Rabu, 30 September 2026 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
 
 
☰ Kesehatan
Ratusan Juta Pria Diprediksi Impoten di 2025
Kamis, 06 Desember 2018 - 07:54:40 WIB
Ilustrasi [int]

SULUHRIAU- Sebanyak 332 juta pria di dunia diprediksi mengalami penyakit disfungsi ereksi atau impoten pada 2025.

Berdasarkan studi epidemiologi yang dikemukakan pakar andrologi, dr. Susanto Suryaatmadja, pada 1995 saja sebanyak 152 juta laki-laki mengalami gangguan kesehatan pada organ vital reproduksinya tersebut.

Dari jumlah itu, kaum Adam di Asia terbanyak mengalami gangguan ereksi, yakni diperkirakan sebanyak 113 juta orang. Disusul kemudian Afrika 19,3 juta orang, Amerika Selatan/Tengah dan Karibia 15,6 juta orang, Eropa 11,9 juta orang, Amerika Utara 9,1 juta orang, dan Oceania sebanyak 0,9 juta pria.

Disfungsi ereksi, kata Susanto, tidak hanya menyerang laki-laki sepuh usia di atas 70 tahun. Tetapi juga bisa mengidap pria usia muda. Bahkan, berdasarkan prevalensi pada usia tertentu, impotensi pada pria muda mengalami peningkatan dari waktu ke waktu.

“Siapa bilang disfungsi ereksi hanya pada orang tua?” katanya dalam seminar Mitos dan Fakta Disfungsi Ereksi di Surabaya, 5 Desember 2018.

Ereksi yang normal, papar Susanto, adalah kombinasi dari faktor psikogenik, hormonal, neurologi, dan vaskular. Secara garis besar kombinasi faktor ereksi itu terbagi dua, yakni psikogenik dan organik. Untuk ereksi dibutuhkan sirkulasi darah, fungsi saraf, hormon, dan libido yang normal.

Nah, disfungsi ereksi pada umumnya bersifat multifaktorial. Tidak seperti anggapan banyak orang yang diakibatkan karena menuanya usia, beberapa gangguan kesehatan lain juga berpengaruh pada ereksinya organ vital seorang pria. Seperti diabetes, tekanan darah tinggi dan penyakit kardiovaskular.

Dari sisi medis, disfungsi ereksi sebetulnya bisa diatasi. Tentu saja dengan berkonsultasi dan rajin memeriksakan diri kepada dokter yang ahli di bidang itu. Hanya saja, kata Susanto, banyak orang yang memilih jalan sendiri untuk mengatasi problem seksualnya itu, seperti mengkonsumsi obat herbal.

Dua faktor kenapa banyak pria yang terserang impoten enggan memeriksakan secara medis. Yakni budaya dan ekonomi.

“Banyaknya mitos yang berkembang di masyarakat sebagai bagian dari norma dan budaya menjadi salah satu penyebab keengganan pria penderita DE (disfungsi ereksi) untuk berkonsultasi dengan dokter dan cenderung memilih untuk mengobati sendiri,” kata dia.

Hal yang perlu diperhatikan, lanjut Susanto, masalah disfungsi ereksi ini tidak hanya membuat risau dan sedih kaum pria. Tentu saja pengaruhnya juga negatif bagi pasangan. Penyakit ini memicu rendah diri yang pada akhirnya menyebabkan depresi.

Sumber: Viva.co.id | Editor: Jandri





 
Berita Lainnya :
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    02 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    03 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    04 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    05 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    06 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    07 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    08 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    09 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    10 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    11 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    12 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    13 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    14 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    15 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    16 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    17 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    18 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    19 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    20 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    21 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    22 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat