Selasa, 18 Agustus 2026 Gibra Hazell Alvaro, Atlet Muda Riau Ukir Prestasi di Panggung Padel Internasional | Gratis! Kemenkum Riau Gandeng BNI Daftarkan Hak Cipta Pelaku Kreatif dan UMKM | Perkuat Akses Keadilan, Kemenkum Riau dan Kejati Riau Bangun Sinergi Layanan Hukum bagi Masyarakat | Perkuat Akses Hukum, Kemenkum Riau Genjot Pendampingan JDIH ke Pemda, DPRD dan Kampus | Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat | Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat
 
 
☰ Peristiwa
Peralatan Canggih Pelacak Misteri Kotak Hitam Lion Air JT 610
Rabu, 31 Oktober 2018 - 08:54:50 WIB

SULUHRIAU- Hari ketiga pencarian, kotak hitam pesawat Lion Air JT 610 belum terlacak. Alat-alat canggih dikerahkan mencari kotak hitam yang menjadi kunci untuk menyingkap misteri jatuhnya pesawat di perairan Karawang, Jawa Barat itu.

Tim gabungan telah bekerja nonstop 24 jam tanpa henti untuk mencari badan pesawat, korban maupun kotak hitam Lion Air. Sejumlah alat pelacak sinyal dari kotak hitam pesawat diterjunkan.

Salah satunya, Tim Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) telah menurunkan alat bernama USBL Transponder. Alat tersebut diletakkan di ujung tiang yang dimasukkan ke laut. Teknologi tersebut diharapkan mampu melacak sinyal yang dikeluarkan kotak hitam.

Tim BPPT telah menurunkan alat bernama USBL Transponder.Tim BPPT telah menurunkan alat bernama USBL Transponder. Foto: Tim gabungan hingga malam ini masih terus bekerja mencari kotak hitam dan bangkai pesawat Lion Air JT 610 di perairan Karawang, Jawa Barat. (Matius Alfons-detikcom)

"Di deck unit USBL, artinya dari transponder itu akan ditransfer masuk ke software dalam laptop namanya Apos. Sekarang fungsi transponder ini untuk membantu mengetahui posisi si Boeing itu, ya pada intinya sama cara kerjanya seperti ping locator, dia akan menangkap sinyal dari kotak hitam di dasar laut," jelas Engineer Instrument BPPT Cecep Sudjana.

USBL transponder akan memberikan tanda di aplikasi komputer jika menangkap sinyal dari kotak hitam pesawat jenis Boeing 737 MAX 8 tersebut. Tanda yang diberikan berupa titik-titik yang terlihat di layar komputer.

Petugas pencarian membawa ping locator untuk memastikan objek di dasar laut yang ditangkap ditangkap alat sonar. (Matius Alfons/detikcom)Petugas pencarian membawa ping locator untuk memastikan objek di dasar laut yang ditangkap ditangkap alat sonar. (Matius Alfons/detikcom) Foto: Matius Alfons/detikcom

Selain itu, Kapal Riset Baruna Jaya I milik BPPT menggunakan teknologi multibeam echosounder dan side scan sonar. Kedua alat itu dipakai untuk mencari keberadaan kotak hitam (black box) dan badan pesawat di dasar laut.

Selanjutnya data-data berupa dugaan objek dasar laut akan diinformasikan kepada KNKT. Selanjutnya, pencarian black box dilakukan menggunakan ping locator. Ping locator merupakan alat penerima sinyal dari black box. Tim juga menurunkan remotely operated vehicle (ROV), robot penyelam yang mempunyai kamera. Kapal ini sebelumnya pernah diikutsertakan dalam pencarian kotak hitam pesawat AirAsia QZ 8501 pada awal 2015.

Satu perahu karet yang membawa alat ping locator diturunkan dari kapal.Satu perahu karet yang membawa alat ping locator diturunkan dari kapal. Foto: Matius Alfons/detikcom

Perahu karet dari Kapal Baruna Jaya I milik BPPT telah menurunkan alat ping locator. Namun, Investigator Penerbangan KNKT Apib K Wahyu Wiwing Prayogi mengatakan ping locator tersebut belum memberikan hasil. Tetapi alat ping locator atau hydrophone mulai memberi respons suara.

"Infonya ada beberapa titik ya, dari rubber boat tadi ada beberapa yang kita dapat suaranya cuma begitu kita memperjelas suara dengan berpindah kemudian hilang suaranya jadi samar samar lagi bahkan tidak terdengar," jelas Apib.

Tidak hanya itu, ada KRI Rigel adalah kapal Bantu Hidro-oseanografi (BHO) dengan komandan Letkol Laut (P) Agus Triyana. Dengan teknologi untuk bawah laut, KRI Rigel akan membantu mencari kotak hitam (black box) pesawat.

"KRI Rigel akan melakukan deteksi kedalaman full covered di posisi jatuhnya pesawat Lion Air pada koordinat 5° 46.15000' S - 107° 7.16000' E dan area sekitarnya," ujar Kapushidrosal Laksamana Muda TNI Harjo Susmoro dalam keterangan tertulis Pushidrosal, Selasa (30/10/2018).

Untuk melakukan deteksi kedalaman full covered itu, KRI Rigel akan menggunakan Multibeam Echosounder EM2040 dan Side Scan Sonar. Teknologi tersebut untuk mencitrakan badan pesawat dan High Precision Acoustic Positioning (HIPAP) dengan Frekuensi A dan B.

Kapal TNI AL itu merupakan kapal jenis Multi Purpose Research Vessel (MPRV) dengan peralatan survei canggih di antaranya Side Scan Sonar, Automatic Weather Station, Echosounder Multibeam laut dalam dan Singlebeam, peralatan Conductivity Temperatureand Depth (CTD), serta Gravity Cores.

Tak hanya itu, KRI Rigel juga dilengkapi Boat Sounding (SV) yang dilengkapi dengan berbagai peralatan berteknologi tinggi. Diharapkan dengan pengerahan kapal perang jenis ini dapat membantu pencarian serpihan badan pesawat.

Hari ini, Rabu (31/10/2018), Badan SAR Nasional (Basarnas) akan memperluas pencarian pesawat Lion Air JT 610 hingga radius 15 mil laut (nautical mile). "Untuk rencana kegiatan kita besok, kita akan perluas, besok adalah hari ketiga. Kalau hari pertama kemarin radiusnya 5 nautical mile, hari kedua hari ini kita sudah 10 nautical mile, dan besok hari ketiga kita memasuki luas pencarian 15 nautical mile," ujar Kepala Deputi Operasi Basarnas Nugroho Budi.

Pesawat Lion Air JT 610 berjenis Boeing 737 MAX 8 itu berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Bandara Depati Amir Pangkalpinang, Bangka Belitung dengan membawa 189 orang di dalamnya, Senin (29/10). Pesawat terbang pukul 06.20 WIB kemudian hilang kontak pukul 06.30 WIB. Puing-puing pesawat ditemukan di perairan sebelah utara Karawang, Jawa Barat.

Sumber: detik.com | Editor: Jandri





 
Berita Lainnya :
  • Gibra Hazell Alvaro, Atlet Muda Riau Ukir Prestasi di Panggung Padel Internasional
  • Gratis! Kemenkum Riau Gandeng BNI Daftarkan Hak Cipta Pelaku Kreatif dan UMKM
  • Perkuat Akses Keadilan, Kemenkum Riau dan Kejati Riau Bangun Sinergi Layanan Hukum bagi Masyarakat
  • Perkuat Akses Hukum, Kemenkum Riau Genjot Pendampingan JDIH ke Pemda, DPRD dan Kampus
  • Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Gibra Hazell Alvaro, Atlet Muda Riau Ukir Prestasi di Panggung Padel Internasional
    02 Gratis! Kemenkum Riau Gandeng BNI Daftarkan Hak Cipta Pelaku Kreatif dan UMKM
    03 Perkuat Akses Keadilan, Kemenkum Riau dan Kejati Riau Bangun Sinergi Layanan Hukum bagi Masyarakat
    04 Perkuat Akses Hukum, Kemenkum Riau Genjot Pendampingan JDIH ke Pemda, DPRD dan Kampus
    05 Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat
    06 Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat
    07 Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana
    08 Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas
    09 Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
    10 Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
    11 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    12 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    13 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    14 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    15 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    16 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    17 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    18 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    19 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    20 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    21 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    22 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat