Sidak Kemenag, Jamaah Umrah Keluhkan Kebijakan Arab Saudi
Jumat, 21 Desember 2018 - 16:11:44 WIB
SULUHRIAU, Pekanbaru- Jamaah umrah di Provinsi Riau dan Kepri mengeluhkan kebijakan pemerintah arab saudi tentang syarat rekam biometrik.
Yang dikeluhkan terkait syarat rekam biometrik, karena sangat menyulitkan bagi jemaah.
Hal tersebut terungkap saat Kementerian Agama Riau Dipimpin Kasi Haji dan Umrah Kementerian Agama Riau H Abdul Wahid saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kantor VFS tasheel, Pekanbaru untuk melihat langsung proses perekaman biometrik, di Jalan Adi Sucipto Nomor 1 Pekanbaru Riau.
Pemilik travel PT Mayasa Wisata Mulya Riau Irma Romi Anto menyambut baik sidak karena perlu dilakukan untuk melihat kesiapan tim yang merekam ratusan calon jamaah umrah.
selama ini rekam biometrik yang dijalani calon jamaah meliputi rekam sidik jari, mata, dan dokumen penting lainnya, begitu tiba di Arab Saudi, namun sejak 17 desember harus dilakukan di tanah air, sehingga sangat merepotkan jemaah.
Sementara Abdul Wahid mengaku sidak dilakukan sebagai bentuk respons kementerian agama di riau terhadap keluhan calon jamaah yang merasa dibebani dengan adanya perekaman biometrik sebagai syarat mendapatkan visa umrah .
Visa facilitation service (vsf) tasheel yang ditunjuk pemerintah kerajaan Arab Saudi, khusus di riau dan kepulauan riau hanya satu sehingga saat menyulitkan bagi jemaah yang berasal dari luar Pekanbaru, kemudian fasilitas di kantor vsf tasheel tersebut juga belum memadai. [slt]
Komentar Anda :