota Pekanbaru sebagai pengambil keputusan. Jika hanya Sekds yang menemui, kami akan keluar meninggalkan ruangan,†kata guru saat itu.
Guru bahkan menganggap tidak tercermin visi-misi Walikota Pekanbaru Smart City Madani.
Guru juga menyayangkan Ketua PGRI Pekanbaru, Devi Warman, menurut mereka setengah hati membela para guru terkait dengan tuntutan soal revisi Peraturan Walikota (Perwako) nomor 7 tahun 2019 tentang pembayaran tunjagan penghasilan.
Guru sempat menyergah Ketua PGRI. “Bapak mewakili kami atau mereka. Jangan setengah hati membela kami " katanya.
Gurupun mengancam akan turun kembali hari Senin depan dengan masa yang lebih banyak lagi.
Informasi diterima di pejabat Pemko menyebutkan, Walikota Firdaus mendadak ke Jakarta karena ada agenda.
Namun sejauh ini Sekko Pekanbaru, HM Noer MBs belum bisa dihubungi, perihal solusi masalah ini. (han)
Komentar Anda :