Senin, 17 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Sosial Budaya
Sebagai Lambang Optimisme
Imlek, Simak 5 Fakta Unik Babi Tanah
Senin, 04 Februari 2019 - 10:02:42 WIB
Foto int

SULUHRIAU- Sambutan tahun baru China sudah marak di mana-mana. Menurut kalender China, imlek tahun ini (2570) merupakan tahun Babi Tanah dalam shio China, yang dikenal sebagai lambang optimisme dan kecintaan menikmati kehidupan. Secara taksonomi, Babi Tanah berbeda dengan babi.

Babi tanah punya nama ilmiah Orycteropus afer. Hewan ini sejatinya merupakan beruang semut (ant bear). Spesies ini cuma bisa dijumpai di Benua Afrika saja.

Yudis Atmi Laras dalam jurnal di Biodiversity Warriors menuliskan, Babi Tanah cuma punya satu spesies saja. Ukuran Babi Tanah medium, dengan tipe hewan yang menggali liang dan lubang dalam tanah.

Di Afrika sana, mamalia beruang semut ini dalam bahasa lokal disebut aardvark yang artinya earthpig atau Babi Tanah. Penyebutan ini berkaitan dengan bentuk beruang semut ini yang mirip babi dan suka menggali tanah.

John Farndon dalam bukunya The Little Animal Encylopedia dan diterjemahkan menjadi Ensiklopedia Mini Hewan menuliskan, nama Babi Tanah diberikan oleh orang Belanda, yang tinggal di Afrika.

Bentuk Babi Tanah ini mirip dengan babi, namun ada bedanya. Telinga Babi Tanah lebih lebar dan besar dan moncongnya lebih panjang dibanding babi.

Hewan ini termasuk nokturnal atau hewan yang berburu pada malam hari. Saat siang hari, Babi Tanah memanfaatkannya untuk tidur di liang sarangnya. Nah, ada beberapa karakteristik unik dari Babi Tanah ini. Berikut, fakta-fakta unik Babi Tanah:

Pemakan rayap dan semut

Babi Tanah, merupakan binatang pemakan rayap dan semut yang cuma bisa dilihat di Afrika. Pendengaran Babi Tanah ini sangat tajam, jadi jangan kaget hewan ini bisa mendengar gerakan serangga di bawah tanah.

Babi Tanah membongkar sarang rayap untuk mendapatkan serangga yang enak di dalamnya. Nah, begitu sarang terbuka, Babi Tanah langsung menjilati mangsanya.

Kekuatan lidahnya tak main-main. Farndon dalam bukunya menuliskan, Babi Tanah punya lidah super lengket sepanjang 30 sentimeter di bagian moncongnya. Dengan panjang lidah lengket yang mencapai setengah meter itu, Babi Tanah bisa leluasa menyusupi gundukan sarang serangga dan mendapatkan makanannya.

Tidak mengunyah

Babi Tanah memakan mangsanya tidak dikunyah seperti umumnya hewan. Hewan ini langsung menelan mangsanya. Dengan lidahnya yang lengket dan panjang, maka memungkinkan hewan tersebut untuk mengamankan mangsanya sampai ke dalam perutnya.

Gali lubang

Babi Tanah tinggal di dalam liang bawah tanah. Hal ini sekaligus untuk menghindari predator. Misalnya, jika ada singa, Babi Tanah akan menggali lubang dengan kukunya yang kuat untuk bersembunyi.

Lebih cepat dari sekop

Yudis Atmi Laras menuliskan kekuatan lain dari Babi Tanah adalah lengan dan kukunya. Hewan ini sangat ahli menggali dan membuat lubang, sebab sangat cepat melebihi beberapa orang menggali dengan sekop.

Sumber: Viva.co.id | Editor: Jandri





 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat