Sabtu, 02 Juli 2022
Dewan Pers Gelar UKW di Batam, Kadis Kominfo Kepri Sebut Butuh Wartawan Kredibel | Dipicu Kenaikan Harga Sembako, Riau Alami Inflasi 1,86 Persen | Diikuti 240 Peserta dari Manca Negara dan Berbagai Daerah, Ansar Buka Turnamen Golf Gubernur Cup 202 | Buah dari Transformasi Digital: Kartu Emas Pegadaian Raih Penghargaan Inewsmaker Awards 2022 | HUT Bhayangkara ke-76, Kodim 0313/KPR Beri Kejutan kepada Kapolres Rohul | Sempena Harganas, Ketua TP-PKK Kepri Serahkan 100 Bingkisan pada Lansia
 
Kampar
Hari Ini, Pintu Pelimpah Waduk PLTA Koto Panjang Ditutup

Kampar - - Kamis, 29/11/2018 - 15:35:05 WIB

TERKAIT:
   
 

SULUHRIAU, Bangkinang- Setelah sebelmnya dibuka, pintu pelimpah (Spillway Gate) waduk PLTA Koto Panjang kembali ditutup Kamis (29/11/2018) sekitar pukul 12.00 WIB.

Informasi ini disampaikan oleh Humas PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Pekanbaru, Komang yang surat itu juga sudah beredar di media sosial (WA) secara berantai, Kamis (29/11/2018).

Pintu pelimpah masih dibuka 3 pintu dengan ketinggian masing-masing 30 cm.
"Total besaran Outflow rata-rata perjam sebesar 500 m3/detik (outflow pintu pelimpah 150 m3/detik+outflow turbin 350 m/detik) dengan inflow rata-rata jam 320 m3/detik," ujar Komang.

Ia mengatakan pagi tadi pukul 08.00 WIB elevasi waduk 82.14 mDPL. Elevasi ini ada penurunan setinggi 36 cm dari elevasi waduk 1 minggu yang lalu.

"Ini disebabkan Air keluar/outflow (pintu pelimpah+turbin) lebih besar dari Air masuk waduk/inflow," katanya.

Lanjut Komang, dari foto awan dan info BMKG satu minggu ini, menggambarkan bahwa cuaca dan curah hujan di sisi hulu sangat sedikit dan hasil pengamatan Unit Layanan PLTA Koto Panjang terhadap kenaikan elevasi sungai Kampar Kanan dan sungai Batang Mahat cenderung juga normal/stabil.

"Agar menjaga ketersediaan energi (air) sebagai energi untuk operasional PLTA Koto Panjang, berdasarkan Water Management dan perhitungan hari ini, maka Manajemen PLTA Koto Panjang mengambil kebijakan untuk menutup semua pintu pelimpah (spillway gate)," katanya.

Dampak dari ditutupnya pintu pelimpahan ini terjadi turunnya elevasi air sungai Kampar  sekitar 30-60 cm (normal). [syf,ckl]





 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Tanjung Pinang-Kepri | Indeks
Pedoman Media Siber | Kode Etik Internal Perusahaan Pers |Redaksi
Copyright 2012-2021 SULUH RIAU , All Rights Reserved