Selasa, 18 Agustus 2026 Gibra Hazell Alvaro, Atlet Muda Riau Ukir Prestasi di Panggung Padel Internasional | Gratis! Kemenkum Riau Gandeng BNI Daftarkan Hak Cipta Pelaku Kreatif dan UMKM | Perkuat Akses Keadilan, Kemenkum Riau dan Kejati Riau Bangun Sinergi Layanan Hukum bagi Masyarakat | Perkuat Akses Hukum, Kemenkum Riau Genjot Pendampingan JDIH ke Pemda, DPRD dan Kampus | Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat | Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat
 
 
☰ Peristiwa
Lion Air JT 610 Alami Kerusakan dalam Empat Penerbangan Terakhir
Selasa, 06 November 2018 - 10:03:11 WIB
Tim SAR gabungan mengangkat ban pesawat Lion Air JT610 ke atas Kapal Baruna Jaya I di Perairan Karawang, Jawa Barat, Minggu, (4/11/2018). [Photo: ANTARA]

SULUHRIAU- Temuan terkini Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyebutkan pesawat Lion Air JT 610 mengalami kerusakan pada indikator kecepatan dalam empat penerbangan terakhir, termasuk saat jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat, pada 29 Oktober lalu.

Kepada wartawan, Senin (5/11), Kepala Sub Komite Investigasi Kecelakaan Penerbangan KNKT, Nurcahyo Utomo, mengatakan fakta mengenai kerusakan itu didapat dari perekam data penerbangan atau Flight Data Recorder (FDR) Lion Air JT 610 yang sudah ditemukan di dasar laut.

"Memang kita sudah akui penerbangan dari Denpasar ke Jakarta ada masalah teknis. Ternyata begitu kita buka black boxnya memang yang dimaksud teknis tadi adalah masalah airspeed atau kecepatan dari pesawat," ucap Nurcahyo.

"Ternyata dari data black box itu, dua (penerbangan) sebelum Denpasar pun juga mengalami (kerusakan)," lanjutnya.

Nurcahyo menekankan KNKT masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kerusakan tersebut dan bagaimana pilot menerbangkan pesawat selama indikator kecepatan mengalami kerusakan.

"Kita akan teliti lebih lanjut apa yang menjadi penyebab kerusakan, bagaimana perbaikan yang sudah dilakukan, bagaimana pilot menerbangkan selama pesawat mengalami kerusakan ini," jelas Nurcahyo

"Apakah masalah itu berasal dari indikatornya, alat pengukur atau sensornya, atau masalah dengan komputernya - ini yang belum kami ketahui."

"Kami belum tahu di mana letak masalahnya, perbaikan apa yang telah dilakukan, apa buku referensi mereka, komponen apa yang telah dihapus. Ini adalah hal-hal yang kami coba cari tahu: apa kerusakannya dan bagaimana itu diperbaiki."

Untuk itu, sambung Nurcahyo, KNKT akan menelisik lebih jauh data-data dari FDR. Terdapat 1.790 paramater pada FDR yang dijadikan bahan penyelidikan.

"Itu pentingnya black box, kalau tanpa black box kita nggak bisa membuktikan kalau ada masalah. Jadi sebelum ada data faktual, KNKT tidak pernah menduga-duga, kami hanya bisa berbicara berdasarkan fakta," kata dia.

Dalam pertemuan antara keluarga korban dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Basarnas, KNKT, DVI Polri, dan manajemen Lion Air, Muhammad Bambang Sukandar selaku keluarga penumpang Pangky Radana Sukandar mempertanyakan informasi bahwa pesawat itu sudah bermasalah pada malam hari sebelum jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat.

Jika informasi itu benar, Bambang meminta Kemenhub memberikan sanksi tegas terhadap teknisi Lion yang mengizinkan pesawat Lion Air mengudara pada penerbangan sebelumnya.

"Teknisi atau engineer Lion Air sudah bertanggung jawab penuh karena menyatakan pesawat clear untuk take off kembali. Agar peristiwa seperti ini di Indonesia Raya tidak terjadi lagi. Tolong proses hukum. Tolong manajemen Lion Air diperbaiki. Kejadian Lion sudah banyak sekali. Tidak bermaksud mendiskreditkan Lion," kata Bambang.

Temuan KNKT bahwa indikator kecepatan pada pesawat Lion Air mengalami kerusakan adalah perkembangan yang signifikan. Perilaku ganjil pesawat pada penerbangan terakhirnya dan adanya laporan tentang masalah dalam perjalanan sebelumnya telah menimbulkan spekulasi bahwa mungkin inilah problemnya.

Kecepatan mengudara diukur menggunakan sensor-sensor yang disebut tabung pitot, yang merekam tekanan pada sayap atau permukaan bagian depan pesawat. Data ini lalu dibandingkan dengan data tekanan yang didapat dari `port statis` pada bagian lain pesawat.

Dengan berbagai koreksi, perbedaan keduanya dapat digunakan untuk menghitung kecepatan mengudara.

Akan tetapi, tabung pitot dapat terblokir, misalnya, karena es. Hal ini bisa menyebabkan data kecepatan udara yang ganjil sehingga bisa membingungkan pilot dan memengaruhi pesawat diterbangkan hingga mungkin berujung pada kecelakaan.

Ambil contoh, pesawat Air France yang jatuh di perairan Brasil pada 2009. Tabung pitot yang terblokir memicu rangkaian insiden yang menyebabkan pilot menjadi bingung, disorientasi, dan kehilangan kendali. Lepas dari itu, semua aspek pesawat bekerja dengan baik.

Investigasi jatuhnya pesawat Lion Air masih dalam tahap awal dan banyak informasi diperlukan.

Sumber; viva.co.id, CNN Indonesia | Editor: Jandri




 
Berita Lainnya :
  • Gibra Hazell Alvaro, Atlet Muda Riau Ukir Prestasi di Panggung Padel Internasional
  • Gratis! Kemenkum Riau Gandeng BNI Daftarkan Hak Cipta Pelaku Kreatif dan UMKM
  • Perkuat Akses Keadilan, Kemenkum Riau dan Kejati Riau Bangun Sinergi Layanan Hukum bagi Masyarakat
  • Perkuat Akses Hukum, Kemenkum Riau Genjot Pendampingan JDIH ke Pemda, DPRD dan Kampus
  • Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Gibra Hazell Alvaro, Atlet Muda Riau Ukir Prestasi di Panggung Padel Internasional
    02 Gratis! Kemenkum Riau Gandeng BNI Daftarkan Hak Cipta Pelaku Kreatif dan UMKM
    03 Perkuat Akses Keadilan, Kemenkum Riau dan Kejati Riau Bangun Sinergi Layanan Hukum bagi Masyarakat
    04 Perkuat Akses Hukum, Kemenkum Riau Genjot Pendampingan JDIH ke Pemda, DPRD dan Kampus
    05 Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat
    06 Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat
    07 Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana
    08 Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas
    09 Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
    10 Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
    11 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    12 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    13 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    14 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    15 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    16 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    17 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    18 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    19 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    20 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    21 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    22 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat