Jumat, 02 Oktober 2026 Siap Hadapi Penilaian IRH 2027, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Pendampingan Pemda | Harmonisasi 4 Ranperbup Siak, Kemenkum Riau Perkuat Kepastian Regulasi Pajak dan Retribusi Daerah | 'PASTI ADA SOLUSI'' Episode 19, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Forum Pengaduan Pelayanan Publik | Residivis Narkoba di Perhentian Raja Ditangkap, 11 Paket Sabu Disita | Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel | Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda
 
 
☰ Peristiwa
Lion Air JT 610 Alami Kerusakan dalam Empat Penerbangan Terakhir
Selasa, 06 November 2018 - 10:03:11 WIB
Tim SAR gabungan mengangkat ban pesawat Lion Air JT610 ke atas Kapal Baruna Jaya I di Perairan Karawang, Jawa Barat, Minggu, (4/11/2018). [Photo: ANTARA]

SULUHRIAU- Temuan terkini Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyebutkan pesawat Lion Air JT 610 mengalami kerusakan pada indikator kecepatan dalam empat penerbangan terakhir, termasuk saat jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat, pada 29 Oktober lalu.

Kepada wartawan, Senin (5/11), Kepala Sub Komite Investigasi Kecelakaan Penerbangan KNKT, Nurcahyo Utomo, mengatakan fakta mengenai kerusakan itu didapat dari perekam data penerbangan atau Flight Data Recorder (FDR) Lion Air JT 610 yang sudah ditemukan di dasar laut.

"Memang kita sudah akui penerbangan dari Denpasar ke Jakarta ada masalah teknis. Ternyata begitu kita buka black boxnya memang yang dimaksud teknis tadi adalah masalah airspeed atau kecepatan dari pesawat," ucap Nurcahyo.

"Ternyata dari data black box itu, dua (penerbangan) sebelum Denpasar pun juga mengalami (kerusakan)," lanjutnya.

Nurcahyo menekankan KNKT masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kerusakan tersebut dan bagaimana pilot menerbangkan pesawat selama indikator kecepatan mengalami kerusakan.

"Kita akan teliti lebih lanjut apa yang menjadi penyebab kerusakan, bagaimana perbaikan yang sudah dilakukan, bagaimana pilot menerbangkan selama pesawat mengalami kerusakan ini," jelas Nurcahyo

"Apakah masalah itu berasal dari indikatornya, alat pengukur atau sensornya, atau masalah dengan komputernya - ini yang belum kami ketahui."

"Kami belum tahu di mana letak masalahnya, perbaikan apa yang telah dilakukan, apa buku referensi mereka, komponen apa yang telah dihapus. Ini adalah hal-hal yang kami coba cari tahu: apa kerusakannya dan bagaimana itu diperbaiki."

Untuk itu, sambung Nurcahyo, KNKT akan menelisik lebih jauh data-data dari FDR. Terdapat 1.790 paramater pada FDR yang dijadikan bahan penyelidikan.

"Itu pentingnya black box, kalau tanpa black box kita nggak bisa membuktikan kalau ada masalah. Jadi sebelum ada data faktual, KNKT tidak pernah menduga-duga, kami hanya bisa berbicara berdasarkan fakta," kata dia.

Dalam pertemuan antara keluarga korban dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Basarnas, KNKT, DVI Polri, dan manajemen Lion Air, Muhammad Bambang Sukandar selaku keluarga penumpang Pangky Radana Sukandar mempertanyakan informasi bahwa pesawat itu sudah bermasalah pada malam hari sebelum jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat.

Jika informasi itu benar, Bambang meminta Kemenhub memberikan sanksi tegas terhadap teknisi Lion yang mengizinkan pesawat Lion Air mengudara pada penerbangan sebelumnya.

"Teknisi atau engineer Lion Air sudah bertanggung jawab penuh karena menyatakan pesawat clear untuk take off kembali. Agar peristiwa seperti ini di Indonesia Raya tidak terjadi lagi. Tolong proses hukum. Tolong manajemen Lion Air diperbaiki. Kejadian Lion sudah banyak sekali. Tidak bermaksud mendiskreditkan Lion," kata Bambang.

Temuan KNKT bahwa indikator kecepatan pada pesawat Lion Air mengalami kerusakan adalah perkembangan yang signifikan. Perilaku ganjil pesawat pada penerbangan terakhirnya dan adanya laporan tentang masalah dalam perjalanan sebelumnya telah menimbulkan spekulasi bahwa mungkin inilah problemnya.

Kecepatan mengudara diukur menggunakan sensor-sensor yang disebut tabung pitot, yang merekam tekanan pada sayap atau permukaan bagian depan pesawat. Data ini lalu dibandingkan dengan data tekanan yang didapat dari `port statis` pada bagian lain pesawat.

Dengan berbagai koreksi, perbedaan keduanya dapat digunakan untuk menghitung kecepatan mengudara.

Akan tetapi, tabung pitot dapat terblokir, misalnya, karena es. Hal ini bisa menyebabkan data kecepatan udara yang ganjil sehingga bisa membingungkan pilot dan memengaruhi pesawat diterbangkan hingga mungkin berujung pada kecelakaan.

Ambil contoh, pesawat Air France yang jatuh di perairan Brasil pada 2009. Tabung pitot yang terblokir memicu rangkaian insiden yang menyebabkan pilot menjadi bingung, disorientasi, dan kehilangan kendali. Lepas dari itu, semua aspek pesawat bekerja dengan baik.

Investigasi jatuhnya pesawat Lion Air masih dalam tahap awal dan banyak informasi diperlukan.

Sumber; viva.co.id, CNN Indonesia | Editor: Jandri




 
Berita Lainnya :
  • Siap Hadapi Penilaian IRH 2027, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Pendampingan Pemda
  • Harmonisasi 4 Ranperbup Siak, Kemenkum Riau Perkuat Kepastian Regulasi Pajak dan Retribusi Daerah
  • 'PASTI ADA SOLUSI'' Episode 19, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Forum Pengaduan Pelayanan Publik
  • Residivis Narkoba di Perhentian Raja Ditangkap, 11 Paket Sabu Disita
  • Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Siap Hadapi Penilaian IRH 2027, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Pendampingan Pemda
    02 Harmonisasi 4 Ranperbup Siak, Kemenkum Riau Perkuat Kepastian Regulasi Pajak dan Retribusi Daerah
    03 'PASTI ADA SOLUSI'' Episode 19, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Forum Pengaduan Pelayanan Publik
    04 Residivis Narkoba di Perhentian Raja Ditangkap, 11 Paket Sabu Disita
    05 Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel
    06 Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda
    07 Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi
    08 Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif
    09 Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru
    10 Usai Upacara Hari Kesaktian Pancasula, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Pidato Kebangsaan Via Virtual
    11 Prabowo Lantik Suyudi Jadi Kapolri, Listyo Sigit Bergeser ke KSP, Ini Daftar Lengkap Posisi Pejabat
    12 Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian
    13 Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
    14 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    15 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    16 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    17 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    18 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    19 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    20 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    21 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    22 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat