Kebun Sagu Binaan BRG Desa Lukun Tebing Tinggi Meranti Terbakar
Minggu, 17 Februari 2019 - 08:30:04 WIB
SULUHRIAU, Meranti- Sudah beberapa hari belakangan ini kebakaran lahan masyarakat di Desa Lukun, Kecamatan Tebing Tinggi Timur, Kabupaten Kepulauan Meranti tak juga padam.
Dari informasi yang dirangkum, akibat kebakaran inin saat ini lebih kurang dua ratus batang kebun sagu warga Desa Lukun yang berupakan salah satu desa binaan Badan Restorasi Gambut (BRG) itu habis dilalap sijago merah. Upaya pemadaman terus dilakukan oleh warga.
Lukman Kepala Desa lukun mengatakan, sejauh ini api belum bisa dipadamkan bahkan makin membesar.
"Sumber air susah kita dapatkan dan titik api sudah sampai di daerah ulu Mahmud. Lokasi di Ulu Mahmud tersebut tidak jauh dengan lahan perusahaan PT Sempurna," kata Lukman, Sabtu (16/2/2019).
Dalam penanganan itu, warga, pemerintah desa, kecamatan dan Pemerintah Kabupaten Meranti sudah berupaya melakukan pemadaman, bahkan melibatkan Manggala Agni Riau. Namun sampai saat ini titik api belum juga padam.
Berdasarkan pengakuan Frengki salah seorang anggota Masyarakat Peduli Api (MPA) Kecamatan TebingTinggi Timur selama lima hari di lokasi titik api baru sekitar lima puluhan hektare yang dimakan api.
"Saat kami melakukan pemadaman kami membuat benteng sejauh tiga ratus meter dari titik api," sebutnya.
Frengki mengatakan, api tak kunjung mengecil seiring cuaca panas dan angin yang kencang di waktu siang membuat api sulit di kendalikan, di tambah kurangnya alat utuk memadam, seperti selang dan Mesin Robin, serta jauhnya sumber air untuk didapatkan.
"Kami dari MPA Kecamatan dan masyarakat harus berkerja keras untuk menemui sumber air dengan cara menggali sumur dengan kedalaman 2 sampai 3 meter, sebelum menggali sumur kami juga harus membuat batasan api dengan cara menebas sebesar 4 meter memajang mengikuti api," terangnya.
Sementara itu, Camat Tebing Tinggi Timur melalui Sekretaris Saripuddin mengatakan, secepatnya Pemerintah Kecamatan akan menurunkan anggota MPA, saat ini hanya bisa melakukan upaya pencegahan atau membuat benteng.
"Kalau dipadamkan dengan menggunakan mesin robin sangat sulit rasanya," pumgkasnya.(tmy)
Komentar Anda :