Minta Kirab Negeri di Siak Dibatalkan,
Usai Tabayyun ke LAMR, Ketua GP Ansor Riau ' Diusir' Laskar dan FPI
Rabu, 19 September 2018 - 18:16:46 WIB
SULUHRIAU- Setelah tabayyun dengan Ketua Umum DPH LAMR Datuk Syahril Abu Bakar, Ketua GP Ansor Riau diusir para anak kemanakan LAMR dan anggota FPI Riau.
Mereka secara langsung meminta Purwaji untuk membatalkan acara zikir kebangsaan yang akan dihadiri Ketua Umum GP Ansor, Yaqut Cholil, di Kabupaten Siak.
Purwaji diusir dari gedung LAM Riau sampai ke Hotel Aryaduta. Ia dipaksa untuk membatalkan acara tersebut jika tidak ingin terjadinya gesekan di Bumi Melayu Lancang Kuning.
Ketua Ketua FPI Riau, Husni Thamrin mengatasnamakan semua lapisan dan golongan meminta Ketua GP Ansor Riau mendengar permintaan elemen masyarakat Riau.
"Kita butuh NKRI damai, kita tidak ingin satu tetes darah tumpah di Bumi Melayu ini. Saya bersama lembaga dan laskar jihad FPI, GMK Bumi Lancang Kuning mohon dengan sangat tidak dilaksanakan acara tersebut," tegasnya.
Karena itu, pihaknya akan membuat surat penolakan kegiatan Zikir Kebangsaan di Siak, dan akan disampaikan ke LAMR kemudian diteruskan ke Polda Riau dan seluruh organisasi kemasyarakatan (ormas).
"Besok kami akan buat surat penolakan secara resmi dan disampaikan ke LAM Riau dan diteruskan ke Polda Riau. Apalagi pertemuan tokoh masyarakat Melayu dengan GP Ansor yang titik kesimpulannya menolak apapun acaranya dilakukan di Bumi Melayu," tegasnya lagi.
Sementara itu, Ketua GP Ansor Riau Purwaji menyampaikan soal pembatalan kegiatan itu pihaknya sudah berembuk dengan kerabat kesultanan dan LAMR.
"Nanti kami akan kembali berembuk dengan LAMR Siak supaya yang bengkok kita luruskan terlebih dahulu. Kalau memang sudah diklarifikasi dan ternyata kemudian tetap ingin dibatalkan, kita akan sampaikan apa yang menjadi keputusan bersama antara GP Ansor dan LAMR," ujarnya.
Menurutnya, Kirab Negeri yang dilakukan secara nasional merupakan acara pawai merah putih, dan di daerah membawa ciri khasnya (simbol) daerah masing-masing.
"Untuk di Riau, kita ingin mengangkat simbol Kesultanan Siak. Karena kami ingin mengingat kembali kepada masyarakat Indonesia, bahwa di Riau ada seorang Sultan Syarif Kasim yang sudah menghibahkan harga dan tahtanya untuk NKRI," ujarnya.
"Makanya kita akan menggelar kegiatan zikir bersama untuk keselamatan bangsa, dan mendoakan atau mengenang kepada sultan-sultan yang sudah wafat. Itu niat kami dan sudah saya sampaikan kepada kerabat kesultanan dan LAMR," pungkasnya. [has, ckl]
Komentar Anda :