Jeritan Warga Desa Sungai Raja Kampar Kiri yang Terisolir Akibat Jalan Aksesnya Rusak Parah
Jumat, 07 Desember 2018 - 21:52:58 WIB
|
Kondisi Jalan Lintas Lubuk Agung Kampar Kiri
|
SULUHRIAU, Pekanbaru- Masyarakat di Kecamatan Kampar Kiri Kabupaten Kampar- Riau, terutama mereka yang berdomisili di Desa Sungai Raja dan desa-desa sekitarnya, kini terisolir.
Pasalnya, jalan yang sehari-hari digunakan masyarakat untuk beraktivitas yakni, Jalan Lintas Lipat Kain-Lubuk Agung, sekitar 2 km dalam kondisi lumpurnya paling parah (jalan tanah kuning-red). Bahkan kondisi yang parah itu terdapat enam titik, apalagi kini musim hujan.
Salah seorang warga Desa Sungai Raja, Kecamatan Kampar Kiri Agusrianto (43) mengatakan, kondisi jalan yang berlumpur tersebut merupakan satu-satunya jalan akses di darat yang selama ini dilalui masyarakat sejumlah desa di sana.
Desa-desa yang berhubungan dengan jalan rusak parah itu yakni, Jalan Desa Tanjung Harapan, Tanjung Mas, Danau Sentul, Sungai Raja, Sungai Rambai, Sungai Harapan, IV Koto Setingkai, Sungai Sarik, Muara Selaya, Deras Tajak, Tanjung Karang, Batu Sasak, Kebun Tinggi, Lubuk Bigau, dan Tanjung Permai.
Dengan kondisi jalan sekarang, yang tidak bisa sedikitpun dilewati oleh kendaraan, baik roda dua apa lagi roda empat, membuat ribuan warga desa di sekitar itu nyaris tidak bisa berativitas keluar dari kampung mereka. Bahkan mereka mulai khawatir dengan akan kesulitan bahan pokok untuk kebutuhan hidup mereka. Wargapun tidak bisa membawa atau menjual hasil kebun mereka karena urat nadi perekonomian ini tak bisa dilalui.
Kondisi jalan yang paling parah sampai ke titik 'nadir' sudah terjadi selama 24 hari, kendati sesungguh sebelumnya jalan itu juga tidak bagus, karena jalan tanah. "Yang paling parah kondisinya di titik Pendakian Karak," kata warga itu.
Dikatakannya, upaya masyarakat saat ini secara gotong royong berusaha menimbun jalan dengan kerikil-kerikil seadanya, karena untuk mengakut bahan metarial tidak bisa maksimal juga.
Agusrianto merupakan salah seorang warga yang memotori gotong royong, agar sedikit-sedikit jalan tersebut bisa dilalui.
Jika dilihat lebih dekat, kalau ada masyarakat mamaksakan melewati jalan tersebut dengan menggunanakan motor, bisa terpuruk hingga sekitar 100 cm. Bahkan tidak akan mampu melewati jalan itu sampai ke tujuan. Boleh dibilang jalan itu putus total.
Sementara itu, sebelumnya kepada media Sekretaris Desa Sungai Rambai, Zani Zulkalmi mengatakan, Jalan Lintas Lubuk Agung merupakan akses utama masyarakat yang tinggal di 15 desa. Setidaknya ada 7.000 warga yang harus melintasi jalan untuk keluar-masuk kampung.
Warga setempat berharap perhatian dari pemerintah baik dari Pemrov Riau, Pemkab Kampar bahkan pemerintah pusat. "Besar harapan kami pemerintah cepat memperbaiki jalan ini. (Chr)
Komentar Anda :