Selasa, 18 Agustus 2026 Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat | Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat | Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana | Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas | Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti | Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
 
 
☰ Peristiwa
DBH Bengkalis Kian Tahun Kian Menurun, Bappeda: Lifting Belum Transpara
Sabtu, 15 September 2018 - 12:19:15 WIB

SULUHRIAU, Bengkalis- Selama ini sumber pendapatan Kabupaten Bengkalis lebih dari 70 persen berasal dari Dana Bagi Hasil (DBH) minyak dan gas (Migas). Kenyataan sejak tahun 2015 sampai tahun 2018 ini, terjadi trend penurunan yang sangat signifikan.

Hal tersebut yang menyebabkan anggaran pembangunan Kabupaten Bengkalis mengikuti penurunan signifikan. Namun demikian dalam penurunan tersebut, muncul tanda tanya besar terutama dalam hal daftar lifting belum transparan.

Kondisi ini menyebabkan Pemkab Bengkalis ketika memproyeksikan penerimaan pendapatan dari sektor migas, tidak punya angka matematis yang pastikan.

Perkiraannya, hanya membandingkan target dan realisasi pada tahun sebelumnya. Tapi ketika ditanya, dari mana kali-kalinya. Terkait dengan ini sebenarnya sudah ada pertemuan Pemerintah Provinsi dengan kementerian keuangan, pertemuan sebelumnya di Batam yang langsung dihadiri oleh SKK Migas, KKKS, akademisi dan pihak-pihak terkait.

“Pada kesempatan itu, Sekda Provinsi juga mengekspos. Satu hal yang diminta adalah transparansi terkait daftar lifting migas, supaya tidak ada muncul rasa suuzon (prasangka buruk), tidak ada dusta di antara kita,” ungkap Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bengkalis, Imam Hakim.

Terlebih di penghujung  jatuh tempo masa kontrak dengan Chevron pada tahun 2021, akan terjadi penurunan percepatan pengembalian investasi yang belum berakhir. Tentu muncul bayangan, akan berpengaruh pada bagi hasil yang semakin mengecil lagi.

"Oke lah mengecil. Tapi kami ingin tahu, pengecilannya itu seberapa besar. supaya tidak terjadi bias proyeksi kami terkait pendapatan dana bagi hasil,”katanya.

Karena proyeksi kami ternyata tidak terealisasi yang mengakibatkan Pemkab Bengkalis melaksanakaan tunda bayar, yang sudah dua tahun belakangan ini. Salah satu penyebab terjadinya tunda bayar tersebut, diakibatkan penerimaan dana bagi hasil yang tidak tereliasi. Sehingga membebankan ke tahun berikutnya.

"Kami menghendaki, mohon difasilitasi oleh SKK Migas, agar kiranya kami ingin mendapatkan data-data tujuannya agar kami membuat proyeksi penerimaan bagi hasil itu, deviasi atau biasnaya tidak terlalu besar," ungkap Imam Hakim.

Sementara itu, Sekda Bengkalis Bustami, mengatakan sejauh ini muncul opini yang berkembang di masyarakat. Bahwa akibat menurunnya DBH migas disebabkan akan berakhirnya masa kerja Chevron di Blok Rokan, sehingga tidak mengeluarkan investasi untuk mengejar produksi.

Menurutnya DBH, akibat menurunnya harga minyak di pasaran dunia. Hal ini dinilai tidak masuk akal, karena selama tahun berjalan, biasanya asumsi di APBD perbarelnya 48 USD, pada waktu berjalan sampai 70 USD. kondisi ini yang menimbulkan pertanyaan besar di masyarakat. Untuk itu diminta penjelasan lebih mendalam lagi.

Kepala Dept Humas SKK Migas Bagian Sumatera Bagian Utara, Hariyanto Syafri, DBH berasal dari harga angka jual beli aktual, yakni mengikuti harga pasar saat itu, sehingga penghasilan yang terjadi sesuai dengan harga pasar saat itu. Artinya, harga minyak sangat menjadi faktor utama turunnya pembagian DBH migas, sementara pemenuhan kewajiban yang ada, seperti ongkos-ongkos itu tetap, karena sudah ditetapkan sebelumnya.

Terkait dengan penerimaan DBH menurun,Yanto memaklumi hal itu, karena terjadi seluruh daerah di Indonesia, terutama penghasil migas. Karena penurunan ini bukan diakibatkan oleh kinerja dari teman-teman, tapi karena diakibatkan oleh harga minyak dunia.

Kawan-kawan kita di KKKS sangat bermasalah, mulai akhir 2014 sampai 2017 belum selesai, sekarang baru mulai naik. Terlebih lagi di Chevron terjadi pengurangan kerja dan pekerja. Kita hanya bisa berdoa harga minyak lebih baik.

Pekerjaan tetap dilakukan, lapangan tidak ada yang dimatikan. Berbagai metoda penghematan sudah dilakukan, metoda penghematan terakhir adalah pengurangan tenaga kerja. EMP mengurangi 40 persen, chevron mengurangi 1.000 lebih. Ini masalah yang dihadapi.


Turut hadir dalam acara Asisten Perekonomian dan Pembangunan H Heri Indra Putra, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Arman AA, Kepala Badan Pendapatan Daerah H Imam Hakim dan sejumlah pejabat dilingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkalis. [las]



 
Berita Lainnya :
  • Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat
  • Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat
  • Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana
  • Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas
  • Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat
    02 Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat
    03 Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana
    04 Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas
    05 Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
    06 Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
    07 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    08 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    09 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    10 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    11 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    12 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    13 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    14 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    15 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    16 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    17 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    18 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    19 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    20 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    21 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    22 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat