Selasa, 18 Agustus 2026 Gibra Hazell Alvaro, Atlet Muda Riau Ukir Prestasi di Panggung Padel Internasional | Gratis! Kemenkum Riau Gandeng BNI Daftarkan Hak Cipta Pelaku Kreatif dan UMKM | Perkuat Akses Keadilan, Kemenkum Riau dan Kejati Riau Bangun Sinergi Layanan Hukum bagi Masyarakat | Perkuat Akses Hukum, Kemenkum Riau Genjot Pendampingan JDIH ke Pemda, DPRD dan Kampus | Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat | Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat
 
 
☰ Metropolis
Peringati HUT RI ke 73
Disayangkan, Di Pekanbaru Banyak Bukti Sejarah Kemerdekaan Hilang
Rabu, 15 Agustus 2018 - 10:08:26 WIB
Bangunan Lativa Tempoe Doeleo

SULUHRIAU, Pekanbaru- Riau jadi salah satu daerah di Indonesia yang dijajah Jepang. Kekejaman penjajah seperti mempekerjakan romusa membangun rel kereta api sampai ke Sumatera Barat (Sumbar) sepanjang 220 Km.

Sayangnya, bukti-bukti sejarah itu hilang dan tidak dipedulikan pemerintah.
Jika Anda berkunjung ke Pekanbaru, maka akan mengira bahwa Jl Sudirman dari Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II hingga ke kawasan pusat kota adalah jalan poros pertama. Ternyata, jalan Sudirman ini dibangun era tahun 1970-an.

Di jaman penjajahan Jepang tahun 1942 hingga 1945, Jl protokol utama kota Pekanbaru adalah Jl Ahamd Yani saat ini. Jalan ini membentang dari Jl Cut Nyak Dien (sekitar kantor Gubernur Riau dengan Jl Sudirman) memanjang hingga mentok ke sungai Siak, atau kawasan Pasar Bawah.

"Kantor RRI yang ada di Jl A Yani itu, persis di belakangnya, dulu adalah Kantor Gubernur Jenderal Jepang, saat masih berkuasa," kata pakar sejarah Riau, Profesor Suwardi MS dikutip dari  detikcom, Rabu (15/8/2018).

Lokasi Kantor Gubernur Jenderal Jepang itu, persis di pertigaan jalan A Yani dengan Jl Juanda. Di situlah perkantoran Jepang sangat megah. Di depan kantor, dulu ada tugu menyerupai Monas. Tugu itu tinggi melebihi ukuran perkantoran dan rumah yang ada di sekitarnya.

Tugu itu dulunya bertulisan huruf Jepang yang saat itu banyak yang tidak tahu apa arti dalam tulisan itu. Begitu Indonesia menyatakan kemerdekaan tahun 1945, dan Jepang takluk pada Sekutu, rakyat Riau ramai-ramai menguasai Kantor Gubernur Jenderal Jepang itu.

"Tugu yang dulunya bertuliskan huruf Jepang, lantas pemuda-pemuda kita mengubah tulisannya menjadi isi proklamasi kemerdekaan. Dulu itu menjadi kebanggaan kita," kata Suwardi.

Tapi sayangnya, tugu itu dihancurkan dan sebenarnya ada monumen lagi di sekitar kantor Jepang itu. Tak bersisa sedikit pun, bangunan kantor dan tugu itu diratakan yang kini menjadi bangunan gedung RRI.

"Amat sangat disayangkan sekali," kata Suwardi mantan Pembantu Rektor Universitas Riau itu.

Agar masyarakat di Riau tahu, kawasan Jl Sudirman saat ini tepatnya di Hotel Furaya yang berjarak 300 meter dari tepi sungai Siak itu dulunya adaalah stasiun kereta api pengangkut batubara dari Sumbar. Rel ini membenteng ke kawasan Tanjung Rhu, hingga berputar ke Jl Lokomotif saat ini.

Dari sana rel itu memanjang di kawasan Jl Sudirman saat ini, di sekitaran Kantor PDAM hingga ke Hotel Grand Central. Rel ini melanjutkan ke Jl Kereta Api saat ini hingga menuju ke Kab Kampar.

"Itulah jalur kereta api dulunya yang dibangun Jepang dari tahun 1942 hingga 1943. Dalam setahun mereka bisa membuat rel sepanjang 220 Km, dengan mengorbankan ribuan nyawa bangsa kita dan sebagian lagi orang Eropa," kata Suwardi.

Andai saja jalur kereta api ini dijaga dengan baik, kata Suwardi, pemerintah sekarang mestinya tidak sibuk untuk membangun rel baru menghubungkan ke Sumbar. Cukup menapak tilas kembali jalur rel yang dulunya sudah ada. Malah di Kabupaten Kampar, rel masih tersisa dan ada lokomotif dan gadengannya teronggok menjadi besi tua di tengah perkebunan kareta masyarakat.

"Kita tidak tahu persis, mengapa saat itu pemerintah kita tidak menyelamatkan aset yang sudah ada dibangun Jepang. Besi-besi rel habis dijual masyarakat," kata Suwardi.

Semua bukti-bukti sejarah penjajahan Jepang di Riau hanya tinggal menyisahkan sekitar 3 kepala lokomotif. Sisa itu bisa dilihat di Makam Pahlawan Kerja eks rumuso di Jl Kaharudin Nasution, Simpang Tiga Pekanbaru. Satu lokomotif ada di Tanjung Rhu, di belakang rumah warga. Satu tersisa di semak belukar di Kab Kampar.

"Ya begitulah kondisinya. Padahal kita sudah punya jalur rel yang menghubungkan ke Sumbar. Bukti-bukti sejarah itu hilang begitu saja, padahal darah, nyawa dan derita dipertaruhkan rakyat kita membangun jalur itu," kata Suwardi.

Sumber: Detik.com | Editor: Jandri



 
Berita Lainnya :
  • Gibra Hazell Alvaro, Atlet Muda Riau Ukir Prestasi di Panggung Padel Internasional
  • Gratis! Kemenkum Riau Gandeng BNI Daftarkan Hak Cipta Pelaku Kreatif dan UMKM
  • Perkuat Akses Keadilan, Kemenkum Riau dan Kejati Riau Bangun Sinergi Layanan Hukum bagi Masyarakat
  • Perkuat Akses Hukum, Kemenkum Riau Genjot Pendampingan JDIH ke Pemda, DPRD dan Kampus
  • Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Gibra Hazell Alvaro, Atlet Muda Riau Ukir Prestasi di Panggung Padel Internasional
    02 Gratis! Kemenkum Riau Gandeng BNI Daftarkan Hak Cipta Pelaku Kreatif dan UMKM
    03 Perkuat Akses Keadilan, Kemenkum Riau dan Kejati Riau Bangun Sinergi Layanan Hukum bagi Masyarakat
    04 Perkuat Akses Hukum, Kemenkum Riau Genjot Pendampingan JDIH ke Pemda, DPRD dan Kampus
    05 Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat
    06 Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat
    07 Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana
    08 Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas
    09 Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
    10 Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
    11 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    12 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    13 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    14 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    15 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    16 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    17 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    18 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    19 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    20 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    21 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    22 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat