Jumat, 02 Oktober 2026 Siap Hadapi Penilaian IRH 2027, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Pendampingan Pemda | Harmonisasi 4 Ranperbup Siak, Kemenkum Riau Perkuat Kepastian Regulasi Pajak dan Retribusi Daerah | 'PASTI ADA SOLUSI'' Episode 19, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Forum Pengaduan Pelayanan Publik | Residivis Narkoba di Perhentian Raja Ditangkap, 11 Paket Sabu Disita | Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel | Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda
 
 
☰ Peristiwa
Peralatan Canggih Pelacak Misteri Kotak Hitam Lion Air JT 610
Rabu, 31 Oktober 2018 - 08:54:50 WIB

SULUHRIAU- Hari ketiga pencarian, kotak hitam pesawat Lion Air JT 610 belum terlacak. Alat-alat canggih dikerahkan mencari kotak hitam yang menjadi kunci untuk menyingkap misteri jatuhnya pesawat di perairan Karawang, Jawa Barat itu.

Tim gabungan telah bekerja nonstop 24 jam tanpa henti untuk mencari badan pesawat, korban maupun kotak hitam Lion Air. Sejumlah alat pelacak sinyal dari kotak hitam pesawat diterjunkan.

Salah satunya, Tim Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) telah menurunkan alat bernama USBL Transponder. Alat tersebut diletakkan di ujung tiang yang dimasukkan ke laut. Teknologi tersebut diharapkan mampu melacak sinyal yang dikeluarkan kotak hitam.

Tim BPPT telah menurunkan alat bernama USBL Transponder.Tim BPPT telah menurunkan alat bernama USBL Transponder. Foto: Tim gabungan hingga malam ini masih terus bekerja mencari kotak hitam dan bangkai pesawat Lion Air JT 610 di perairan Karawang, Jawa Barat. (Matius Alfons-detikcom)

"Di deck unit USBL, artinya dari transponder itu akan ditransfer masuk ke software dalam laptop namanya Apos. Sekarang fungsi transponder ini untuk membantu mengetahui posisi si Boeing itu, ya pada intinya sama cara kerjanya seperti ping locator, dia akan menangkap sinyal dari kotak hitam di dasar laut," jelas Engineer Instrument BPPT Cecep Sudjana.

USBL transponder akan memberikan tanda di aplikasi komputer jika menangkap sinyal dari kotak hitam pesawat jenis Boeing 737 MAX 8 tersebut. Tanda yang diberikan berupa titik-titik yang terlihat di layar komputer.

Petugas pencarian membawa ping locator untuk memastikan objek di dasar laut yang ditangkap ditangkap alat sonar. (Matius Alfons/detikcom)Petugas pencarian membawa ping locator untuk memastikan objek di dasar laut yang ditangkap ditangkap alat sonar. (Matius Alfons/detikcom) Foto: Matius Alfons/detikcom

Selain itu, Kapal Riset Baruna Jaya I milik BPPT menggunakan teknologi multibeam echosounder dan side scan sonar. Kedua alat itu dipakai untuk mencari keberadaan kotak hitam (black box) dan badan pesawat di dasar laut.

Selanjutnya data-data berupa dugaan objek dasar laut akan diinformasikan kepada KNKT. Selanjutnya, pencarian black box dilakukan menggunakan ping locator. Ping locator merupakan alat penerima sinyal dari black box. Tim juga menurunkan remotely operated vehicle (ROV), robot penyelam yang mempunyai kamera. Kapal ini sebelumnya pernah diikutsertakan dalam pencarian kotak hitam pesawat AirAsia QZ 8501 pada awal 2015.

Satu perahu karet yang membawa alat ping locator diturunkan dari kapal.Satu perahu karet yang membawa alat ping locator diturunkan dari kapal. Foto: Matius Alfons/detikcom

Perahu karet dari Kapal Baruna Jaya I milik BPPT telah menurunkan alat ping locator. Namun, Investigator Penerbangan KNKT Apib K Wahyu Wiwing Prayogi mengatakan ping locator tersebut belum memberikan hasil. Tetapi alat ping locator atau hydrophone mulai memberi respons suara.

"Infonya ada beberapa titik ya, dari rubber boat tadi ada beberapa yang kita dapat suaranya cuma begitu kita memperjelas suara dengan berpindah kemudian hilang suaranya jadi samar samar lagi bahkan tidak terdengar," jelas Apib.

Tidak hanya itu, ada KRI Rigel adalah kapal Bantu Hidro-oseanografi (BHO) dengan komandan Letkol Laut (P) Agus Triyana. Dengan teknologi untuk bawah laut, KRI Rigel akan membantu mencari kotak hitam (black box) pesawat.

"KRI Rigel akan melakukan deteksi kedalaman full covered di posisi jatuhnya pesawat Lion Air pada koordinat 5° 46.15000' S - 107° 7.16000' E dan area sekitarnya," ujar Kapushidrosal Laksamana Muda TNI Harjo Susmoro dalam keterangan tertulis Pushidrosal, Selasa (30/10/2018).

Untuk melakukan deteksi kedalaman full covered itu, KRI Rigel akan menggunakan Multibeam Echosounder EM2040 dan Side Scan Sonar. Teknologi tersebut untuk mencitrakan badan pesawat dan High Precision Acoustic Positioning (HIPAP) dengan Frekuensi A dan B.

Kapal TNI AL itu merupakan kapal jenis Multi Purpose Research Vessel (MPRV) dengan peralatan survei canggih di antaranya Side Scan Sonar, Automatic Weather Station, Echosounder Multibeam laut dalam dan Singlebeam, peralatan Conductivity Temperatureand Depth (CTD), serta Gravity Cores.

Tak hanya itu, KRI Rigel juga dilengkapi Boat Sounding (SV) yang dilengkapi dengan berbagai peralatan berteknologi tinggi. Diharapkan dengan pengerahan kapal perang jenis ini dapat membantu pencarian serpihan badan pesawat.

Hari ini, Rabu (31/10/2018), Badan SAR Nasional (Basarnas) akan memperluas pencarian pesawat Lion Air JT 610 hingga radius 15 mil laut (nautical mile). "Untuk rencana kegiatan kita besok, kita akan perluas, besok adalah hari ketiga. Kalau hari pertama kemarin radiusnya 5 nautical mile, hari kedua hari ini kita sudah 10 nautical mile, dan besok hari ketiga kita memasuki luas pencarian 15 nautical mile," ujar Kepala Deputi Operasi Basarnas Nugroho Budi.

Pesawat Lion Air JT 610 berjenis Boeing 737 MAX 8 itu berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Bandara Depati Amir Pangkalpinang, Bangka Belitung dengan membawa 189 orang di dalamnya, Senin (29/10). Pesawat terbang pukul 06.20 WIB kemudian hilang kontak pukul 06.30 WIB. Puing-puing pesawat ditemukan di perairan sebelah utara Karawang, Jawa Barat.

Sumber: detik.com | Editor: Jandri





 
Berita Lainnya :
  • Siap Hadapi Penilaian IRH 2027, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Pendampingan Pemda
  • Harmonisasi 4 Ranperbup Siak, Kemenkum Riau Perkuat Kepastian Regulasi Pajak dan Retribusi Daerah
  • 'PASTI ADA SOLUSI'' Episode 19, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Forum Pengaduan Pelayanan Publik
  • Residivis Narkoba di Perhentian Raja Ditangkap, 11 Paket Sabu Disita
  • Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Siap Hadapi Penilaian IRH 2027, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Pendampingan Pemda
    02 Harmonisasi 4 Ranperbup Siak, Kemenkum Riau Perkuat Kepastian Regulasi Pajak dan Retribusi Daerah
    03 'PASTI ADA SOLUSI'' Episode 19, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Forum Pengaduan Pelayanan Publik
    04 Residivis Narkoba di Perhentian Raja Ditangkap, 11 Paket Sabu Disita
    05 Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel
    06 Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda
    07 Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi
    08 Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif
    09 Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru
    10 Usai Upacara Hari Kesaktian Pancasula, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Pidato Kebangsaan Via Virtual
    11 Prabowo Lantik Suyudi Jadi Kapolri, Listyo Sigit Bergeser ke KSP, Ini Daftar Lengkap Posisi Pejabat
    12 Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian
    13 Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
    14 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    15 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    16 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    17 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    18 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    19 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    20 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    21 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    22 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat