Senin, 17 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Internasional
1.000 Kanguru Liar di Tasmania Terancam Dimusnahkan
Senin, 06 Agustus 2018 - 10:13:23 WIB
Foto ABC News: Hugh Sando

SULUHRIAU- Kanguru di Cagar Alam Lake Thomson di selatan Kota Perth, Tasmania terancam dimusnahkan, setelah sebuah laporan menyebutkan keberadaan satwa itu telah mengancam kelestarian vegetasi di cagar alam tersebut.

Departemen Keanekaragaman Hayati, Konservasi dan Atraksi (DBCA) sedang mempertimbangkan pemusnahan kanguru yang menghuni Kawasan konservasi Thomsons Lake Reserve.

Namun beberapa warga mendesak kanguru-kanguru itu dilestarikan, sementara dewan lokal juga telah mengutarakan kekhawatiran pemusnahan itu dapat menyebabkan wabah virus di Ross River yang terdapat di daerah tersebut.

Kawasan konservasi yang terletak kurang dari 30 menit berkendara dari pusat kota Perth, Tasmania adalah rumah bagi banyak burung dan marsupial kecil - termasuk kanguru abu-abu barat dan anjing hutan - dan merupakan tempat rekreasi yang populer bagi penjelajah padang semak, penghobi jogging dan keluarga setempat.

Area yang sebagian besar merupakan kawasan lahan basah itu juga merupakan tempat berkembang biak yang penting bagi spesies burung yang terancam punah, bittern Australasia, dan satu-satunya tempat di Perth dimana burung harrier rawa masih berkembang biak.

Setelah cadangan itu dipagari untuk mencegah hama predator pada tahun 1993, jumlah kanguru melonjak dari sekitar 30 ekor menjadi sekitar 1.000 ekor.

Upaya pemusnahan sudah dilakukan pada 2006, tetapi laporan terbaru dari Komisi Konservasi dan Taman mengatakan tingkat populasi telah kembali ke jumlah sebelum dilakukan pemusnahan.

Laporan itu mengatakan, populasi kanguru di Kawasan itu saat ini perlu dikurangi karena dampaknya pada vegetasi asli. Pilihan termasuk penyisiran atau "pemindahan' seluruh populasi kanguru dan penggantian dengan spesies makropoda yang pernah menghuni daerah itu sebagai alternatif yang memiliki signifikansi konservasi yang tinggi bagi kawasan itu.

Proses pemusnahan sebelumnya melibatkan penembakan kanguru yang tinggal di cagar alam tersebut yang kini dibatasi oleh rumah-rumah warga.

Seorang warga setempat, Lynsey Duff mengatakan dia berlari dengan kelompok pelari lokal di cagar alam itu setidaknya seminggu sekali, dan dia juga berjalan-jalan di daerah itu dengan anak-anaknya, yang senang melihat hewan-hewan itu.

"Kami senang jogging di sini dengan kanguru-kanguru tersebut," kata Lynsey Duff.
"Hanya semak belukar yang ada di depan pintu kami, Anda berada di pinggiran kota dan sangat tidak mungkin Anda akan pergi ke salah satu cagar alam di area taman regional Beeliar dan melihat kanguru dari dekat.

"Daerah ini begitu murni dan tempat yang menakjubkan untuk tinggal di dalamnya dan kanguru itu adalah bagian darinya."

Dia mempertanyakan apakah populasi kanguru itu memang kembali ke level pada tahun 2006. "Akan lebih baik untuk melihat angka yang sebenarnya, karena kita sering lewat di sini begitu sering dan kita tidak melihat ... hingga 1.000 ekor, saya rasa mungkin data itu kurang akurat," kata Lynsey Duff.

Dia mengaku lebih senang melihat kanguru itu dipindahkan jika jumlahnya memang harus dikurangi. Tapi George Abbott, yang tinggal sekitar 500 meter di atas jalan dari cagar alam, mendukung pemusnahan. "Ini adalah lingkungan tertutup sehingga pemusnahan diperlukan untuk menghentikan kelebihan populasi hewan itu," kata Abbott. "Selama pemusnahan dilakukan secara manusiawi, dan idealnya dagingnya dikonsumsi."

Semantara itu Dewan Kota Cockburn mengatakan bahwa mereka menyadari perlunya mengurangi populasi kanguru karena ancaman terhadap vegetasi alam di cagar alam.
Tetapi dikatakan, pemusnahan terakhir terjadi bersamaan dengan meningkatnya jumlah kasus virus Ross River (RRV) di masyarakat sekitar.

Ini terkait dengan pembiakan berikutnya yang menghasilkan sejumlah besar kanguru non-imun muda yang lahir, yang menjadi pembawa infeksi. "Ada bukti tidak langsung yang kuat untuk menghubungkan antara pemusnahan besar populasi kanguru pada 2006, yang mengakibatkan meningkatnya pembiakan kanguru dan meningkatnya jumlah kanguru dewasa muda selama (kira-kira) lima tahun setelah pemusnahan," demikian pernyataan itu.

"Ketika kondisi lingkungan mendukung, ini kemudian menghasilkan skenario 2011- 2012 ketika kawasan Danau Thomsons menjadi salah satu hotspot RRV di Perth tercatat terjadi sekitar 110 kasus."

Sumber: ABC Australia | Editor: Jandri



 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat