Senin, 17 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Politik
Ustadz Somad Bukan Cawapres Prabowo
Rabu, 08 Agustus 2018 - 08:00:25 WIB

SULUHRIAU- Siapa pun yang mendambakan Ustaz Abdul Somad menjadi bakal calon wakil presiden (cawapres) di Pilpres 2019, sepertinya sudah harus mulai memupus harapannya.

Prabowo kemungkinan akan memutuskan siapa bakal cawapres pada Rabu (8/8/2018) malam, dan bukan Somad yang akan dipilih.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon di kediaman Prabowo Subianto, Jalan Kertanegara, Jakarta, Selasa (7/8/2018), mengatakan, Prabowo sudah mendapatkan pesan dari Somad, bahwa yang bersangkutan tetap teguh memilih menjadi pendakwah.

"Sudah komunikasi, pesannya langsung ditunjukan suara UAS kepada Prabowo," kata Fadli.

Fadli mengatakan, partainya terus melakukan pembahasan untuk memastikan sosok cawapres yang akan mendampingi Prabowo pada Pilpres 2019, sehingga diharapkan pada Rabu (8/8/2018) malam sudah ada keputusan.

Menurut Fadli, pihaknya sudah mengeksplorasi semua kemungkinan pasangan capres-cawapres termasuk rekomendasi dari Ijtima' GNPF Ulama.

"Pembicaraan-pembicaraan dengan partai sudah sangat jauh seperti Demokrat, PKS, maupun PAN. Besok malam (malam ini) sudah bisa kami putuskan," ujar Fadli, Selasa.

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani juga sudah memberikan petunjuk kemungkinan cawapres yang dipilih Prabowo bukanlah Ustadz Abdul Somad. Somad, kata Muzani, memilih tetap menjadi pendakwah daripada menjadi cawapres.

"Ini barusan ini, kami dapat informasi dari Tanjung Pinang, beliau memilih jalur dakwah dan pendidikan, dan kalau itu betul pilihan beliau tentu saja kami sangat menghormati," kata Muzani usai rapat internal Partai Gerindra di kediaman Prabowo Subianto, Kertanegara, Jakarta, Selasa (7/8/2018).

Muzani mengatakan, Prabowo memang hingga saat ini belum menemui Abdul Somad secara langsung. Itu juga karena kesibukan Somad sebagai pendakwah. "Sejauh ini UAS kan jadwalnya sangat padat sehingga untuk berjumpa dengan Pak Prabowo sampai sekarang belum terjadi," ujar Muzani.

Sementara untuk memilih cawapres, kata Muzani, Prabowo juga harus terlebih dahulu berbicara dengan calon yang dipilihnya. Namun, ia menilai saat ini sudah tidak cukup waktu untuk hal tersebut. "Ya kalau itu betul kan, mestinya kenalan dulu. Ini sudah tanggal 7 malam, besok sudah tanggal 8 ya," ujarnya.

Nama UAS  mulai digadang-gadang menjadi bakal cawapres Prabowo sejak keluarnya rekomendasi Ijtima' GNPF Ulama pada akhir Juli lalu. Ia menjadi salah satu yang disorongkan kepada Prabowo selain Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufri. UAS  menolak rekomendasi itu, namun lobi-lobi GNPF Ulama terus dilancarkan. Termasuk saat beberapa perwakilan GNPF Ulama menemui langsung Prabowo di rumahnya pada Senin (6/8/2018) malam.

Anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra Andre Rosiade mengakui, pada pertemuan itu, perwakilan GNPF Ulama dan FPI menyampaikan agar Prabowo memilih UAS sebagai cawapres. Kedatangan perwakilan GNPF Ulama ke rumah Prabowo itu setelah mereka mengadakan pertemuan dengan UAS d di Palembang, Sumatra Selatan, Jumat (3/8/2018).

Ustadz Abdul Somad membenarkan pertemuan dengan perwakilan GNPF Ulama itu. Dalam perjumpaan terbaru itu, lulusan S-1 Universitas al-Azhar (Mesir) ini masih bertahan pada opsi menolak maju di Pilpres 2019. “(Hasil pertemuan) menekankan pilihan utama PS (Prabowo Subianto)-Habib Salim,” kata Ustadz Abdul Somad  Sabtu (4/8/2018) malam.

Menurut UAS, Ketua Majelis Syuro PKS itu lebih pantas diajukan sebagai pasangan bagi Prabowo untuk Pilpres 2019. Dia pun memberi sinyal bersedia bila suatu waktu diminta mengampanyekan Prabowo-Salim Segaf jelang pesta demokrasi tahun depan.

Bagi lulusan S-2 Darul Hadits (Maroko) tersebut, duet dua tokoh ini menyimbolkan persatuan nasional yang seimbang dalam mewakili unsur-unsur kebangsaan. Di antaranya, Prabowo sebagai sosok prajurit nasionalis, sedangkan Salim Segaf merepresentasikan ulama yang keturunan Rasulullah SAW. “Prabowo-Habib Salim pasangan tawazun (seimbang) antara ketegasan tentara dan kelembutan ulama; (antara) Jawa dan non-Jawa, (antara) nasionalis-religius plus barokah darah Nabi SAW dalam diri Habib Salim,” sebut peraih anugerah Tokoh Perubahan Republika 2017 itu.

Beberapa pengamat politik sebelumnya telah menduga, UAS  tidak akan menjadi cawapres Prabowo. Salah satunya adalah Hendri Satrio, yang menilai peluang Somad mendampingi Prabowo kecil. Pendiri lembaga survei Kedai KOPI itu tak yakin UAS akan dijadikan pendamping Prabowo.

Pengamat lain, Refly Harun, menambahkan, Ustadz Somad dijadikan sebagai elemen kejutan (element of surprise) oleh kubu koalisi Prabowo. Dengan memunculkan Ustadz Somad ke bursa Pilpres 2019, diharapkan itu bisa mengatrol elektabilitas Prabowo yang kini masih tertinggal jauh dari Jokow.

"Jadi karena Prabowo butuh ditingkatkan elektabilitasnya, dimunculkanlah Ustadz Somad sebagai element surprise," saat menjadi pembicara dalam suatu diskusi di sebuah televisi nasional, Selasa (7/8/2018) malam.

Sumber: Republika.co.id | Editor: Jandri





 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat