Minggu, 16 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Kesehatan
Pasangan Sering Berwajah Mirip, Ternyata Ada Alasan Ilmiahnya
Rabu, 24 Oktober 2018 - 10:23:59 WIB
Ilustrasi [foto int]

SULUHRIAU- Suka penasaran mengapa pasangan biasanya berwajah mirip, bahkan ada yang menduga kakak adik seiring berjalannya waktu? Penelitian ternyata juga mengungkap bahwa pasangan yang tinggal bersama, seringkali terlihat mirip satu sama lain. Atau bahkan mirip dengan orang tua tapi berlawanan jenis.

Bahkan meski pasangan tersebut tidak berbagi kemiripan pada awalnya, jika bersama selama lebih dari 25 tahun mereka akan mirip satu sama lain. Fenomena ini disebut 'convergence of appearance.'

Rambut, warna mata dan usia orang tua juga membuat perbedaan siginifikan. Jika orang tua tidak berusia muda saat memiliki anak, maka anak tersebut terikat untuk mirip dengan orang tua yang lebih tua. Untuk tujuan evolusi, orang disarankan berkencan dengan orang yang memiliki kesamaan selera  tapi tidak sepenuhnya sama.


Hal tersebut mungkin terjadi karena konsep berkencan melibatkan orang yang dicari dan membuat tertarik, tidak hanya sebatas pikiran tapi juga kemungkinan pasangan yang mirip dengan mereka dalam hal termasuk di dalamnya adalah pendidikan, tinggi, gen, karena mereka ingin berakhir dengan orang yang memiliki kesamaan selera dan bisa setuju dalam banyak hal.

Dilansir India Times, di samping masalah gen, kepercayaan dan pengalaman punya peran penting dalam mencari kesesuaian. Semakin lama pasangan tinggal bersama, mereka mulai berbagi banyak pengalaman dan memiliki reaksi yang sama terhadap situasi tertentu, berakhir dengan ekspresi yang serupa.

Teori ini dikenal sebagai assortative mating, menyarankan bahwa kita memiliki kesempatan lebih tinggi untuk berakhir dengan seseorang yang sesuai dengan gen yang dimiliki dan akhirnya mirip dengan kita. Ini juga mungkin terjadi karena fakta bahwa melihat kemiripan orang lain membuat kita merasa nyaman pada tingkat tertentu dan membuat bahagia.

Karena itu, orang cenderung meniru orang di sekitarnya, termasuk kebiasaan mereka. Ini adalah salah satu alasan mengapa kita secara sadar ataupun tidak menyesuaikan dengan suara mereka, gaya, kebiasaan untuk terikat dan membuat orang lain merasa dicintai dan dihargai. Hal ini juga berlaku ketika dilakukan selama bertahun-tahun hingga membentuk wajah, sehingga tak disadari membuat orang mirip.

Bahkan dalam hal sistem imun, ini juga bisa terjadi. Sistem imun seseorang bisa mencerminkan kebiasaan gaya hidup dan tentu semakin banyak terlibat dengan orang, kebiasaan makan yang mirip, akan membuat pasangan memiliki sistem imun yang sama.

Sumber: Viva.co.id | Editor: Jandri




 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat