Selasa, 18 Agustus 2026 Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat | Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat | Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana | Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas | Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti | Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
 
 
☰ Peristiwa
Peristiwa
Semburan Air Bercampur Lumpur Setinggi 30 Meter Gegerkan Warga
Senin, 06 Agustus 2018 - 09:51:34 WIB

SULUHRIAU- Semburan air disertai lumpur setinggi 30 meter mengejutkan warga Ngawi. Lokasi semburan berasal dari sumur pompa air di sawah milik Mujianto (45), warga Desa Planglor Dukuh Tambakselo selatan, Kecamatan Kedunggalar.

Lokasi semburan air bercampur lumpur dan pasir itu berada di 100 meter selatan ruas tol Ngawi-Mantingan yang belum selesai pembangunannya. Tepatnya di KM 563+600 Desa Sidolaju, Kecamatan Widodaren.

Saat itu Mujiono memompa air untuk mengairi sawah yang akan dibajak untuk ditanami padi. Namun air yang menyembur di luar kewajaran. Mujiono pun segera mematikan mesin.

"Saya kaget tadi pagi mau mengairi sawah dengan menyedot sumur dengan mesin diesel. Tapi begitu mesin menyala, langsung menyembur tinggi air bercampur lumpur," jelas Mujianto di lokasi, Ahad (5/8/2018).

Bahkan, jelas Mujiono, air tetap keluar menyembur semakin tinggi mencapai 10 hingga 30 meter hingga menjebol atap rumah mesin. "Saya matikan tapi tetap keluar semburan air dan lumpur hingga menjebol atap rumahan mesin ini," katanya.

Karena takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, Mujianto melapor ke perangkat desa dan polsek setempat. Polisi telah memasang garis police line dan mengambil sampel air disertai lumpur.

Semburan air bercampur lumpur itu begitu kuat. Tiga pipa besi berukuran tiga inchi yang tertanam di tanah sedalam 12 meter terbawa semburan air. Bahkan tinggi semburan pertama kali mencapai 150 meter.

"Pipa ini 12 meter tertanam dalam tanah terlempar ke atas hingga 150 meter. Dahsyat ini kekuatannya," ujar Kapolsek Widodaren AKP Juwahir.

Ketiga pipa tersebut, kata Juwiran, masing-masing berukuran panjang 4 meter tergeletak di sekitar lokasi semburan air bercampur lumpur makin besar. Dari keterangan pemilik sawah, sumur itu dibuat sekitar 6 tahun lalu dengan kedalaman 80 meter.

Sementara itu sampel sebanyak 4 liter air yang diambil dengan dua jerigen berukuran 2 liter itu untuk barang bukti dan penelitian.

"Kami ambil empat liter air untuk barang bukti dan penelitian kandungan airnya. Apakah berbahaya atau tidak, makanya kami police line juga agar warga tidak mendekat," kata Kasat Reskrim Polres Ngawi AKP Maryoko kepada wartawan di lokasi.

Untuk penelitian, jelas kasat, kemungkinan akan melibatkan Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta. Selain air, sampel lumpur juga diambil untuk melengkapi penelitian. "Kami masih akan koordinasi dulu dengan Pemkab Ngawi untuk penelitian, kemungkinan UGM ya," tambahnya.

Pihaknya telah berkoordinasi dengan perangkat desa agar tidak ada warga yang mendekat ke lokasi. Dikhawatirkan air tersebut mengandung gas beracun berbahaya. Hingga kini pagi ini, Senin (6/8/2018) semburan air bercampur lumpur itu menjadi tontonan warga sekitar.

Sumber: detik.com | Editor: Jandri



 
Berita Lainnya :
  • Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat
  • Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat
  • Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana
  • Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas
  • Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat
    02 Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat
    03 Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana
    04 Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas
    05 Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
    06 Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
    07 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    08 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    09 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    10 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    11 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    12 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    13 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    14 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    15 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    16 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    17 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    18 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    19 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    20 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    21 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    22 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat