Kamis, 01 Oktober 2026 Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel | Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda | Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi | Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif | Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru | Usai Upacara Hari Kesaktian Pancasula, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Pidato Kebangsaan Via Virtual
 
 
☰ Peristiwa
Misteri Sekeluarga Tewas dengan Luka Tembak di Kepala
Kamis, 25 Oktober 2018 - 10:16:40 WIB

SULUHRIAU- Satu keluarga di Palembang, Sumatera Selatan ditemukan tewas usai ditembak di bagian kepala. Polisi tengah menyelidiki dugaan pembunuhan dan bunuh diri yang dilakukan sang kepala keluarga dalam kasus ini.

Pasangan suami istri Fransicus Xaverius Ong (45) dan Margareth (43) ditemukan tidak bernyawa dengan luka tembak di kepala. Mirisnya kedua anaknya, Rafael (18) dan Ketty (11) juga ditemukan tewas di kamar masing-masing.

Polisi menduga keempatnya diduga kuat tewas ditembak dengan senjata api jenis revolver yang ditemukan bersama mayat sang kepala keluarga, Fransiscus. Selain itu, ada pula secarik kertas yang sengaja ditulis Fransiscus dan diletakkan di ruang kerjanya.

Meskipun polisi menduga empat orang yang merupakan satu keluarga ini tewas dibunuh dan bunuh diri. Polisi masih terus melakukan pemeriksaan sejumlah saksi dan mencari bukti-bukti lain.

Hal ini dilakukan untuk mengungkap misteri kematian satu keluarga yang ditemukan pada Rabu (24/10/2018) sekitar pukul 07.00 WIB.

Berikut adalah peristiwa yang ditemukan di lokasi pasca kematian satu keluarga yang dihimpun detikcom:

Pembantu dan Karyawan Diberi Cincin dan Uang

Sebelum sekeluarga itu ditemukan tewas, kedua pembantu dan karyawan di rumah itu mengaku dipanggil Fransiscus. Seluruhnya diberi uang masing-masing Rp 2 juta dan cincin.

Mereka diberi hadiah di luar gaji pokok karena dianggap lama bekerja dengan keluarga Fransiscus. Bahkan beberapa kali Fransiscus sempat meminta maaf pada semua karyawan mereka.

"Kemarin malam korban Fransiscus juga sempat memanggil para pembantu dan yang bekerja sama dia. Ada yang dikasih cincin, ada juga yang dikasih uang Rp 2 juta dan itu bukanlah uang gaji, beda," kata Kapolda Sumsel, Irjen Zulkarnain, Rabu (24/10).

Pembantu dan tetangga tak ada yang dengar suara tembakan

Dua orang pembantu di rumah itu, Sarah dan Dewi kaget melihat jasad Ketty saat akan membangunkan untuk sarapan dan berangkat sekolah. Keduanya melihat jasad Ketty terbujur di atas tempat tidur dengan luka tembak di kepala.

Kepada polisi, keduanya mengaku tidak ada mendengar suara tembakan malam hari sebelum satu keluarga itu tewas di kamar masing-masing. Bahkan mereka menyebut Fransiscus sempat memasak mie instan sekitar pukul 23.00 WIB.

Hal senada juga disampaikan tetangga Frans. Tetangga yang tepat di sebelah rumahnya mengaku tak ada mendengar suara tembakan dan kegaduhan malam itu.

"Kata polisi ada luka tembak, tapi saya tidak dengar ada suara tembakan atau kegaduhan. Pagi sekitar jam 7 (07.00 WIB) kami tahu pembantunya kasih tahu kalau pemilik rumah meninggal dengan luka tembak," kata tetangganya, Firman.

Ada senjata api jenis revolver di jenazah Frans

Saat olah TKP polisi menemukan senjata api jenis revolver pabrikan asal Taiwan di kamar utama dan digengam Fransiscus. Polisi memastikan senjata api itu ilegal.

Tidak hanya itu, polisi juga menemukan tiga selongsong dan satu amunisi aktif di rumah Fransiscus. Sedangkan empat korban tewas ditemukan luka tembak di kepala dengan peluru masih bersarang di kepala.

Ada dua surat sebagai pesan terakhir di laptop korban

Dari kamar, polisi melanjutkan olah TKP hingga ke ruang kerja Fransiscus. Tepat di atas meja terdapat sebuah laptop dan dua lembar surat sebagai pesan terkahir.

Pada surat pertama, tertulis kalimat:

'Aku sudah sangat lelah... Maafkan aku..'

Sedangkan di kertas kedua, tertulis kalimat:

'Aku sangat sayang dengan anak dan istriku..., Chocky & Snowy. Aku tidak sanggup meninggalkan mereka di dunia ini...'

Polisi menduga kedua surat itu ditulis pria berusia 45 tahun itu sebelum dia mengakhiri hidupnya. Kedua pesan itu ditulis Fransiscus karena sudah lelah dan tidak sanggup mengatasi persoalan hidupnya.

Dua anjing ikut dibunuh dengan cara dicekik dan direndam

Terakhir, polisi menemukan anjing milik Frans mati. Kedua anjing itu diduga mati usai dicekik dan direndam di bak kamar mandi sebelum sang kepala keluarga itu diduga memutuskan bunuh diri.

Nama kedua anjing yang ditemukan mati itu juga tertulis dalam surat terkahir sang supplier alat tulis kantor tersebut. Anjing itu bernama Chocky dan Snowy.

"Chocky dan Snowy itu nama dua anjing yang ditemukan mati setelah dicekik dan direndam. Menurut saksi, Frans sangat sayang dengan anjing itu, jadi anjingnya juga ikut dia bunuh," kata Kapolda Irjen Zulkarnaen.

Sumber: detik.com | Editor: Jandri




 
Berita Lainnya :
  • Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel
  • Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda
  • Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi
  • Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif
  • Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel
    02 Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda
    03 Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi
    04 Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif
    05 Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru
    06 Usai Upacara Hari Kesaktian Pancasula, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Pidato Kebangsaan Via Virtual
    07 Prabowo Lantik Suyudi Jadi Kapolri, Listyo Sigit Bergeser ke KSP, Ini Daftar Lengkap Posisi Pejabat
    08 Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian
    09 Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
    10 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    11 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    12 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    13 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    14 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    15 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    16 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    17 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    18 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    19 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    20 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    21 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    22 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat